3A

3A
20



"Lo kenal sama cewe ini? dia anak SMA Dirgantara." Tanya seseorang sambil menatap tajam lawan bicara nya.


Alaskar menatap foto yang di berikan awan padanya, terlihat lelaki itu mengepalkan tangannya.


"Apa yang mereka lakukan?" tanya Alaskar, seperti nya lelaki itu sedang menahan emosi.


"Gue ga tau pasti, tapi Aksara yang bawa dia." jelas Awan.


Zidan mengambil foto itu, dia juga penasaran siapa gadis itu sampai membuat Alaskar marah.


"Keyla!" pekik Zidan, Alaskar menatap tajam ke arah Zidan, lelaki itu langsung menciut dia tak berani berbuat sembarang karna emosi Alaskar sedang tidak baik, bisa-bisa di bunuh dia.


Alaskar mengambil kunci dan jaket nya, kemudian menatap Awan serius.


"Jaga dia, jangan sampai Aksara menyakiti gadis itu." ucap Alaskar sambil berlalu pergi dengan motornya.


-


Keyla berbaring menikmati hari minggu nya, dia tidak ingin melakukan apapun dan memilih tiduran sambil ngemil, kapan lagi dia bisa melakukan itu.


Tiba-tiba satu notif masuk ke hp nya, Keyla membuka aplikasi berwarna hijau untuk melihat siapa yang mengirim pesan, dahi nya berkerut menatap nomor tak di kenal, pesan nya hanya tertulis 'Gue di bawah, cepat turun'


Keyla bergegas turun, tak mungkin juga orang itu jahat kan? jika benar begitu dia tinggal teriak.


Keyla membuka pagar, terlihat seseorang dengan motor besarnya.


Keyla membaca tulisan yang berada di jaket nya.


"Nevada?"


Lelaki itu membuka helm, Keyla dapat melihat dengan jelas siapa orang itu.


"Aksara?"


"Hai." sapa Aksara sambil tersenyum.


Keyla cukup terkejut dengan kehadiran lelaki itu, bagaimana bisa dia tau nomor hp nya? apa Aksara seorang hacker?


"Ko-"


"Malam ini ada waktu? gue mau ngajak lo jalan." ucap Aksara.


Keyla terlihat berpikir, sebenarnya dia ada waktu tapi yang jadi masalah adalah bunda nya, wanita itu tak mungkin membolehkan Keyla jalan di malam hari apalagi dengan seorang pria, mungkin jika Angkasa di perbolehkan.


"Em.. gue ga boleh keluar malam." ucap Keyla seadanya.


"Oh, Ayo minta izin sama bunda lo." Aksara turun dari motornya dan berniat masuk.


Dengan cepat Keyla menarik tangan lelaki itu,


"Jangan, eh maksud gue bahaya, bunda gue emosian."


Aksara menatap Keyla dengan sebelah alis terangkat, kemudian lelaki itu tersenyum.


"Lo ten-"


"Keyla, siapa itu? suruh masuk." ucap Ratna yang berada di ambang pintu.


Keyla panik dan langsung menatap Aksara yang sedang berusaha masuk.


"Bunda lo nyuruh masuk, ayo." Ajak Aksara, Keyla hanya pasrah dan mengikut langkah lelaki itu.


"Hai tan." sapa Aksara sopan.


Ratna hanya diam, dia menatap Keyla dan Aksara bergantian. Keyla gugup, pasti setelah ini dia akan di marahin habis-habisan.


"ASTAGA!! KENAPA KAMU LEBIH GANTENG DARI ANGKASA?!" pekik Ratna.


"Ha?" Aksara menatap Keyla meminta penjelasan, Keyla hanya geleng-geleng, dia benar-benar salah dan melupakan fakta jika bunda nya gila.


Keyla tak habis pikir dengan bunda nya, kenapa selalu restu yang di bicarakan? semalam Angkasa sekarang Aksara jangan sampai Alaskar juga.


Keyla bergidik jika benar Alaskar juga di perlakukan sama, pasti respon lelaki itu buruk dan mengejek nya. Aih siapa juga yang berharap lelaki itu datang ke rumah nya.


