3A

3A
21



"KEYLA!!!"


Keyla langsung berdiri mendengar teriakkan itu, nyawanya seperti langsung tertarik masuk. Ya gadis itu tertidur di kelas karna kecapean habis jalan dengan Aksara.


Keyla menatap tajam ke arah orang yang tadi berteriak.


"Ga bisa apa Lo lembut dikit?"


"Ye maaf, kuy ke kantin yang lain udah ngumpul." Ajak Senja sambil berdiri di ambang pintu untuk menunggu Keyla.


"Ga, gue ngantuk." jawab Keyla, gadis itu kembali duduk.


"Habis ngapain Lo semalam?" tanya Senja dengan tatapan curiga.


"Kepo lo." Keyla tak lagi menghiraukan Senja, gadis itu memilih kembali tidur, tak butuh waktu lama dia terlelap.


Namun sayang keberuntungan sedang tidak berpihak pada Keyla, dengan terpaksa gadis itu harus kembali membuka matanya saat terdengar keributan di lapangan, ditambah teman-teman sekelasnya yang berlari menuju lapangan, ingin sekali Keyla berteriak untuk meluapkan kekesalannya.


Keyla melangkah keluar kelas untuk melihat apa yang terjadi, dia cukup terkejut karna yang membuat keributan adalah si primadona sekolah dan ratu ulet.


Dalam sekejap rasa kantuk nya hilang, gadis itu kembali bersemangat dan berlari menuju lapangan.


Karna badan Keyla yang kecil gadis itu dapat dengan mudah menyelinap diantara para murid, dan berakhir berada tepat di belakang Rinai. Keyla dapat dengan mudah mendengar ucapan kedua nya namun kesulitan melihat karna tubuh Rinai lebih tinggi dari nya.


"PUAS LO, KARNA LO ALASKAR BENCI SAMA GUE!!" Teriak Dinda dengan wajah merah.


Keyla mendengus saat mengetahui alasan kedua nya bertengkar adalah lelaki gila itu, seketika semangat nya menurun tapi jiwa kepo nya masih ingin tau.


"Gue ga tau apapun, gue juga ga tau kalo Alaskar benci sama lo." ucap Rinai berusaha membela diri.


"Ck, lo pasti gunain wajah sok polos lo itu biar orang lain kasihan sama lo kan?!" ucap Dinda sambil menatap tajam Rinai.


"Kenapa sih lo benci sama gue? apa salah gue Din?" ucap Rinai.


Dinda tak menjawab, emosi nya benar-benar ingin meledak. Dia mendekat ke arah Rinai dan berniat mendorong gadis itu, dengan refleks Rinai menghindar, Keyla yang tak tau apa yang terjadi terkejut saat tiba-tiba Dinda mendorong nya, tubuh nya yang mungil tentu langsung oleng mendapat dorongan yang cukup kuat.


Keyla memejamkan matanya dan berharap agar tidak menyentuh tanah, eh tunggu dia benar-benar tidak menyentuh tanah, apa yang terjadi?


Keyla membuka matanya, terlihat Alaskar sedang menahan tubuhnya agar tidak jatuh. Dengan cepat Keyla berdiri.


"Keyla lo gapapa?" tanya Rinai sambil menatap Keyla khawatir.


Keyla hanya menggeleng, kini pandangan nya beralih menatap Alaskar yang berdiri di samping nya.


"Mendorong seseorang yang tidak tau apa-apa." ucap Alaskar, memang lelaki itu tidak terlihat marah tapi aura dingin yang keluar dari lelaki itu mampu membuat orang lain bungkam.


"Gue ga sengaja, Rinai yang menghindar." ucap Dinda sambil menunjuk Rinai.


"Eh?" Rinai terlihat panik, kenapa jadi diri nya yang di salahkan?


"Gue ga minta di jelaskan, silahkan urus masalah kalian." ucap Alsakar sambil menarik tangan Keyla untuk menjauh dari kerumunan.


"E-eh?"


"Pasti gue bakal di ceramahin, kalo ga ngapain juga dia tiba-tiba narik gue buat ngejauh? padahal ada kak Rinai di sana." pikir Keyla.


Alaskar membawa Keyla ke atap, setelah sampai lelaki itu duduk dipinggiran dan menatap Keyla menyuruh gadis itu untuk duduk di samping nya, Keyla menurut saja di sedang tidak ingin berdebat.


Alaskar mengeluarkan rokok dari kantong celana nya, Keyla terbelalak dan dengan refleks menutup hidung nya.


"Apa ga lengkap kalo sehari aja lo ga bikin masalah." ucap Alaskar tanpa mengalihkan pandangan nya.


"Ko gue yang salah? gue cuma nonton eh tiba-tiba di dorong." ucap Keyla membela diri.


"Beri gue satu alasan kenapa lo menonton orang lain yang sedang bertengkar." ucap Alaskar sambil mengalihkan pandangannya untuk menatap Keyla.


