3A

3A
05



Keyla duduk di ruang tamu rumahnya, di terus menatap layar hp yang mati berharap ada notif.


"Emang dia punya nomor gue?" gumam Keyla.


"Cieee ada yang mau jalan nih pah, duh mamah jadi iri." ucap Ratna sambil menggandeng tangan suaminya.


"Bunda apaan sih." Keyla memasang wajah cemberut dan berlari kepelukan ayahnya.


"Ayo dong kenalin ke bunda, bunda juga mau kenal sama calon mantu." Goda Ratna.


"Ish dia bukan pacar Keyla, ayah ih kok diam aja." Keyla semakin cemberut, dia mulai mengibarkan bendera perang untuk bunda nya.


"Udah mah." Ucap Rendi menyudahi.


Tok..Tok..Tok..


Ketukan pintu itu berhasil mengalihkan perhatian keluarga kecil itu, senyum Ratna semakin lebar dan ingin mendahului yang lain untuk membuka pintu, namun Rendi terlebih dahulu merangkul nya dan berakhir mereka berjalan beriringan.


Pintu terbuka menampakkan Angkasa sedang berdiri sambil tersenyum manis, namun senyum nya berubah menjadi canggung karna bukan cuma keyla yang berdiri disana melainkan kedua orang tua nya juga ada.


Ratna diam, namun matanya terus menatap Angkasa dari atas sampai bawah, Angkasa yang merasa di tatap mulai merasa risih, namun dia tahan.


"WAHH.. kamu pacar anak saya? ganteng banget, lebih ganteng dari ayahnya dulu." pekik Ratna, wajah serius yang tadi berubah menjadi wajah berseri-seri.


"Bunda..." Keyla menunduk karna malu dengan tingkah bunda nya yang satu ini.


"Ah iya tante, tante cantik banget kelihatan awet muda." ucap Angkasa tak kalah heboh.


Keyla terbelalak, dia berpikir Angkasa akan menatap diri nya jijik namun dugaan nya salah karna lelaki itu tak jauh berbeda dengan bundanya, sama-sama gila.


Kedua sejoli itu terus berbincang-bincang tak menghiraukan Keyla dan Rendi yang berdiri di samping mereka, dunia serasa milik berdua.


20 menit berlalu, Ratna berniat mengajak Angkasa untuk masuk dan berbincang didalam sambil memakan cemilan, Angkasa mengangguk menyetujui permintaan Ratna.


"TUNGGU!!! KATA NYA MAU JALAN, INI KOK MALAH SIBUK BERDUA SIH." teriak Keyla kesal, ketiga orang disana secara serentak menutup telinga mereka.


Angkasa baru ingat tujuan utama nya kesini adalah untuk mengajak Keyla keluar, dengan berat hati dia harus menyudahi pembicaraan nya dengan Ratna.


"Duh maaf ya tan, Angkasa lupa kalo kesini mau ngajak Keyla jalan." ucap Angkasa sambil menunduk.


"Tenang aja, kita bicara lagi nanti. Kamu sering-sering kesini biar kita tambah akrab, biar restu tante cuma buat kamu." ucap Ratna sambil mengedipkan sebelah matanya.


Keyla terdiam dengan mulut yang menganga, apa-apaan ini, restu apa yang mereka maksud?


"Siap tan, kalo gitu kami berdua pamit ya om, tan." Angkasa berpamitan dengan kedua orang tua Keyla diikuti Keyla.


"Hati-hati, kamu bawa aja si Keyla ga usah balik juga gapapa." teriak Ratna.


"BUNDAAA." teriak Keyla, dia sudah sangat kesal karna di abaikan dan sekarang bundanya membuat nya bertambah emosi.


Terdengar suara tawa dari Ratna, Keyla tak memperdulikan nya lagi dia naik di motor besar Angkasa, dan akhirnya Angkasa menjalankan motornya.


"Anak kita udah besar ya mah, kayanya tugas kita sebentar lagi berakhir." senyuman terukir di wajah Rendi sambil melihat kepergian Keyla.


"Iya, huh~ aku kangen saat-saat dia masih manja, ga mau jauh dari kita, namun gadis itu udah dewasa sekarang. Udah ga butuh kita lagi." ucap Ratna berusaha menahan tangis nya.


"Hush, ga boleh ngomong gitu. dia masih butuh kita." Rendi memeluk istrinya, dapat di lihat mata Rendi juga memerah menahan tangis.


...*****...


"Ayo turun."


Keyla hanya diam, dia menatap Angkasa tajam sampai akhirnya turun dari motor.


Keyla berjalan mendahului Angkasa, dia tak menduga jika Angkasa hanya membawa nya pergi ke pasar malam, bukan apa-apa, tapi pakaian nya sangat tidak cocok.


"Walau sederhana, malam ini bakal jadi malam yang indah." ucap Angkasa, langkahnya semakin cepat berniat menyusul Keyla dan menggandeng tangan gadis itu.


