
Setelah menempuh perjalanan selama 15 menit akhirnya mereka sampai di Rumah Sakit.
"Udah parkir sini saja Far", ucap Hana sambil menepuk pundak Jafar.
Jafar pun akhirnya menghentikan laju motor dan memarkirkannya.
"tolong bawakan barang Rissa ya", perintah Hana yang turun dari sepeda motor dan menaruh helmnya di atas jok motor.
"Iya Bu", jawab Jafar.
Mereka berjalan masuk ke dalam rumah sakit yang ramai karena bersamaan dengan jam besuk / kunjungan.
"masih jauh ya Bu?", tanya Jafar ketika melewati lorong sebelah UGD rumah sakit itu.
"Deket kok tinggal naik tangga di depan situ", jawab Hana.
Mereka akhirnya sampai di kamar berpintu kayu dan bercat putih yang di kiri pintu itu terdapat jendela bertirai hijau.
Hana, "Far, kamu tunggu di depan sini dulu ya".
"iya bu aku tunggu di sini saja", jawab Jafar dengan memberikaan barang Carissa kepada Hana.
Hana pun membuka pintu kamar itu dan masuk ke dalam.
Dari luar kamar itu, Jafar hanya melihat kaki berselimut kain di atas ranjang dan ibu Carissa yang duduk di kursi samping ranjang.
Dari luar kamar juga Jafar bisa mendengar obrolan mereka di dalam.
Carissa, "kok baru ke sini? Titipanku di bawa gak?.
"nih selimut kesayanganmu", jawab Hana sambil mengeluarkan barang milik Carissa.
Carissa, "di sekolah tadi ada temen sekelasku nemuin kakak gak?".
Hana, "gak ada tuh, emang kenapa?".
Carissa, "gak papa tanya aja".
"nih dari Bu Aisha, orangnya gak bisa kesini, terus aku disuruh kasih ini ke kamu", ucap Hana sambil memberikan sebungkus kwaci kesukaannya.
Carissa, "bilangin makasih ya kak ke Bu Aisha besok".
Hana, "iya aku sampein besok".
"Kata dokter gimana Bu? Kapan Carissa pulang?", tanya Hana kepada Ibunya yang sedang duduk.
"Besok boleh pulang, tapi harus di jemput sama mobil", jawab Ibu mereka.
Hana, "ayah kan besok pulang ke rumah dan biar besok pakek mobilnya mbak Aisha aja".
"Riss.. kakak malam ini gak nginap loh kan tadi malam sudah kakak temeni", ucap Hana kepada Carissa.
Carissa, "iy gak papa kak, berani di rumah sendirian?".
Hana, "berani lah kan rumah sendiri, gak kayak kamu ke kamar ja minta ditemeni Jafar".
Carissa, "ihh kenapa sih bahas dia segala?".
Jafar yang duduk di depan kamar menguping obrolan mereka di dalam dan tiba-tiba handphone miliknya bergetar dalam saku.
Rio teman futsalnya menelepon dirinya.
Jafar, "halo Rio, ada apa ya?".
Rio, "gak papa kok Far cuma mau tanya aja".
Jafar, "oh iya boleh kok".
Di dalam kamar Carissa mendengar suara Jafar dari luar.
Carissa, "kak kok ada suara Jafar di luar?".
Hana, "masak sih? Coba aku cek ke luar".
Hana pun berjalan ke luar kamar dan menghampiri Jafar yang sedang menelepon.
Dengan menepuk lengan Jafar, Hana berkata dengan pelan, "heh.. Rissa dengar suaramu, agak jauh sana".
"Maaf bu", jawab Jafar lalu pergi menjauh dari Kamar Carissa dan Hana kembali masuk kamar.
Carissa, "sapa kak?".
Hana, "tamu kamar sebelah Ris".
Carissa, "kok persis ya sama suara Jafar?".
"bisa-bisa nanti semua cowok yang kamu lihat persis Jafar semua Ris", jawab Hana sambil tertawa.
Carissa, "ih kakak kok gitu".
Ibu mereka, "ati-ati loh di jalan Han".
"iya pasti Bu, gak kayak adikku ini", jawab Hana sambil mencubit pipi Carissa.
Carissa, "aduhh kak...".
Hana, "besok kalau sudah pulang dan sudah di rumah jangan ngerepotin aku ya?".
