Without Looking

Without Looking
Patah



Selama pelajaran berlangsung Jafar tidak fokus dengan apa yang diajarkan oleh gurunya di depan kelas karena hanya Carissa yang ada dalam pikirannya.


Di tempat lain di luar sekolah, terlihat Carissa sedang berbaring di atas ranjang rumah sakit yang salah satu kakinya terbalut perban.


"Kakak kok gak ngajar?", tanya Carissa kepada kakanya yang duduk di kursi di samping ranjangnya.


Hana, "Kakak ke sekolah nanti Jam 10 kok Ris, kan ada ibu yang nungguin kamu".


Carissa, "hmm iya kak, kak terus Rissa minta tolong ya jangan cerita ke temen-temen aku kalau habis kecelakaan".


Hana, "emang kenapa?".


Carissa, "ya pokoknya jangan dulu , apa lagi sampai si Jafar tau".


Hana, "loh.. kenapa sampek segitunya kamu Ris?.


Carissa, "pokoknya aku gak mau ketemu Jafar lagi".


Hana, "iya ya adiku sayang".


Bell tanda jam istirahat ke-dua berbunyi, semua murid di kelas keluar menuju kantin.


"ayo ke kantin Far", ajak Arfan.


"Duluan ja Fan, mau ada urusan sebentar", jawab Jafar.


"ya udah kalau gitu", Arfan pergi meninggalkan Jafar sendiri di dalam kelas.


Setelah melihat kelasnya kosong, ia beranjak pergi menuju ruang guru yang berada di gedung depan sekolah.


Sesampai di depan pintu ruang guru, Jafar bertemu seorang guru laki-laki yang keluar dari pintu.


"Permisi Pak Fauzi, apa Bu Hana ada di dalam?", tanya Jafar dengan sopan.


"Tuh di dalam", jawab Pak Fauzi.


"Boleh saya masuk?", ijin Jafar untuk menemui Bu Hana.


"Masuk aja gak papa", ucap Pak Fauzi.


"Terimakasih Pak", Jafar pun langsung masuk ke dalam Ruang Guru.


Karena meja Bu Hana berada di belakang dan tepatnya di depan lemari arsip, maka Jafar harus berjalan melewati para Guru yang sedang istirahat dan saling ngobrol.


Jafar yang telah sampai meja Bu Hana mulai membuka percakapan, "siang Bu Hana, maaf mengganggu".


Hana, "siang juga, ada apa?".


Jafar, "mmhhm.. maaf mengganggu waktu ibu, boleh saya tau kondisinya Rissa sekarang Bu?".


Hana, "ohhh.. nanti aja pulang sekolah temui ibu lagi ya, soalnya nanti selesai mengajar ibu langsung ke rumah sakit".


Jafar, "terus kondisi Rissa bagaimana?".


Hana, "tadi pagi dia habis operasi karena betis kirinya patah".


Jafar, "emang kecelakaan sendiri apa ada lawannya?".


Hana, "udah ah.. nanti sore aja aku ceritain ke kamu, gak enak ngobrol di sini".


Jafar, "iya bu, saya pamit kembali ke kelas dulu".


Hana, "iya".


Ketika Jafar mau beranjak pergi, seketika itu tiba-tiba Hana memanggilnya lagi dan Jafar langsung menengok lagi ke Bu Hana.


"Ada apa bu?", tanya Jafar.


"Jangan cerita sama yang lain dulu ya kalau Rissa kecelakaan", ucap Hana dengan pelan.


"Ya Bu", Jafar pun langsung pergi ke luar ruang guru dan kembali ke kelas.


Setelah 2 jam pelajaran berlalu, akhirnya bell tanda pulang sekolah yang dinantikan Jafar berbunyi.


Jafar yang sedang siap-siap beranjak dari bangkunya dikejutkan Indah tiba-tiba duduk di samping Jafar dan menanyainya.


Indah, "Far, tau gak Rissa sakit apa? Kok nomernya gak aktif juga ya?".


Jafar, "gak tau aku Ndah, aku lagi buru-buru nih mau ada urusan".


Indah, "sebentar kenapa sih Far".


Jafar, "kan aku dah bilang gak tau ndah".


Indah, "Iya ya Far", Jafar pun bergegas meninggalkan Indah dan pergi ke luar kelas.