Keyla berjalan masuk, dia berhenti di ruang tamu dan ikut bergabung. Untung saja Aksara mudah bergaul jadi dia tak merasa canggung dengan Ratna.


"Kamu mau ngelamar anak saya?" tanya Ratna.


Aksara terbatuk-batuk mendengar ucapan Ratna, apa pakaian nya seperti seseorang yang ingin melamar? aih sepertinya dia harus ganti style.


Tak berbeda jauh dengan Aksara, Keyla juga tersedak cemilan mendengar ucapan bunda nya, Keyla benar-benar berharap bisa menghilang dari bumi sekarang juga.


"Ah bukan tan, saya kesini mau ngajak Keyla jalan. Tapi kata Keyla tante ga bolehin dia jalan malam." ucap Aksara sambil tersenyum ramah.


"Alah di Keyla mah emang suka bohong, mana ada saya marahin dia keluar apalagi sama cogan, aduh ga banget." ucap Ratna.


Keyla menganga tak percaya, jelas-jelas Ratna selalu memarahi nya jika keluar malam, tapi kenapa bisa berubah secepat itu? sialan bundanya tak ingin di salahkan.


"Oh, berarti saya boleh ngajak dia jalan?" tanya Aksara memastikan.


"Boleh-boleh, tapi kamu jagain dia jangan sampai di lirik om-om ya." ucap Ratna.


Keyla menatap bunda nya tajam, benar-benar memalukan, bunda nya yang satu ini sangat bisa membuat Keyla malu.


"Pasti tan." ucap Aksara.


"Kalo gitu saya pamit, masih ada urusan." ucap Aksara sambil berdiri.


"Oh ada urusan, yaudah sana. Lain kali mampir kesini kita ngobrol bareng lagi." ucap Ratna sambil menuntun Aksara menuju pintu, ingin rasanya Keyla pergi ke kamar saja, tapi belum sempat dia melangkah Ratna menatap nya dengan tatapan membunuh.


Aksara menyalami Ratna, dan beralih menatap Keyla.


"Gue pamit, nanti gue jemput jam 8." ucap Aksara, Keyla hanya mengangguk lesu.


"Tenang aja, nanti biar saya buat dia secantik-cantiknya." ucap Ratna sambil mengedipkan sebelah matanya.


Keyla terlihat jijik, pasti bundanya akan mendandani nya seperti tante-tante, Ah jangan sampai! di mana dia akan menaruh wajahnya nanti.


"Ga minat, udah sana balik." usir Keyla.


Ratna menatap Keyla tajam sedangkan Aksara hanya terkekeh dan perlahan menghilang dari pandangan mereka.


"Hebat juga kamu nyari cowo, tapi masih kalah sama bunda, dulu bunda waktu di SMA jadi primadona loh." ucap Ratna bangga.


"Dih kata papah bunda ga laku, kutu buku, jelek, untung papah mau sama bunda." ucap Keyla.


Ratna mengeluarkan aura membunuh, membuat Keyla merinding.


"Benar papah kamu bilang gitu?" tanya Ratna, Keyla mengangguk dengan yakin.


"MAS RENDI!!" teriak Ratna dan melangkah masuk.


"Maafin Keyla pah, habis bunda ngeselin." gumam Keyla, dia berlari ke kamar nya dan mengunci pintu agar tidak jadi sasaran kemarahan Ratna.


Keyla berjalan menuju lemari nya, dia mengambil buku dan berjalan menuju balkon.


Gadis itu duduk dan mulai membuka satu persatu halaman, di sana terdapat banyak foto-foto Keyla kecil. Tiba-tiba Keyla menghentikan dan menatap sendu ke arah satu gambar.


"Gimana kabar kalian?" gumam Keyla.


Tak terasa air mata gadis itu turun, dia berusaha menghapus nya. Keyla memejamkan matanya menikmati hembusan angin.


"Gue bakal tetap menunggu janji kalian, gue harap kalian juga ga lupa dengan janji itu." gumam Keyla.


Senyuman terukir di wajah cantik Keyla, dia membuka matanya dan menatap langit.