
Senja melimpahkan cahayanya melalui jendela besar di ruang makan mewah gubernur. Suasana yang harusnya meriah, kini diwarnai oleh ketegangan yang menggelayuti seluruh ruangan. Dari kejauhan sirine polisi mulai terdengar.
Gubernur Robert tiba dengan santai, sambil bertepuk tangan seolah-olah merayakan kemenangan Wirapati atas The Clown. "Clap! Clap! Clap! Wirapati, kau benar-benar pahlawan kita hari ini!" katanya dengan nada berlagak.
Wirapati merasa sesuatu yang tidak beres. Ia telah terperangkap dalam sesuatu yang jauh lebih dalam dari yang dia perkirakan. Namun, ia memilih untuk tetap tenang dan berwaspada. "Pak Robert, anda sudah membahayakan warga dengan tindakan The Silent, anda sebaiknya menyerahkan diri!", teriak Wirapati sambil mengepalkan tangan.
"Bawa dia!", perintah gubernur Robert kepada bawahannya. Beberapa orang bawahan Robert datang dan membawa The Clown yang masih tidak berdaya keluar dari ruangan.
Wirapati bisa merasakan sesuatu yang lebih gelap sedang bersembunyi di balik pintu. "Tampaknya tamu undangan kita sudah tak sabar untuk menyambut hidangan utama kita", kata Robert.
Tiba-tiba, seorang wanita muncul dari balik pintu, Evelyn Morgan, yang dikenal sebagai The Whisperer. Penampilannya menawan, dengan rambut cokelat gelap yang panjang mengalir, mata biru yang tajam, dan senyuman yang penuh misteri. Kehadirannya saja sudah cukup untuk membuat suasana semakin tegang. "Kau terlihat lebih tampan jika dari dekat", goda Evelyn.
Evelyn datang dan menatap mata Wirapati dengan tajamnya. Lalu Wirapati merasa tubuhnya tiba-tiba kaku tak mampu bergerak. "Si siapa kamu!? Lepaskan aku!", teriak Wirapati.
"Perkenalkan namaku Evelyn Morgan, atau orang-orang memanggilku The Whisperer", suara itu terdengar dalam pikiran Wirapati.
"Apa yang kau inginkan?!", kata Wirapati dalam pikirannya.
"Aku menginginkan kekuatanmu, Wirapati!", suara Evelyn menggema dalam pikiran Wirapati.
"Kau takkan mampu mendapatkannya! Lepaskan aku!", teriak Wirapati dalam pikirannya yang sudah dikuasai oleh The Whisperer. Sementara sirine polisi semakin dekat.
Tangan Wirapati secara otomatis menggenggam erat baju Gubernur Robert. Ia tidak bisa bergerak, merasa seperti ada sesuatu yang mengendalikan tubuhnya, tangannya naik ke atas secara perlahan, mengangkat Gubernur ke udara.
Matanya berusaha mencari petunjuk, tetapi Evelyn hanya tersenyum dengan anggun. "Kau sangat lemah, Wirapati", kata Evelyn atau The Whisperer. Kemampuan The Whiperer mampu membaca, mengendalikan pikiran orang lain.
Di luar, sirine polisi mulai terdengar mendekat. "Buka pintunya!", kata seorang komandan polisi. Dalam sekejap, pintu terbuka dengan keras, dan para polisi berseragam bersenjata masuk dengan cepat.
Mereka tercengang saat melihat Wirapati mengangkat Gubernur dengan tangan kosong. Sementara Evelyn sudah menjauh bersembunyi, tetapi pikiran Wirapati tetap dalam kendalinya.
Namun, situasi semakin rumit. Beberapa media televisi nasional telah merekam seluruh insiden ini dari kejauhan dan penonton di seluruh negeri menyaksikan adegan yang tak terduga ini dengan tegang. Ini adalah pertunjukan yang membuat mereka tidak bisa berkedip. "Tolong aku! Dia ingin membunuhku!", teriak Gubernur Robert. Lalu pasukan polisi membentuk barisan mereka dan memperiapkan senjata mereka siaga.
"Wirapati! Lepaskan Gubernur Robert!", teriak seorang komandan polisi sambil menodongkan senjatanya. Wirapati akhirnya menyadari apa yang terjadi, dan dengan susah payah melepaskan pegangan pada baju Gubernur Robert.