Ketika lama ia menunggu Bu Hana tak muncul juga, dia pun menelepon Gurunya tersebut karena takut Bu Hana pergi dahulu.


Jafar, "Halo Bu".


Hana, "maaf ya, Ibu masih repot ada kerjaan belum selesai".


Jafar, "berarti gak jadi ke rumah sakit dong Bu?".


Hana, "kamu pulang dulu aja, nanti sore jam 5 ke rumah Ibu ya".


Jafar, "iya bu maaf merepotkan".


Hana, "dah ya Far aku tutup teleponnya".


Sebelum Jafar menjawab, teleponnya itu ditutup terlebih dulu oleh Hana.


Jafar pun pergi pulang ke rumah.


"Kok di rumah sepi ya?", ucap Jafar dalam hati ketika duduk di teras rumah sambil melepas sepatunya.


Dia melihat jam di tangannya menunjukkan pukul 15.30 kemudian Jafar pun masuk ke dalam rumah yang terkunci.


Sesampai di kamar, dia berganti pakaian dan membuka catatan pelajaran yang tadi di ajarkan di sekolah sambil menunggu jam lima sore.


Sefokus dia belajar tapi yang keluar dalam pikirannya berisikan tentang Carissa.


Jafar pun mengambil handphone miliknya dan membuka obrolan pesan wahtsapp-nya dengan Carissa.


Sebuah foto kiriman dari Carissa dia buka.


Foto itu menampilkan Carissaa berpakaian warna merah bata ketika mereka bertemu terakhir.


Dalam hati ia berkata, "andai aja aku menerima ungkapanmu dan mengantarmu pulang, semua gak akan begini".


Tak terasa waktu berjalan selama 1 jam, Jafar yang sudah berpakain rapi bergegas pergi dari rumah.


Ketika sampai duduk di atas jok motor, Ibu Jafar datang dari tempat kerjanya.


"Mau kemana Far? Mau keluyuran lagi?", tanya ibu Jafar.


"Mau jenguk teman aku Ma di Rumah Sakit", jawabnya.


"Ohh ya dah ati-ati di jalan", ucap Ibu Jafar sambil berjalan ke teras rumah.


Jafar pun pergi menuju rumah Bu Hana.


Beberapa menit kemudian Jafar telah sampai di rumah berlantai dua itu dan memarkirkan sepeda motornya.


Sesampai depan pintu yang sedang tertutup itu Jafar mulai mengetuk pintu dan mengucapkan salam.


Lama juga dia mengetuk pintu itu tanpa ada jawaban dari dalam rumah, padahal sepeda motor milik Bu Hana terlihat ada di depan rumah.


Dia pun menyudahi mengetuk pintu dan duduk di tangga teras sambil membuka handphone untuk menelepon Bu Hana.


Ketika menelepon sebenarnya nada sambungnya berdering tapi tidak di angkat oleh guru bahasanya itu.


Jafar tiba-tiba terkejut dan berdiri ketika terdengar suara seseorang membuka kunci dari dalam.


Pintu rumah itu pun terbuka dan terlihat Hana yang berkacamata keluar.


"Oh Jafar, ayo masuk ke dalam dulu", ajak Hana.


"Iya bu", jawab Jafar.


"Hmm.. Maaf ya Far buka pintunya lama soalnya tadi masih mandi", ucap Hana yang terlihat rambut panjangnya basah.


"Gak papa kok bu", jawab Jafar yang telah duduk di kursi Sofa.


"Bentar aku ambilkan minum dulu", pamit Hana dan pergi ke Dapur.


Sambil menunggu, dia melihat suasana ruang tamu itu dan matanya seketika terfokus sebuah majalah yang sama waktu kemarin ia beli.


Tak lama menunggu, Hana berjalan menuju ruang tamu dengan membawa satu teh botol dingin.


Hana, "Nih Far minum, tadi waktu pulang mampir ke minimarket dulu belanja buat di bawa ke rumah sakit".


Jafar, "aduh aku gak bawa apa-apa tuh Bu".


"gak papa kok Far", ucap Hana dengan menaruh minuman itu di depan Jafar dan langsung duduk di sofa depan Jafar.


Jafar, "kapan berangkat ke sana Bu?".


Hana, "nanti habis magrib, ibu mau ngomong sama kamu dulu".