
Jakarta, waktu sekarang.
Langit kota Jakarta tampak begitu cerah, namun di dalam hati Bima, kegelapan yang tak terhingga menguasainya. Dia berdiri di atas atap gedung tinggi, menatap ke kejauhan dengan tatapan kosong. Sekali dia adalah Wirapati, pahlawan yang dihormati oleh banyak orang. Namun, saat ini, dia hanyalah Bima, seorang pria yang merasa kehilangan diri sendiri.
Setelah kematian tragis Dion dan Naga, Bima telah menghilang dari sorotan dunia. Dia memutuskan untuk berhenti menjadi Wirapati. Kejadian itu terlalu sulit baginya untuk dihadapi, terlalu sulit untuk menghadapi kenyataan bahwa teman-temannya telah pergi selamanya.
Lestari, sahabat karib Bima dan cinta sejatinya, telah mencoba sekuat tenaga untuk menyadarkan Bima dari kesedihannya yang mendalam. Dia telah menghabiskan berjam-jam berbicara, mencoba memulihkan semangat pahlawan yang pernah diidolakannya.
"Bima," kata Lestari dengan lembut, berdiri di samping Bima di tepi atap gedung itu, "kau tahu bahwa Dion dan Naga tidak akan ingin melihatmu seperti ini. Mereka ingin kau melanjutkan perjuangan kita melawan kejahatan dan menjaga kota ini."
Bima menatap Lestari dengan mata kosong. "Aku tidak tahu apakah aku bisa lagi, Lestari. Mereka adalah bagian dari diriku yang hilang selamanya."
Lestari mendekati Bima, mencoba menggenggam tangannya. "Kau adalah Wirapati, Bima. Kekuatan itu ada di dalam dirimu. Kita bisa mengalahkan kejahatan bersama-sama."
Tetapi Bima hanya menggelengkan kepala. "Aku tidak ingin melihat lagi orang-orang yang aku cintai mati di depan mataku. Aku takut, Lestari. Aku takut akan kehilangan lebih banyak lagi."
Lestari merasa keputusasaan yang mendalam melanda hatinya. Dia mencoba menguatkan Bima, tetapi rasanya seperti berbicara dengan sosok yang telah kehilangan semua harapan. Kehilangan Dion dan Naga telah merobek hati Bima sampai-sampai tidak ada yang bisa memperbaikinya.
...----------------...
Di kota Jakarta, berita tentang kepergian Wirapati telah menjadi berita besar. Banyak yang mengecamnya karena tidak lagi melindungi kota dari kejahatan, sementara yang lain berspekulasi bahwa dia mungkin telah kehilangan kekuatannya. Dalam semua rumor dan spekulasi itu, hanya sedikit yang tahu bahwa keputusan Bima untuk berhenti bukanlah tanda kelemahannya, tetapi ekspresi dari ketakutannya yang mendalam akan kehilangan yang lebih besar lagi.
Sementara itu, di tempat yang terpencil dan tersembunyi, seseorang lain telah muncul. Seorang wanita yang dulunya dikenal sebagai Karmelia, sekarang mengganti identitasnya dengan nama baru, Angelica. Dia telah hidup selama berabad-abad, merajai kekuatan magis, dan mengumpulkan kekayaan yang tidak terbatas. Angelica, yang kini tampak lebih muda dan cantik, telah menjalani hidup abadi yang diluar kemampuan manusia biasa.
Dia memerintah suatu organisasi gelap yang tak terlihat oleh mata manusia biasa, sebuah aliansi rahasia yang menguasai segala hal dari balik layar. Organisasi ini tidak memiliki nama resmi, tetapi mereka hanya dikenal sebagai "Abyssian," karena kemampuan mereka untuk bergerak di dalam kegelapan dan mengatur kejadian di dunia.
Namun, apa yang tidak diketahui oleh banyak orang adalah bahwa Angelica bukanlah pemimpin sejati dari organisasi ini. Dia adalah salah satu ujung dari sebuah piramida kekuasaan yang jauh lebih besar dan lebih misterius. Di balik organisasi ini, ada kekuatan yang jauh lebih kuat dan rahasia yang sangat dalam. Angelica hanyalah seorang sebagian pemainnya saja.
...----------------...
Berabad-abad berlalu sejak peristiwa mengerikan yang mengubah Karmelia menjadi Angelica. Dia telah menjalani hidupnya dalam kegelapan yang tak ada akhirnya. Namun, dalam kegelapannya itu, ada sesuatu yang tumbuh di dalam dirinya. Ada keraguan yang semakin tumbuh, pertanyaan tentang apa yang dia cari dalam hidup ini.
Cecillia, roh ibunya, selalu ada di sisinya, mencoba menyentuh hati Angelica yang terluka. "Karmelia, apa yang kau cari? Apakah kekuasaan dan kekayaan sejati yang kau inginkan? Atau ada sesuatu yang lebih dalam yang kau rindukan?"
Angelica hanya menatap kejauhan, tetapi dia merasa bahwa suara ibunya mulai meresap ke dalam dirinya. "Apa yang kau maksud, ibu?"
Cecillia mencoba menjelaskan. "Ketika kau kehilangan cinta dan kebaikan dalam dirimu, kau juga kehilangan sebagian besar dari dirimu. Kau memilih jalan yang gelap, tetapi jangan pernah melupakan cahaya yang pernah ada dalam dirimu. Itu adalah sebagian dari siapa kau sebenarnya."
Tetapi Angelica hanya menghela nafas, masih belum yakin tentang apa yang harus dia lakukan. Dia telah hidup dalam kegelapan begitu lama sehingga sulit baginya untuk memahami apa yang benar-benar dia inginkan. Apakah dia akan melanjutkan perannya sebagai pemimpin Abyssian dan mencapai kekuasaan mutlak yang selama ini dia inginkan, atau apakah dia akan mencari cahaya yang telah lama hilang dalam dirinya?
...----------------...
Sementara itu, di tempat lain di Jakarta, Bima tetap terjebak dalam keputusasaan dan rasa kehilangan. Dia terus berpikir tentang Dion dan Naga, teman-teman sehidupnya yang telah mengorbankan diri mereka demi melindungi kota. Dia merasa bersalah, merasa bahwa dia harus ada di sana untuk melindungi mereka. Namun, dia merasa kehilangan semangatnya, dan tidak ada yang bisa membawanya kembali.
Bima duduk sendirian di kamarnya, melihat keluar dari jendela yang besar. Jakarta adalah kota yang sibuk, tetapi di dalam hatinya, Bima merasa kesepian dan terasing. Dia tahu bahwa dia harus menghadapi kenyataan, tetapi itu adalah kenyataan yang pahit yang sulit dia terima.
Namun, takdir memiliki cara yang aneh untuk mengarahkan langkah seseorang. Meskipun Bima telah memutuskan untuk pensiun dari perannya sebagai Wirapati, dia tidak tahu bahwa nasibnya akan segera bertemu dengan seseorang yang telah hidup dalam kegelapan selama berabad-abad. Seseorang yang juga mencari jawaban atas pertanyaan dalam dirinya.
Apakah pertemuan mereka akan membawa cahaya ke dalam kehidupan mereka yang gelap? Atau apakah mereka akan terus tenggelam dalam keputusasaan dan rasa kehilangan? Hanya waktu yang akan memberikan jawaban atas pertanyaan ini, dan hanya waktu yang akan mengungkapkan nasib kedua dunia yang tampaknya begitu berbeda ini.