
Dalam lab Abyssian yang gelap dan misterius, Marcelus duduk di kursi yang masih terikat, tetapi ada sesuatu yang berbeda. Cahaya biru memancar dari tubuhnya yang sekarang bersinar dengan kekuatan yang baru ditemukan. Seolah sel-sel dalam dirinya telah mengalami regenerasi ajaib, luka-lukanya sembuh dengan cepat. Tubuhnya telah berubah menjadi besi yang tak terkalahkan.
Viper dan Marco memandang hasil eksperimen mereka dengan senang hati. "Ini adalah kemajuan yang luar biasa," kata Viper dengan mata berbinar. "Marcelus, kau telah menjadi apa yang kita butuhkan."
Marcelus mengangguk, meskipun ada konflik dalam dirinya yang semakin dalam. Dia merasa kekuatan yang luar biasa mengalir melalui dirinya, dan dia tahu bahwa sekarang dia bisa melakukan apa pun yang dia inginkan. Tetapi ada perasaan aneh bahwa dia telah kehilangan sebagian dari dirinya sendiri dalam proses ini.
Viper menghampirinya dengan tatapan dingin. "Kini saatnya untuk menguji kekuatanmu, Marcelus. Kita akan melihat apakah kau bisa mengalahkan Wirapati."
Marcelus tahu bahwa ujian ini akan menjadi puncak dari semua yang telah dia alami. Dia merasa terbebani oleh harapan Abyssian yang besar padanya. "Aku siap," katanya dengan mantap.
...----------------...
Beberapa hari kemudian, di kota Jakarta yang sibuk, sebuah insiden misterius mengguncang penduduk. Laporan-laporan tentang serangan makhluk berkulit besi mulai menyebar. Orang-orang yang melihatnya tidak bisa mempercayai mata mereka. Marcelus, dengan tubuhnya yang sekarang mampu mengubah dirinya menjadi besi yang tak terkalahkan, telah muncul di kota.
Pertama kali kemunculannya di kota itu adalah sebuah kejutan. Orang-orang tidak tahu siapa dia atau apa motifnya. Mereka hanya tahu bahwa dia sangat kuat dan hampir tidak terkalahkan. Marcelus dengan dingin menghadapi pasukan polisi dan aparat keamanan lainnya yang berusaha untuk menghentikannya. Peluru tidak mempengaruhi tubuhnya yang berubah menjadi besi.
Orang-orang panik dan bingung. Mereka takut dengan makhluk ini yang sepertinya datang dari dunia lain. Marcelus mengamuk di kota, menghancurkan kendaraan, dan menimbulkan kerusakan yang besar.
Sementara itu, kabar tentang kemunculan Marcelus segera mencapai telinga Abyssian. Viper dan Marco menyambut berita itu dengan senang hati. Mereka telah berhasil menciptakan senjata yang tak terkalahkan, dan sekarang mereka memiliki kekuatan untuk menghadapi Wirapati.
Namun, di tengah kekacauan yang disebabkan oleh Marcelus, ada yang lebih besar yang tengah bergerak di balik layar. Lestari, sahabat karib Bima, telah berjuang sejak lama untuk meyakinkan Bima agar kembali menjadi Wirapati. Dia tahu bahwa kota ini membutuhkan pelindungnya, dan bahwa Bima adalah satu-satunya yang mampu menghadapi ancaman yang semakin kuat dari Abyssian.
Lestari mengunjungi Bima di tempat persembunyiannya, tempat di mana dia telah mundur dari dunia setelah kematian tragis Dion dan Naga. Bima duduk sendirian di dalam gelap, merenungkan masa lalunya yang penuh keberanian dan pahlawan yang pernah dia lakukan.
Lestari duduk di dekatnya dan meraih tangannya dengan lembut. "Bima," katanya dengan lembut, "kau tahu bahwa kota ini membutuhkanmu. Seseorang dapat berubah menjadi besi yang kuat telah kembali muncul, dan dia sangat kuat. kita butuh Wirapati, kota ini butuh Wirapati, Bima."
Bima menatap Lestari dengan mata kosong. "Aku tahu, tetapi aku tidak tahu apakah aku bisa menjadi Wirapati lagi, Lestari. Aku takut akan kehilangan lebih banyak lagi, aku takut akan kehilanganmu."
Tetapi Bima hanya menggelengkan kepala. "Aku tidak ingin melihat lagi orang-orang yang aku cintai mati di depan mataku. Aku takut, Lestari. Aku takut akan kehilangan lebih banyak lagi."
Lestari merasa keputusasaan yang mendalam melanda hatinya. Dia mencoba menguatkan Bima, tetapi rasanya seperti berbicara dengan sosok yang telah kehilangan semua harapan. Kehilangan Dion dan Naga telah merobek hati Bima sampai-sampai tidak ada yang bisa memperbaikinya. "Bima sadarlah!", sebuah tamparan melayang ke wajah Bima oleh Lestari dengan air mata Lestari yang menetes di pipinya.
"Lestari.. maafkan aku, aku tak seharusnya seperti ini", Kata Bima terkaget memegang tangan lestari di pipinya. "Baiklah, aku akan mencobanya lagi", Bima mengangguk.
...----------------...
Sementara itu, kota Jakarta terus diguncang oleh kemunculan Marcelus. Orang-orang hidup dalam ketakutan, dan pemerintah tidak tahu bagaimana menghadapinya. Marcelus seperti makhluk yang tak terhentikan, menghancurkan segala yang menghadangnya.
Namun, di tengah kekacauan itu, Wirapati akhirnya muncul. Dia menerima panggilan Lestari dan kembali untuk melindungi kota. Bima mengenakan seragamnya yang khas.
Kemunculan Wirapati di kota segera menarik perhatian Marcelus. Dalam pertemuan pertama mereka, keduanya berhadapan di jalan yang hancur. Marcelus melihat Wirapati sebagai hambatan bagi rencana Abyssian, dan dia tidak akan membiarkannya berdiri di antara tujuannya.
Wirapati, meskipun masih merasa perasaan keraguan dan ketakutan dalam dirinya, menghadapi Marcelus dengan keberanian dan tekad yang luar biasa." Hey siapa kamu berani menghancurkan kotaku! Ayo, kita hentikan kekacauan ini bersama-sama."
Marcelus hanya menatap Wirapati dengan mata yang tidak mengenal ampun. "Aku tidak akan berhenti, Wirapati. Aku adalah Marcelus, dan aku akan menghabisi siapapun yang menghalangiku haha haha haha hhaha hahahahah."
Dengan kata-kata itu, pertempuran sengit pun dimulai antara Marcelus, yang telah menjadi makhluk besi yang tak terkalahkan, dan Wirapati, legenda kota yang memegang pedang pahlawan.
Gelombang kekuatan bentrokan mereka mengguncang kota, dan penduduk melihatnya dengan takjub dan ketakutan. Di antara cahaya dan bayangan pertarungan mereka, akan ada satu pemenang dan akhir dari kekacauan yang Marcelus telah bawa. Tetapi pertarungan ini juga akan mengungkapkan perubahan dalam diri Marcelus, konflik dalam hatinya yang semakin dalam antara kekuatan yang dia miliki dan keraguan yang masih ada.
Malam itu, kota Jakarta menjadi saksi dari pertarungan epik antara dua kekuatan yang luar biasa. Dan dalam pertempuran itu, mungkin saja terdapat harapan untuk menyelamatkan Marcelus dari cengkeraman gelap Abyssian dan mengembalikannya menjadi manusia yang sebenarnya.