"Aku tak mampu berbicara", ucap Wirapati dalam hati. "Tenang sayang, semua sudah sesuai rencana, ahahahaaha!", teriak The Whiperer dalam pikiran Wirapati.
Dalam sekejap, Wirapati melompat keluar dari jendela tinggi, diikuti oleh suara tembakan dari senjata polisi yang hanya melesat di belakangnya. Dia tahu bahwa dia harus menghilang, setidaknya untuk sementara waktu. Sementara gubernur Robert yang terjatuh segera mendapatkan pertolongan petugas khusus.
...----------------...
Beberapa saat kemudian, dalam ruangan puluhan wartawan masuk meminta keterangan Gubernur tentang apa yang baru saja terjadi, Gubernur Robert memberikan datang kesaksian palsu bahwa dia adalah korban dalam situasi ini. Dia berpura-pura lemah dan terluka akibat serangan yang baru saja terjadi, seolah-olah dia adalah korban yang tak berdaya. Dukungan media yang dikuasainya segera menyebarkan berita palsu ini ke seluruh negeri.
Seorang reporter berita membawakan kabar, "Kami berada di depan gedung gubernur, di mana sebuah insiden tak terduga baru saja terjadi. Gubernur Robert terlihat dalam kondisi terluka parah dan tak berdaya. Kami sekarang akan mendengarkan kesaksian langsung dari Gubernur."
Gubernur Robert berbicara dengan berpura-pura lemah dan tak berdaya, "Terima kasih, semua. Saya merasa sangat tergoncang oleh insiden ini. Saya hanyalah seorang pejabat yang berusaha menjalankan tugas saya dengan baik untuk warga dan negara ini."
Seorang wartawan laki-laki lain menanyakan pertanyaan, "Pak Gubernur, bisakah anda menceritakan secara detail apa yang terjadi tadi?"
Gubernur Robert menghela nafas, berpura-pura sedih, "Tentu saja, saya akan menceritakan semuanya.. saya duduk di sini, berbicara dengan Wirapati tentang keamanan kota kita. Wirapati sudah saya anggap sebagai pahlawan kota kita, karena dia sudah berhasil menggagalkan aksi The Silent, para perampok-perampok brengsek itu. Tetapi tiba-tiba, dia...",
Robert menahan air mata palsu "dia tiba-tiba... mengangkat saya dari kursi, dia menarik baju saya ke atas. Saya tidak bisa bergerak, dan tangan saya naik ke atas lalu dia mengancam saya untuk memberinya upah atas yang sudah dilakukannya".
Wartawan lain mengangkat mikrofonnya, "Sungguh mengerikan! Bagaimana perasaan anda saat itu, Pak Gubernur?"
Gubernur Robert berpura-pura merasa traumatik, "Sangat mengerikan, sungguh. Saya merasa seperti hidup saya benar-benar terancam. Itu adalah pengalaman yang sangat mengerikan..."
Reporter itu berkata lagi, "Kami juga melihat rekaman video adegan itu. Bagaimana menurut anda Wirapati bisa memiliki kekuatan seperti itu?"
Gubernur Robert berpura-pura bingung, "Saya juga tidak tahu. Ini adalah pertama kalinya saya melihat ada orang dengan kekuatan dan kemampuan seperti itu. Saya hanya beruntung bisa selamat dari insiden ini..."
Reporter tadi melanjutkan, "Terima kasih, Tuan Gubernur. Kami berdoa untuk kesembuhan anda. Kembali ke studio."
Pertunjukan drama ini disaksikan oleh ribuan orang di seluruh negeri melalui siaran langsung televisi. Kesaksian palsu Gubernur Robert berhasil membuat banyak orang percaya bahwa Wirapati adalah penjahat dalam insiden tersebut, sementara kenyataannya jauh lebih rumit dari itu.
Seiring berita ini menyebar, demonstrasi pun pecah di mana-mana. Massa yang marah dan kecewa mendemonstrasikan kemarahan mereka. Mereka menghujat Wirapati sebagai pengkhianat dan penjahat. Gubernur Robert telah mengelabui semua orang dengan taktiknya yang licik.
Inilah babak baru dalam pertempuran Wirapati, di mana tidak hanya menghadapi kejahatan The Silent tetapi juga intrik politik dan kebohongan yang dirancang untuk menjatuhkannya. Wirapati harus menemukan cara untuk membersihkan namanya dan mengungkap kebenaran di balik semua ini, sementara The Silent masih berada di luar sana, mengancam kota dengan kejahatannya.