Carissa, "terserah aku lah, dah sana pulang".
"Pergi dulu buk", pamit Hana kepada Ibunya dan beranjak pergi ke luar kamar lalu menutup pintu tersebut.
Di depan kamar tersebut tidak ada Jafar dan setelah hana menengok kanan kiri ternyata Jafar berada di kursi dekat dengan tangga turun.
Hana dan Jafar pun turun menuju tempat parkir sepeda motor dan pergi berboncengan meninggalkan rumah sakit.
Di tengah perjalan pulang, Hana yang duduk dibelakang berkata kepada Jafar, "Far aku lapar nih, cari tempat makan ya".
Jafar, "makan dimana bu?".
Hana, "lampu merah depan itu belok kiri terus nanti di kiri jalan ada restoran".
"siap Bu", jawab Jafar lalu menambah kecepatan motornya.
Mereka sudah sampai di sebuah restoran cepat saji berlantai dua yang terlihat ramai pengunjungnya.
Setelah mereka berdua sampai depan kasir, Hana menyuruh Jafar, "Far kamu cari tempat kosong ya di atas. Makananmu biar aku pilihin".
"Iya bu", jawab Jafar dan menuju lantai dua.
Jafar sedang mencari tempat kosong di lantai dua tapi tidak segera menemukan.
Setelah melirik di kursi dekat jendela, penghuni sebelumnya terlihat mulai beranjak dari tempatnya dan sudah selesai makan.
Dengan cepat Jafar bergegas ke tempat kosong itu dan tak lama itu pelayan pembersih meja membereskan bekas di atas meja.
Setelah beberapa menit menunggu, Bu Hana terlihat muncul dari tangga dengan membawa nampan berisikan makanan dan minuman.
Jafar hanya melambaikan tangannya ke atas kepada Hana agar tau keberadaannya.
Dengan sekilas Hana tau dan berjalan menuju tempat Jafar.
Hana taruh nampan di atas meja dan menyodorkan sekotak nasi dan ayam goreng kepada Jafar lalu duduk.
"Kamu mau minum ini apa yang ini Far?", tawar Hana dengan menunjukkan 2 gelas plastik putih besar berisi minuman.
Jafar bertanya balik, "Bedanya apa bu?".
Hana terlihat tersenyum lalu menjawab, "gak ada bedanya cuma ini sedotannya biru dan yang itu merah".
"Yang sedotan merah ni saja", ucap Jafar sambil mengambil minuman tersebut.
Mereka berdua pun mulai makan makanan cepat saji tersebut.
Ditengah makan, Bu Hana bertanya pada Jafar, "kamu suka gak sama Rissa?".
Jafar, "duh kok ibu tanya kayak gitu?".
Hana, "ya kan aku pengen tau Far, gak bakalan cerita ke Rissa kok".
Jafar, "tadi sore kan aku sudah cerita ke Ibu kalau aku mau fokus belajar dulu"
Hana, "itu kan jawaban di pikiranmu far, kalau jawaban di hatimu gimana?"
Jafar, "tapi janji ya bu gak akan cerita ke Rissa, aku takut kenapa-kenapa dengan Rissa."
Hana, "iya aku janji".
Jafar, "mmhh.. maaf sebelumnya Bu, sebenarnya aku gak suka sama adik ibu".
Hana, "gak usah minta maaf kok, suka gak suka kan hak semua orang"
Jafar, "sebenarnya ada wanita yang aku suka Bu, nanti setelah aku lulus sekolah aku akan menyatakan perasaanku, jadi aku harus fokus dulu dengan belajar"
Hana, "semoga saja dia menerimamu Far"
Jafar tersenyum lalu menjawab, "iya bu semoga"
Hana, "oh ya besok naskah cerpen yang kamu kerjakan kemarin tolong kirim ke Ibu ya".
Jafar yang sudah menghabiskan makannya menjawab, "Iya Bu", kemudian mengambil gelas minumannya.
"kalau Bu Hana sama pacarnya gimana?", tanya Jafar yang membuat Hana terkejut.
Hana, "jangan bahas pacar Ibu dong Far"
Ketika Jafar sedang menyedot minumannya, tiba-tiba seseorang pria yang sedang berdiri di belakang Hana berkata, "wah... sama sapa nih".