
Kota Jakarta, setelah melalui masa-masa sulit, perlahan mulai pulih. Bangunan-bangunan yang roboh kini sedang dalam tahap pembangunan ulang, dan jalan-jalan yang rusak sedang diperbaiki. Semangat pemulihan menggelora kembali di seluruh kota. Warga kota yang kuat mulai melanjutkan aktivitas mereka dengan semangat yang baru.
Namun, Naga anak dari keluarga kaya raya pewaris Santiago Industries. Ayahnya, Franky Mahesa Santiago, seorang pebisnis sukses, memiliki hidup mewah dengan tenggelam dalam pekerjaan yang tak pernah ada habisnya. Ini meninggalkan Naga sendirian dalam selimut kesepian dan kesedihan yang mendalam sejak masa kecilnya. Ibu Naga, Rebecca meninggal sejak Naga masih kecil.
Hubungan Naga dengan ayahnya tidak pernah harmonis. Mereka sering terlibat dalam pertengkaran sengit, terutama ketika Naga merasa ditinggalkan oleh ayahnya yang selalu sibuk dengan urusan bisnis.
Dialog percekcokan antara Naga dan ayahnya sering terjadi, "Ayah, mengapa tidak pernah ada waktu untukku? Kenapa ayah selalu sibuk bekerja?", tanya seorang Naga yang masih kecil.
"Ini adalah dunia yang keras, Naga. Kamu harus tahu bagaimana bertahan. Kehidupan ini tidaklah mudah", kata Franky santai.
"Tapi aku butuh ayah, bukan hanya harta dan uang", ucap Naga lagi. Ayahnya hanya tersenyum meninggalkannya bersama pengasuhnya. Naga tumbuh menjadi anak yang kesepian, sebelum akhirnya dia bertemu dengan sahabat-sahabatnya, Bima, Lestari dan Dion.
...----------------...
Suatu hari, suara bisikan misterius terdengar olehnya. "Naga, waktumu sudah tiba", suara laki-laki itu terdengar sangat lantang. Suara itu seakan memanggilnya, membimbingnya ke suatu tempat. Naga yang penasaran mengikuti suara itu, hingga akhirnya, dia menemukan sebuah rak buku tua, lalu ia membuka rak buku itu dan tanpa di sadari tangannya menyentuh sebuah tuas, hingga akhirnya rak lemari itu bergeser. Sebuah pintu rahasi berdiri kokoh di hadapannya. Lalu Naga dengan penasaran membuka pintu itu.
Pintu itu terbuka mengungkapkan sebuah ruangan yang gelap, berisi koleksi penuh dengan benda-benda kuno, buku-buku ajaib, dan artefak kuno. Semuanya tampak sangat tua dan memiliki aura kekuatan yang kuat. Naga merasa seperti ada yang merangkulnya, menariknya ke dalam dunia yang baru. Dia menemukan sebuah artefak batu kristal yang hilang dari museum nasional, batu itu terukir sebuah simbol tua sejak jutaan tahun yang lalu.
Sementara dia menyelidiki ruangan itu, dia menemukan sebuah buku kuno yang menceritakan sejarah Nagapati. Halaman-halaman itu mengungkapkan kejadian-kejadian gelap dan kekejaman yang pernah dilakukan oleh Nagapati pada masa lalu. Dia adalah seorang panglima terkuat di kerajaan Wiratama pada zaman purba. Naga seakan dibawa kembali pada masa itu. Naga seperti ditarik dalam suatu dimensi yang berbeda.
Beberapa saat kemudian dia merasakan dirinya berada diatas awan. Suara bisikan misterius itu kembali datang, kali ini lebih kuat daripada sebelumnya, suara itu sangat nyata.
Suara itu berkata, "Kamu adalah pewaris kekuatan ini, Naga. Kamu adalah Nagapati yang baru." Sosok seorang pria dengan kostum berwarna merah dan hitam. Topeng berbentuk tengkorak menutup wajahnya. Ditangannya adalah tombak dengan api yang menyala-nyala di ujungnya.
"Aku? Pewaris? Bagaimana mungkin? Aku sudah cacat. Lihatlah kakiku, berlari saja aku tak mampu", kata Naga.
"Kekuatanku akan memulihkanmu, nak", Nagapati terdiam sejenak, "Yang kau harus lakukan hanya menyerahkan seluruh jiwamu tunduk kepadaku, maka semua yang kau inginkan akan terwujud", lanjutnya.
Naga hanya terdiam tercengang dengan apa yang dilihatnya. Kemudian awan-awan itu semakin lebat menutup semua penglihatan Naga dan dia sudah kembali tersadar.
