
"Terus?", Jafar yang mulai penasaran.
"Rissa bilang pikir-pikir dulu, katanya sih besok senin baru menjawabnya", ucap Rio.
"Menurutmu gimana Far?", lanjut Rio dengan bertanya kepada Jafar.
"Ya tunggu aja jawaban Rissa besok senin", jawab Jafar sambil terbangun dari sandarannya dan mulai mengambil sepatu futsalnya untuk dimasukkan ke dalam tas.
Dalam hati Jafar merasa penasaran kenapa Carissa mengajaknya bertemu besok malam.
"Aku pulang duluan ya soalnya ada janji sama teman-temanku", pamit Jafar.
"Oke Far", jawab Rio.
Dengan berjalan keluar dia berpamitan juga ke semua teman futsalnya yang masih mengobrol dan bercanda.
Sampai di tempat parkir dan duduk di sepeda motor miliknya, Jafar mengambil handphone kemudian mengetik pesan whatsapp kepada Carissa yang bertuliskan, "lagi apa?".
Tanpa menunggu balasan, Jafar pergi keluar dari tempat parkir GOR.
Di tempat berbeda dan di waktu yang sama, Carissa menerima pesan whatsapp dari Jafar.
Dia hanya membaca pesan saja tanpa membalas karena takut Jafar menolak ajakannya tadi siang.
Bersamaan itu juga dia malah membalas pesan whatsapp dari Rio yang tulisannya sama persis seperti pesan dari Jafar.
Ketika Carissa berkirim balas pesan whatsapp dengan Rio, ia dikejutkan kakaknya yang masuk ke dalam kamarnya.
"Rissa", panggil Hana yang melihat Carissa sedang duduk bersandar di atas kasur sambil memegang handphone.
"Iya, ada apa kak?", tanya Carissa.
Sambil duduk di kursi belajar, Hana menjawab, "kenapa gak kasih tau kakak kalau Jafar ke sini", ujar kakak Carissa.
"Aku sudah kasih tahu kok sama Ibu kalau teman-teman mau ngerjain tugas sama-sama di rumah", balasnya.
"hayo.. ngerjain sama-sama apa cuma berdua?", tanya kakaknya.
Carissa yang masih berkirim balas pesan whatsapp dengan Rio menjawab, "iya aku cuma berdua sama Jafar".
"Terus kakak kemarin malam juga berduaan aja sama Jafar kan? apalagi juga gak bilang sama aku", tambahnya.
"Kan kakak cuma ngasih buku", jawab Hana.
"Oh ya Ris, menurutmu Jafar tuh orangnya gimana?", tanya Hana.
"Loh bukannya kakak udah punya pacar? apa lagi Jafar kan murid kakak", jawab Carissa sambil meletakkan handphone miliknya.
Kakaknya merengutkan wajahnya dan dengan cepat berkata, "heh.. kok tanya begini jawabnya kesana?".
"Habisnya kakak tanya gitu", ucap Carissa.
"Kayaknya dia cocok loh buat kamu, dia kan pintar dan berprestasi", kata Hana.
"Ngomong-ngomong aku dekat dengannya tuh biar kamu sama Jafar pacaran", tambah Hana.
"Loh Kakak kok sampai segitunya? oh ya besok malam aku janjian ketemuan sama Jafar di Cafe", ucap Carissa.
"Ya semoga dia cocok sama kamu", jawab Hana sambil tersenyum kepada adiknya.
"Oh ya besok kan Ibu sudah pulang, jadi aku pagi-pagi jemput ibu kayaknya nenek udah sembuh", tambahnya.
"Iya kak", kata Carissa yang merasa senang jika kakaknya mendukung ia berpacaran dengan Jafar.
Hana bangun dari kursi dan mengajak Carissa makan malam bersama di bawah, "yuk makan dulu".
"Iya kak, tapi Carissa mandi dulu ya", Carissa menjawab tawaran kakaknya.
"Dasar cewek jorok", ucap Hana sambil berjalan ke luar kamar Carissa.
Jafar terlihat sudah sampai di halaman rumahnya.
Ketika berjalan menuju pintu rumah, tiba-tiba kelopak mata kanannya berkedut. Dalam hati dia berkata, "wah mau dapat rejeki nomplok nih".
Jafar membuka pintu rumahnya dan menemui adiknya yang sedang bermain permainan online di handphone-nya.
"Mama mana?", tanya Jafar kepada adiknya.