Keyla terdiam, benar juga. Kenapa dia harus menonton sesuatu yang tidak bermanfaat? tapi dia juga manusia normal yang memiliki rasa kepo.


"Dia saja yang tidak normal." gumam Keyla.


Alaskar memajukan wajahnya membuat Keyla panik, jika dia mundur yang ada dia akan terjatuh dengan menyedihkan.


"Apa hubungan lo dengan Aksara?" Tanya Alaskar, kini wajah mereka hanya berjarak selebar telapak tangan.


"Aksara? kenapa emang?" tanya Keyla sambil menatap Alaskar dengan dahi berkerut.


"Semalam lo jalan." ucap Alaskar.


"Eh? lo memata-matai gue?!" ucap Keyla sambil menyipitkan matanya.


"Iya, gue ga suka lo dekat sama dia." ucap Alaskar sambil menekan kan kata terakhir.


"Kenapa? iya gue tau kalo lo berdua musuh, tapi bukan berarti gue ga bisa dekat sama dia kan?" ucap Keyla sambil mengalihkan pandangan nya.


"Bukan urusan gue musuh atau bukan, gue punya alasan lain." ucap Alaskar, lelaki itu kembali ke posisi awalnya.


Keyla bernafas lega.


"Terus apa?"


"Karna gue suka sama lo." jawab Alaskar santai.


Keyla menganga tak percaya, bagaimana mungkin ada seseorang yang sangat blak-blakan seperti Alaskar? dan yang lebih mengejutkan seorang Alaskar menyukai nya?


"Pasti gue cuma di kerjain." pikir Keyla.


"Sorry aja gue ga mudah di tipu." ucap Keyla sambil menatap remeh ke arah Alaskar.


"Baguslah kalo lo ga mudah percaya, tapi lo harus bisa bedain mana yang bohong dan serius." ucap Alaskar.


Alaskar berdiri dari duduknya, lelaki itu mematikan rokok nya dan berjalan menjauh meninggalkan Keyla yang terdiam.


Seperti di sambar petir, Keyla tidak berkutik sama sekali. Apa Alaskar baru saja mengungkapkan perasaan nya? atau cuma ngetes?


"Aakkhh tu cowo gila bisa banget bikin gue kepikiran." ucap Keyla sambil melangkah pergi.


-


Keyla tak kembali ke kelas nya, gadis itu memilih pergi ke taman, ucapan Alaskar benar-benar memenuhi otak nya sekarang, jika dia mengikuti pelajaran juga akan percuma, fokus nya pasti akan terbagi.


Tiba-tiba seseorang menepuk pundak Keyla, refleks gadis itu menoleh.


"Kenapa ga masuk? yang lain nyariin lo." ucap Rindu sambil duduk disamping gadis itu.


"Oh gapapa." ucap Keyla sambil tersenyum.


"Jangan bohong, lo masih anggap gue teman kan?" tanya Rindu.


Keyla mengangguk antusias,


"Gue cuma takut cerita."


"Ga usah takut, gue bakal dengerin cerita lo." ucap Rindu sambil mengelus pundak Keyla.


Keyla mulai menceritakan semua nya, memang dia tak bisa menyembunyikan apapun dari teman nya.


"Jadi kak Alaskar bilang gitu?" tanya Rindu saat Keyla sudah mengakhiri cerita nya.


"Iya, tapi kan aneh ya. Kenapa dia bisa suka?" ucap Keyla.


"Kenapa aneh? itu hal yang wajar, suka ga harus dekat Key. Jujur aja gue udah ngerasa ini dari lama, cara kak Alaskar memperlakukan lo beda dari yang lain, tapi gue ga terlalu memikirkan itu. Dan akhirnya kak Alaskar sendiri yang bilang kan? tapi saran gue mending Lo jangan langsung baper, sejauh ini ada dua orang yang diperlukan beda sama dia, pertama kak Rinai dan kedua lo. Gue yakin walaupun dia udah bilang suka sama lo tapi bukan berarti dia udah selama nya ngelupain rasa dia terhadap kak Rinai." jelas Rindu.


Keyla mengangguk.


"Gimana gue bisa baper, gue sama sekali ga punya perasaan sama dia." ucap Keyla.


"Jangan terlalu cepat menilai, bukan cuma orang lain yang bisa salah menilai diri lo tapi kadang diri sendiri juga bisa salah." ucap Rindu sambil tersenyum.


"Gue ke kelas dulu, biar gue yang jelasin sama yang lain kalo lo ga bisa masuk." ucap Rindu sambil menepuk pundak Keyla dan perlahan mulai menjauh.


Keyla terdiam, yang diucapkan Rindu memang benar tapi dia tak punya alasan untuk suka pada Alaskar.


"Aih sampai gue cuma di kerjain awas lo kak."