Keyla tak memberontak, dia hanya diam sambil melirik Angkasa, Seketika senyum nya terukir saat melihat kedai es krim.


Keyla membuka tas kecil yang sengaja dia bawa untuk menaruh uang dan hp, namun wajahnya berubah masam.


"Aih gue lupa bawa dompet." gumam Keyla.


"Duduk di sana, jangan kemana-mana." ucap Angkasa sambil berlalu pergi menuju kedai es krim.


Keyla menurut dan duduk di bangku yang tak jauh dari kedai es krim, mata nya menatap sekeliling berusaha mencari sesuatu yang menarik.


Keyla menatap kedai itu, dia melihat Angkasa sedang mengantri disana, dia terkikik melihat wajah Angkasa yang risih karna di ganggu pembeli yang lain.


"Masih lama, gue jalan-jalan bentar aja." gumam Keyla, dia berdiri dan berjalan ke sembarang arah mengikuti langkah kaki membawa nya kemana.


Keyla terus berjalan mengelilingi pasar malam, matanya terus menerus melihat banyak pasangan di tempat itu.


"Emang apa romantis nya tempat ini, masa pacaran di tempat ramai." pikir Keyla, jujur saja dia iri dengan pasangan-pasangan itu, karna dirinya jomblo.


"Udah gue bilang jangan kemana-mana." tiba-tiba suara serak khas cowo mengalihkan perhatian Keyla.


"Tadi kan lagi ngantri, jadi bosen nunggu." ucap Keyla seadanya.


Kini pandangan Angkasa teralih pada satu tempat, dia tersenyum jahil.


"Mau main?" tanya Angkasa sambil memberikan es krim yang tadi dia beli.


Keyla mengangguk tanpa bertanya ingin bermain apa, dia sudah benar-benar bosen dan ingin bermain sesuatu, Keyla pikir Angkasa akan membawanya bermain capit boneka, atau sesuatu yang menarik lainnya.


Angkasa membawa Keyla ke Rumah hantu yang berada di pasar malam itu, wajah Keyla berubah masam dan kesal. Entah apa yang di pikirankan Angkasa sampai membawanya ke tempat seperti ini.


"Lo tunggu disini, gue mau pesan tiket dulu." titah Angkasa.


Jujur saja Keyla sangat kesal namun juga penasaran, dia penasaran bagaimana isi di dalam tempat itu, apa benar ada hantu? atau ada harta karun?


"Ayo masuk."


Angkasa dan Keyla mulai berjalan masuk, perasaan Keyla sudah benar-benar tak enak saat pertama kali masuk, ingin kembali tapi sudah terlanjur masuk, alhasil dia hanya bisa memeluk tangan Angkasa berharap tidak ada sesuatu yang mengerikan.


Keyla bernafas lega karna setengah perjalanan ini dia tak melihat apapun, namun tiba-tiba satu tangan berwarna putih pucat memegang pundak Keyla membuat Keyla berteriak histeris, dan yang lebih mengejutkan tangan itu tetap berada di pundak Keyla padahal dia sudah berada jauh dari tempat itu.


Angkasa dan Hantu pura-pura itu terdiam sambil menatap Keyla yang masih berteriak dan tak berhenti bergerak untuk melepaskan tangan itu.


"Tangan gue lepas." ucap hantu itu.


-


Angkasa duduk di samping gadis cantik yang duduk tanpa suara, setelah keluar dari rumah hantu itu Keyla sama sekali tidak mengatakan apapun dia hanya diam sambil melamun.


"Key?"


"...."


"Maafin gue."


"...."


"Gue ga tau kalo Lo bakal setakut itu."


"...."


Keyla hanya diam, tiba-tiba Keyla tersenyum lebar dengan mata yang melotot sambil menatap Angkasa, tentu saja itu membuat Angkasa terkejut dan langsung melempar Keyla dengan botol Aqua, Angkasa pikir Keyla kerasukan setan yang ada di rumah hantu itu.


Wajah Angkasa bertambah pucat saat Keyla mulai mendekat ke arah nya, ayat demi ayat sudah dia bacakan agar setan yang ada di tubuh Keyla keluar.


"BHAHAHAHHAHA." tawa Keyla pecah saat itu juga, wajah Angkasa benar-benar pucat, dia masih membaca ayat-ayat karna dia pikir setan di dalam tubuh Keyla bertambah ngeri.


Keyla terduduk di tanah sambil terus tertawa, dia benar-benar puas melihat wajah ketakutan Angkasa.


"Kak plis, muka Lo jelek banget." ucap Keyla masih dengan tawanya.


Angkasa berdehem saat sadar bahwa dirinya di kerjain oleh gadis itu, dia berjalan dengan gaya cool nya mendekati Keyla.


"Itu cuma akting." ucap Angkasa.


Tawa Keyla semakin menjadi-jadi saat melihat wajah malu Angkasa, dan malam ini berakhir dengan kebahagiaan, benar kata Angkasa. Malam ini akan jadi malam yang indah.