Without Looking

Without Looking
Pulang



Terdengar suara pintu terbuka yang mengejutkan Carissa yang berada di dalam kamar.


"Pagi.. Ayah datang dan bawa sarapan", ujar Pak Miko yang merupakan Ayah Hana dan Carissa dan sambil menenteng kresek makanan.


Carissa sendiri terlihat sedang duduk bersandar dan menyantap makanan yang disediakan oleh rumah sakit.


"Ayah....", panggil Carissa.


"Salah kamar nih Han", canda Pak Miko.


Hana yang berada di belakang ayahnya menanggapi candaan itu, "Ini kan kamar inkubator buat bayi".


"Ayah dan kakak durhaka", jawab Carissa dengan geram.


Ibu mereka terlihat ke luar dari kamar mandi sambil tertawa.


"Gimana kondisi Rissa Buk?", tanya Pak Miko kepada istrinya.


"Rissa boleh pulang hari ini", jawab Bu Miko.


Bu Miko melanjutkan bertanya kepada Hana, "Han, gimana Bu Aisha? apa bisa ke sini?".


Hana, "Bisa buk, lagi perjalanan ke sini".


Pak Miko, "Ibuk sarapan dulu, nih nasi bungkus tadi beli".


Sambil menerima bungkusan nasi, Bu Miko menjawab, "Iya yah, ayah sudah?".


"Sudah", jawab Pak Miko.


Setelah hampir satu jam bercengkrama, mereka berempat mempersilah masuk Bu Aisha yang sudah tiba di kamar Carissa dirawat.


"Gimana udah siap pulang gak Ris? apa kerasan di sini?", tanya Bu Aisha kepada Carissa yang duduk di pinggir ranjang dengan kaki terbalut kain menggantung ke bawah.


"Hehehe.. Serem di sini Bu. Kangen banget tidur di kamar tersayangku bu", jawab Carissa.


"Maaf Pak Jatmiko, barang Rissa bisa ditaruh mobil dahulu", ijin Bu Aisha kepada Pak Miko.


Pak Miko, "Iya Bu Aisha, saya sama Hana aja yang bawa turun".


Bu Aisha, "Ini Han kuncinya".


Hana pun menerima kunci mobil Bu Aisha dan pergi keluar membawa barang-barang bersama ayahnya.


*****


Di lain waktu dan tempat, Jafar terlihat pulang dari sekolah dan berboncengan dengan Arfan untuk mengantarnya pulang.


Mereka berdua akhirnya tiba di rumah Arfan yang sederhana berpagar itu.


"Mampir gak Far?", tawar Arfan.


Jafar, "Gak Fan langsung pulang ja aku".


"Oke.. Ati-ati di jalan", salam Arfan yang dibarengi Jafar menarik gas motornya untuk pergi pulang.


Ketika setelah lama perjalanan, akhirnya Pagar rumahnya mulai terlihat dari belokan terakhir sebelum sampai, seketika itu Handphone di sakunya bergetar.


Jafar menghiraukan getaran dari Handphonenya itu, agar segera sampai di rumahnya.


Setiba di rumahnya dan memarkirkan motornya, Jafar mengecek panggilan yang tadi ia terima.


Dua panggilan tak terjawab berasal dari nomor tidak bernama.


"Nomer siapa ya ini? pulsa habis juga ni", kata Jafar dalam hati.


Setelah berganti pakain, telepon dari nomer tadi kembali masuk dan Jafar menjawabnya.


Jafar, "Hallo..".


"Far, ni Bu Aisha", jawab wanita dalam telephone.


Jafar, "Iya, maaf Bu ada apa?".


Bu Aisha, "Ibu cuma di suruh Hana ngabarin kamu kalau Rissa sudah ada di rumah sekarang".


Jafar, "Makasih Bu informasinya, Syukur Rissa sudah pulang ke rumah".


"Udah ya Far, Bye", seketika Bu Aisha menutup telephonenya.


Dengan hati tenang Jafar merebahkan dirinya di atas ranjangnya.


Jam telah berlalu, jam tangan Jafar yang berada di meja menunjukkan pukul 17.45 dan Jafar bangun dari tidur sorenya.


Ketika ia ke luar kamar dan karena kamarnya berhadapan dengan ruang tamu, Jafar terkejut karena melihat Bu Hana duduk berbincang dengan Ibunya.


Jafar, "Bu Hana, ada apa Bu?".


"Udah pergi mandi dulu sana", jawab Ibu Jafar sambil melotot ke arah Jafar.


Seketika Jafar berlari ke kamar mandi dan terlihat syok melihat Gurunya berkunjung ke Rumahnya.