"Acara di rumah Bu Bambang", jawab adiknya tanpa memandang kakaknya karena sibuk dengan handphone-nya.
Tanpa bertanya lagi, Jafar berjalan ke kamarnya. Dia bongkar isi tasnya dan melihat sepasang kaos kaki tergeletak di atas kursi lalu dia banting kaos kaki itu dengan kesal.
Kemudia dia ambil handuk yang ada di balik pintu kamarnya lalu bergegas pergi mandi.
Di dalam kamar, Jafar yang telah berpakaian dengan sepatutnya mengambil handphone-nya.
"Hujan", pesan whatsapp yang dia kirim kepada Arfan dan Cesar.
"Terus gimana?", balas Arfan.
Tidak lama Cesar juga membalas, "aku udah di Cafe ini".
Sambil tertawa Jafar membaca balasan dari Cesar karena masih pukul 18.45 temannya itu sudah tiba duluan padahal janjian pukul 19.30.
"Anak buahmu udah di lokasi tuh", balas Jafar kepada Arfan.
"Haduh... dasar anak rajin", isi pesan Arfan.
"kayaknya aku gak diijinin keluar deh Fan soalnya hujannya deras banget", kata Jafar.
"Aku juga pasti gitu Fan, udah biar ku urus si Cesar", jawab Arfan.
"Siap", balas Jafar.
Dengan membawa handphone miliknya, Jafar pergi menuju meja makan untuk makan malam.
Suara hujan deras terdengar sampai dalam ruang makan. Jafar melihat sebuah paket lumayan besar tergeletak di atas meja.
Dengan penasaran dia baca nama pengirim paketannya itu.
HANA YULIANTI JATMIKO, tulisan nama pengirim paket tersebut beserta alamat dan nomor telepon.
"Wah dari Bu Hana nih", ucap Jafar dalam hati.
Dia ambil pisau makan yang ada di meja, lalu membukanya dengan paksa karena tidak sabar dan ingin tau isinya.
Dalam paket tersebut berisikan 4 buah buku besar dan 1 buku kecil.
Dengan ekspresi wajah senang, dalam hati ia berkata , "baik banget Bu Hana sampai si paketin segala".
Lalu ia mengabaikan buku-buku itu dan mulai membuka tudung makanan di meja makan terus duduk dan menikmati makan malamnya.
Beberapa saat setelah makan malam, Jafar membuka handphone-nya dan mengirim ucapan terimakasih kepada Bu Hana.
Setelah itu Jafar beranjak mencuci piring kotornya yang letaknya tidak jauh dari meja makan.
Setelah beres, ia mengambil buku-buku pemberian gurunya menuju kamar dan terlebih dahulu menghampiri adiknya di ruang keluarga.
"Woi.. kalau selesai makan tuh piringnya dicuci", marah Jafar kepada adiknya.
Dengan santai adiknya menjawab, "iya Kak".
Ketika masih membawa buku-buku dengan ke-dua tangannya, Handphone di sakunya berbunyi.
Jafar bergegas ke kamarnya menaruh buku-buku itu di meja belajar miliknya dan dia angkat telepon itu serta terdengar salam dari seorang wanita.
"Makasih loh bu bukunya, kok pakai dikirim segala?", ucap Jafar membuka obrolan di telepon.
Hana yang menelepon menjawab, "iya sama-sama".
"Padahal buku kemarin belum sempet aku baca", ucap Jafar.
"Sekarang kan hujan, ya isi dong waktumu buat baca buku", balas Hana.
"Oh ya.. sekedar mengingatkan, besok jangan lupa ketemu Rissa", tambahnya.
"Kok Ibu tau?", tanya Jafar.
"Ya tentu tau lah, Rissa kan cerita ke aku", jawab Hana.
Dengan posisi masih berdiri, Jafar meminta tolong kepada gurunya, "Bu tolong dong sampaikan ke Rissa, whatsappku sama teleponku di jawab".
"Wah Ibu gak tau kalau masalah itu", tanggapan Hana.
Lalu gurunya itu menambahi, "besok kan kamu ketemuan sama Rissa, apa lagi bisa ngobrol berduaan aja kan?".
"Iya Bu", ucap Jafar.
"Udah ya, aku matiin teleponnya", Hana yang mau mengakhiri obrolan.
"Iya bu maaf merepotkan terus", kata Jafar.
Ucapan salam dari Bu Hana mengakhiri obrolan mereka.
Jafar meletakkan handphone-nya di atas meja dan mulai membaca buku pemberian dari gurunya itu.