
Jafar, "tapi kan orang tuanya Mas Andra berpengaruh di sekolah Bu, kalau ibu dikeluarkan bagaimana?".
"Kalau keluar dari sekolah ya ibu terima kok, udah jangan dipikir terlalu rumit yang penting merdeka", ucap Hana dengan semangat.
Waitres pun tiba dengan membawakan 2 gelas minuman dan piring kecil berisi kentang goreng pesanan mereka.
Hana, "Far, maaf ya mengganggu waktu belajarmu malam ni".
"Gak apa-apa Bu, untung gak da tugas rumah bu", jawab Jafar dengan tertawa.
Setelah berjam-jam mereka mengisi perut dan di isi dengan obrolan tentang prospek kompetisi yang Jafar ikuti, akhirnya mereka ke luar dari Cafe itu dan menuju tempat parkir.
Ketika Hana memakai helmnya, terdengar suara yang mengagetkannya.
Pria berjaket kulit yang mengenal Hana, itu berkata dengan nada tinggi, "Han, aku cari kamu kemana-mana ternyata kamunya di sini",
"Ngapain kamu ke sini Dra?", jawab Hana dan ternyata dia adalah Andra mantan pacar Hana.
Andra, "Kenapa kamu minta putus sepihak gini?".
Hana, "Kalau gak da kecocokan ngapain dilanjutin".
Andra, "Gak terima aku".
Hana, "udah pergi sana".
Hana menghiraukan andra dan naik motor yang di kemudikan Jafar.
Andra pun memegangi tangan kiri Jafar yang bersiap pergi, "Berhenti lu bocah".
Dengan terkejut dengan perlakuan Andra kepadanya membuat Jafar menghentikan niatnya untuk pergi.
Hana yang duduk di belakang, menepis tangan Andra yang sedang memegangi tangan Jafar lalu Hana mengkode kepada Jafar untuk segera pergi dengan menepuk bahunya.
"Awas kamu Han", kata terakhirnya kepada Hana dengan mengancam.
Mereka berdua pun pergi meninggalkan Cafe itu.
"Maaf ya Far kelakuan Andra", ucap Hana di tengah perjalanan pulang.
"Kata Ibu tadi gak usah dipikir terlalu rumit yang penting merdeka", jawab Jafar demi menghibur gurunya.
Mereka berdua pun tertawa bersama di jalan dan tak lama kemudian sampailah di rumah Jafar.
Ibu Jafar pun mengetahui kepulangan mereka dari suara sepeda motor dan membukakan pintu rumah serta menyambut.
Ibu Jafar, "gak apa-apa kok Bu, ayo masuk dulu".
Hana, "makasih Bu, saya langsung pamit pulang".
Ibu Jafar, "Ati-ati loh Bu, jalannya udah gelap".
"Iya bu", ucap Hana dengan berjalan kembali ke arah sepeda motornya.
Hana pun pergi dari halaman rumah Jafar.
Ibu Jafar, "Enak ya bisa jadi Guru, gak kayak mama", kata Ibu Jafar ketika Jafar lewat depannya untuk masuk ke dalam rumah.
Jafar, "Ada apa ma?".
Ibu Jafar, "Gak apa-apa, kok gak bawa oleh-oleh? katanya guru mu tadi ngajak kamu ke acara ulang tahun temenmu?".
"Kan bukan acara rekreasi ma", jawab Jafar yang pergi masuk menuju kamarnya.
Jam tangan Jafar sudah menunjukkan pukul 9 malam dan Jafar terlihat rebahan di atas ranjangnya.
Mata yang belum merasakan kantuk, membuat Jafar berniat membaca buku salah satu pemberian dari gurunya untuk bahan cerpennya.
Niatan itu terhenti ketika terdengar notifikasi Whatsapp dari handphonenya yang berada di meja.
"Q sdh smpk rmah, salam merdeka", isi WA dari Hana.
Dengan cepat Jafar menjawab,
"😅😅😅".
"Trimakasih Bu sudah dibayarin FD n ditraktir mkan jga 🙏🙏🙏".
Hana,
"Sama-sama 👍".
"Belajar yg giat biar lulus n dpt juara 💪".
Jafar, "Siap Bu".
Tak diduga oleh Jafar, Hana mengirimkan foto yang terpampang tulisan, "JAFAR ANDAI KAMU BUKA BUKU FISIKAMU DENGAN TELITI".
"Apa maksut dri tulisan Rissa ini Far?", lanjut WA dari Hana.