Naga tersadar dirinya berada di ruangan rahasia itu. Kekuatan Nagapati telah diwariskan kepadanya. Dan hatinya kini dikuasai oleh kegelapan. Naga menyimpan dendam, dan kebencian yang mendalam kepada ayahnya.
Dengan kekuatan yang terus tumbuh di dalam dirinya, Naga telah dibutakan oleh kekuatan Nagapati. Sihir kegelapan telah memakannya.
...----------------...
Panglima tertinggi kerjaan Wiratama bernama Mahesa, seorang prajurit terkuat yang dipilih langsung oleh Raja Wiratama untuk memimpin pasukannya.
Panglima Mahesa adalah sosok pemberani yang gagah dan dikagumi seluruh penduduk Wiratama. Sebelum seorang penyihir gelap datang menyusup di kehidupannya, lalu menjadi istrinya.
Karmelia, dia menyebut dirinya. Sosok jahat yang menguasai sihir kegelapan tingkat tinggi. Dia merasuki jiwa suaminya Mahesa, merebut jiwanya dan meracuni hatinya dengan kegelapan. Mahesa menjadi sosok yang pemarah, penuh dendam dan penuh dengan kedengkian.
"Bawakan aku jantung naga itu sayang, akan ku beri kau kekuatan yang tak ada habis-habisnya!", ucap Karmelia.
Naga yang ia maksud adalah Naga api penjaga gunung, Naga terkuat di bumi ini, kekuatannya mampu menghancurkan kota dalam hitungan detik. Naga ini mampu menciptakan bencana alam yang sangat hebat.
"Baiklah sayang, demi kekuatan itu aku akan bawakan untukmu jantung Naga api itu!", tegas Panglima Mahesa.
Dengan penuh keberanian Mahesa melakukan perjalanan yang panjang dan jauh, menuju ke gunung api. Tempat yang selalu ditakuti semua orang. Perjalanan Mahesa tidaklah mudah, ia harus melewati ratusan tantangan seperti serangan hewan buas hingga badai yang taruhannya adalah nyawa.
Setelah lebih dari dua bulan perjalanan, Mahesa tiba di puncak sebuah gunung api, asap lahar panas mengepul diatasnya siap menyemburkan muntahannya ke udara. Lalu akhirnya ia menemukan sebuah goa lava, dengan kerak-kerak sungai lava kecil yang mengalir, lava yang terbakar itu menyinari tiap sisi goa seperti lampu yang terang menyala.
Dari kejauhan terdengar sebuah hembusan nafas berat dan dalam. Nafas itu terasa begitu panas, dan seekor naga terbang hendak keluar dari goa itu. Mahesa dengan sigap bersembunyi pada sebuah batu tinggi, beruntung naga itu tak melihatnya.
Mahesa terus mengawasi naga api itu setiap saat, ia menunggu waktu pada saat naga itu tertidur pulas. Tetapi naga hanya tertidur sebulan sekali, yaitu setelah memakan mangsa terakhirnya. Naga itu akan tertidur dalam waktu yang sangat lama.
Mahesa terus mengawasi naga itu dari kerjauhan, menunggu saat yang tepat tiba. Dia memperhatikannya membawa hewan-hewan mangsanya ke dalam goa.
Hingga waktunya tiba, naga api itu tertidur pulas. Mahesa masuk ke dalam goa itu lalu di potongnya kepala naga itu dengan pedangnya. Lalu ia membuka dada naga itu dan mengambil jantungnya. Jantung naga api tak pernah berhenti berdetak bahkan ketika naga itu mati. Jantung berdetak itu ia bawa pulang dan serahkan kepada istrinya Karmelia.
"Aku membawakanmu jantung dari naga api seperti yang kau inginkan", kata Mahesa sepulang dari perjalanan jauh.
"Kamu akan menjadi sangat kuat sayang, jantung ini memiliki kekuatan abadi", jelas Karmelia.
Lalu Karmelia dengan kemampuan sihirnya memasak jantung itu dan memberikannya kepada Mahesa, suaminya. Mahesa memakan jantung itu, dan seketika itu pula ia menjadi monster yang sangat mengerikan.
"Mahesa, suamiku...", kata Karmelia
"Mahesa suamimu telah mati, aku adalah Nagapati!", tegasnya. Kekuatannya bertambah ratusan kali lipat. Kekuatan yang sangat berbahaya ada dalam dirinya. Seketika itu juga keinginannya untuk menguasai dunia semakin tinggi.