
Sebuah Gelas kaca berisi Es Sirup berwarna merah terjajar dengan sebuah vas bunga di meja tamu.
Hana terlihat duduk di kursi tamu sambil mengobrol dengan Ibu Jafar.
Tak lama kemudian, Jafar menghampiri mereka dari arah ruang keluarga dan duduk di kursi kosong.
Jafar, "Maaf Bu ada yang bisa dibantu?".
"Maaf ya Bu, saya tinggal ke belakang dulu, silahkan di minum", ujar Ibu Jafar yang pergi meninggalkan Bu Hana dan Jafar.
"Maaf gak kabar-kabar dulu kesini", ucap Hana kepada Jafar.
Jafar, "Gak apa-apa Bu, emang ada apa sampai repot-repot ke sini?".
Hana, "Mau ajak kamu ke luar".
Jafar, "Loh.. kemana Bu?".
Hana, "Udah ganti pakaian sana".
"Permisi Bu", ucap Jafar sambil beranjak pergi ke Kamarnya.
Hana menunggu Jafar dengan menghabiskan minuman yang disajikan oleh Ibu Jafar.
Tak pakai lama, Jafar muncul di hadapan Hana dengan berpakaian rapi tanpa membawa tas.
"Yuk pergi langsung, panggil dong Ibu mu", ucap Hana yang berdiri dari duduknya.
"Sebentar ya Bu", jawab Jafar kemudian pergi ke arah dapur.
Hana nampak menunggu di teras rumah dan dari dalam rumah muncul Jafar tanpa terlihat Ibunya.
Hana, "Loh mana Ibu mu?".
Jafar, "Sedang mandi Bu, tapi saya sudah pamit kok".
Hana, "Yuk berangkat pakai sepeda motor Ibu dan ambil helm mu".
Jafar pun membonceng Bu Hana pergi menuju aspal jalanan yang diterangi lampu jalan.
"Sebenarnya mau kemana nih Bu?", ucap Jafar sambil mengendari motor.
"Kita mampir dulu ke Toko Buku", jawab Hana.
Jafar, "Siap Bu".
Di salah satu Rak, Hana mengambil sebuah buku catatan harian dengan sampul berwarna biru berhias huruf perak.
Tak hanya mengambil buku saja, Hana juga mengambil gulungan kertas kodo di sudut toko buku itu dan langsung menuju meja kasir.
Setelah memberikan uang pembayaran belanjaannya dan membalikkan badan, Hana terkejut karena dari tadi Jafar ada di belakangnya.
"Loh Far, Ibu kira kamu nunggu di luar tadi", ucap Hana.
"Beli ini bu", Jafar sambil meletakkan flashdisk putih di meja kasir.
"55.000 harganya", kata kasir laki-laki itu.
Jafar pun merogoh dompet di saku belakangnya dan tiba-tiba terhenti ketika Hana menyodorkan uang kepada kasir itu.
Hana mengambil belanjaan Jafar yang sudah terbungkus kresek putih di meja kemudian pergi keluar toko dibarengi Jafar.
Sesampai di sepeda motor, Jafar menyodorkan selembar uang 100.000 kepada Hana tapi ditolaknya, "Simpan saja uangmu, anggap aja hadiah dari Ibu".
"Terimakasih banyak Bu, lalu kita lanjut kemana Bu?", ujar Jafar.
Hana, "Kita ke rumah Bu Aisha, rumahnya deket dari sini, nanti ibu tunjuk jalannya".
"Siap Bu", jawab Jafar sambil melihat Bu Hana menaiki motor lewat kaca spion.
Di lain tempat, Carissa sedang mengobrol dengan ayahnya di kamar milik Hana kakaknya.
Pak Miko, "Kapan kamu mau masuk sekolah?".
Carissa, "kamis paling yah, terus ayah sendiri kapan kembali kerja?".
"Besok pagi sudah berangkat, yang pintar kalau sekolah biar bisa jadi istri solehah", kata Pak Miko sambil tertawa.
Carissa, "Kenapa sih bercanda terus Ayah nih".
Pak Miko, "Pacarnya mana? ayah tunggu kok belum jenguk Rissa dari tadi?".
Carissa, "Gak mau punya".
Pak Miko, "Gak boleh gitu Ris, lihat tuh kakak mu aja udah punya pacar".
Carissa, "Emang Rissa pikirin?".
Hana dan Jafar pun mulai tiba di rumah Bu Aisha dan di sambut oleh pemiliknya untuk mempersilahkan masuk rumah.