Without Looking

Without Looking
Tulisan Carissa



Detak jantung Jafar pun berdetak lebih cepat dari sebelumnya.


Jafar, "ngomong apa bu?".


Hana, "sebenarnya Rissa gak mau ketemu sama kamu Far".


Jafar, "loh maksut Ibu?".


Hana, "iya sekarang Rissa lagi marah sama kamu, ibu aja sebenarnya gak di bolehin ngabarin ke kamu kondisinya sekarang".


Jafar, "lah terus kenapa Ibu ngajak aku ke rumah sakit?".


Hana dengan tersenyum, "minta tolong anterin aku ke rumah sakit, soalnya bawaannya banyak".


Jafar, "nanti Rissa tau aku gimana Bu?".


Hana, "ya kamu jangan masuk ke kamar Rissa, kamu tunggu di luar kamarnya aja".


Jafar, "iya bu saya siap membantu kok".


Hana, "sebenarnya ibu mendukung kok keputusanmu menolak Rissa, soalnya tadi malam Rissa sudah cerita ke Ibu. Mau ngabarin kamu eh gak dibolehin sama dia".


Jafar, "sebenarnya aku mau kita berdua fokus untuk belajar dulu, kan bentar lagi ujian sekolah Bu".


Hana, "iya ibu tau, Rissa-nya aja yang terlalu suka sama kamu".


Jafar, "maaf ya Bu bikin adik ibu jadi begini".


Hana, "bukan salah kamu kok Far, yang terjadi sudah biarkan terjadi. Ibu bantu kok biar kalian berdua rukun lagi".


Jafar, "Jafar terimakasih banget sama bu".


Hana, "udah itukan sudah tugas Ibu membimbing kalian berdua. Di minum tuh teh botolnya".


Jafar akhirnya bernafas lega karena Bu Hana tidak marah kepadanya dan dia pun meminum teh botol pemberian gurunya itu.


"permisi Bu", ucap Jafar sambil mengambil majalah di dekatnya.


Hana, "kenapa Far?".


Jafar terlihat membuka majalah itu dan dia cari pengumuman yang pernah ia baca.


Jafar sambil menunjukkan penguman yang ada di majalah itu berkata, "coba Ibu baca".


Hana pun membaca sambil menyandarkan diri di Sofa.


Hana, "kamu ikut kompetisi ini?".


Jafar, "iya benar bu, kemarin minggu baru aku kerjakan seperempatnya".


Hana, "ini tingkat nasional loh Far, gak main-main pasti yang ikut".


Jafar, "maka dari itu bu Jafar minta tolong bimbingannya".


Hana, "Ibu sih mau aja Far, tapi gak mengganggu persiapan ujian kamu ntar?".


Jafar, "aku akan mengerjakan di hari minggu saja kok bu dan aku harus pintar mengatur waktu".


Hana, "oke ibu tau, setiap minggu kamu buat sekitar 2.000 kata setelah itu kamu cek lagi baru kamu kirimkan ke email atau whatsapp ibu".


Hana, "setelah aku cek, nanti ibu kabarin lagi dan kamu datang ke sini ya".


Jafar, "siap bu, terimakasih Bu Hana mau membimbing aku".


Hana, "bentar ya, aku mau ganti baju dulu terus tolong ya Far tas kresek putih besar di kamar Rissa bawa ke teras".


Jafar, "iya Bu".


Hana pun berjalan menuju kamarnya dan Jafar juga terlihat pergi ke lantai dua.


Jafar buka pintu kamar Carissa yang tak terkunci dan tas kresek yang dimaksut Hana berada di atas kasur milik Carissa.


Dia angkat tas kresek itu dan ternyata di dalamnya adalah bantal dan selimut milik Carissa.


Setelah berniat keluar dari kamar Carissa, Jafar terfokuskan perhatiannya di dinding dekat pintu kamar. Terdapat sebuah gabus yang biasa dibuat mading di sekolah.


Di situ berisikan jadwal pelajaran sekolah, foto Carissa yang sedang liburan dan sebuah tulisan yang membuat Jafar sangat penasaran dan ingin melihat dengan dekat.


Tulisan itu bertuliskan, "JAFAR ANDAI KAMU BUKA BUKU FISIKAMU DENGAN TELITI".


Jafar pun bingung maksut tulisan Carissa itu dan melanjutkan ke luar kamar dan tak lupa menutup pintunya.


Sesampai di teras, Bu Hana belum juga muncul dari dalam kamarnya.


Seketika itu handphone-nya bergetar dalam saku kemudin dia ambil dan baca sebuah pesan whatsapp dari Cesar.


"86", isi pesan Cesar.


Dalam hati Jafar berbicara, "nih bocah apa gak belajar ya?".


Ingin hati mengabaikan pesan whatsapp dari Cesar, tapi akhirnya ia balas juga.


"Belajar woi", balas Jafar sambil berjalan ke luar rumah.


Kemudian Hana keluar dari dalam rumah sambil membawa tas kresek berisikan air mineral dan berbagai roti serta makanan kecil.


Jafar, "kok banyak banget Bu bawaannya?".


Hana, "iya mau pindahan rumah".


Jafar pun tertawa malu dengan candaan Gurunya tersebut.


Hana, "Far, gonceng ya terus nanti pulangnya anterin ibu ke sini lagi. Cuma sebentar kok Far di sana soalnya besok pagi ayah aku datang ke sini".


Jafar, "iya bu, sini Jafar bawakan".


Hana, "udah gak usah, kamu taruh aja motormu di samping rumah situ dan kita naik motor Ibu aja".


Jafar, "iya Bu".


Jafar pun menuruti perintah Hana.


Setelah jafar menaruh sepeda motornya dan sudah siap dengan sepeda motor milik Hana, dia ambil barang-barang bawaan bantal dan selimut lalu dia taruh depan dekat kakinya.


"Ayo Bu", ajak Jafar yang melihat Hana sedang mengunci pintu rumah lalu menghampirinya.


Jafar dan Hana pun berboncengan pergi menuju ke rumah sakit di tempat Carissa dirawat.