
Malam menggenggam kota Jakarta dalam kegelapan yang dalam. Hujan deras masih turun, sebagai saksi bisu akan pertempuran epik yang akan mengguncang jantung kota ini. Wirapati, dengan aura keberanian di sekelilingnya, berdiri di tengah jalan yang hancur, menantikan kehadiran Robert Mahesa, yang juga dikenal sebagai The Skillshifter.
Mereka berdua adalah penentu nasib kota ini.
Robert Mahesa muncul dengan langkah pasti, mengenakan jas hitam yang mencerminkan ketegasannya. Wajahnya dipenuhi ketenangan, sebagai seorang manipulator ulung yang selalu memiliki kartu terakhir.
"Wirapati," kata Robert Mahesa dengan senyum mengandung penghinaan. "Apa yang kau harapkan dari semua ini? Kita berdua tahu bahwa aku takkan menyerah begitu saja."
Wirapati menjawab dengan penuh tekad, "Robert, kota ini butuh keadilan, bukan kekuasaanmu. Kamu telah mengecewakan mereka."
Pertarungan dimulai. Wirapati meluncur maju dengan kecepatan kilat, mencoba menghantam Robert dengan pukulan yang mematikan. Namun, Robert dengan lincah menghindari serangan-serangan itu, dan dengan cepat menyalin kemampuan Wirapati. Seketika, dia mampu menyamai kecepatan dan kekuatan Wirapati.
Mereka berdua berputar-putar, menciptakan kilatan cahaya dan bayangan yang membingungkan. Hujan deras membasahi tubuh mereka, menciptakan suasana dramatis dalam pertarungan mereka. Bangunan-bangunan yang hancur menjadi saksi bisu akan pertempuran ini.
"Kau pikir kau bisa mengalahkan aku, Wirapati?" kata Robert dengan nada sinis.
Wirapati tetap fokus pada tujuannya, menjawab, "Aku tahu kebenaran akan selalu menang. Kita akan mengakhiri ini sekarang."
Tetapi Robert Mahesa tidak akan menyerah begitu saja. Dia terus menggunakan kekuatan Wirapati melawan dirinya sendiri, menciptakan pertempuran yang tak terduga. Kilatan petir menyambar, dan angin kencang mengelilingi mereka.
Sementara itu, warga Jakarta yang telah berkumpul di sekitar pertempuran itu menyaksikan pertarungan yang menentukan nasib mereka. Mereka menyaksikan keberanian seorang pahlawan yang telah berjuang untuk kebenaran mereka.
Robert dengan menggandakan kekuatannya melaju dengan kecepatan tinggi melompat dan melayangkan pukulan ke arah Wirapati. Wirapati terpental jauh menembus tembok gedung-gedung yang sudah hancur. "Menyerahlah Wirapati, kau lemah!".
Wirapati terjatuh lemah, tertimbun puing-puing bangunan itu. "Aku..aku kalah?", kata-kata itu keluar dari mulutnya sementara penglihatannya menjadi buram.
Dari kejauhan warga-warga kota menyebut namanya, "Wirapati! Bangkitlah!", "Wirapati! Wirapati! Wirapati!", suara itu terdengar lirih dalam telinga Bima. Kemudian terdengar sebuah bisikan dalam dirinya, "Jangan biarkan dendam menguasaimu, Bima", suara lembut itu menyadarkannya.
Dendamnya akan kematian Adam haruslah hilang, kini Bima sadar bahwa dirinya harus bertarung demi kebenaran. "Kebenaran akan selalu aku tegakkan!", Wirapati perlahan bangkit. Lalu dengan kecepatan penuh, pukulannya mengarah ke Robert, tetapi Robert menahannya. Pertarungan ini berlanjut, hujan semakin deras membahasai reruntuhan kota.
Tetapi di tengah pertarungan yang sengit, Wirapati tiba-tiba menemukan celah dalam pertahanan Robert. Dengan satu pukulan tajam yang cepat, dia menghantam dada Robert dengan kekuatan penuh.
Robert Mahesa terpental mundur, terguncang oleh serangan tersebut. Dia merasakan rasa sakit yang tak terbayangkan, dan tubuhnya mulai menyerah pada luka yang diberikan oleh Wirapati.
"Aku tahu ada kebaikan dalam dirimu, Robert," kata Wirapati dengan lembut. "Kau bisa memilih untuk memperbaiki kesalahanmu."
Namun, Robert Mahesa hanya tersenyum pahit. "Aku telah terlalu jauh dalam kegelapan, Wirapati. Ini adalah takdirku."
...----------------...
Sepuluh tahun yang lalu, cahaya bulan menerangi jalan-jalan yang sepi di Jakarta, menyoroti toko-toko kecil yang masih buka hingga malam larut. Di tengah kerumunan bisnis yang berkompetisi ketat, seorang pemuda bernama Robert Mahesa memulai usaha kecilnya sendiri. Dia adalah seorang pemimpi, memiliki visi besar untuk bisnisnya.
Robert berdiri di depan tokonya yang kecil, melihat kota yang begitu hidup. Dia tahu persis bahwa untuk berhasil, dia harus bekerja keras. Namun, nasib tidak selalu berpihak. Orang-orang yang iri hati dan pesaing bisnis yang gelap mencoba menghancurkan tokonya. Malam itu, saat api menjilat toko kecilnya, Robert melihatnya hancur dalam bara yang menyala-nyala.
...----------------...
Setelah kejadian tragis itu, Robert memutuskan untuk beralih ke dunia politik. Dia tahu bahwa hanya melalui politik dia dapat memperluas pengaruhnya dan menjaga bisnisnya tetap berkembang. Dia adalah pemuda yang cerdas, cepat belajar, dan penuh ambisi. Dengan kerja keras dan siasatnya, Robert berhasil mengejar karir politik yang sukses.
Hingga Robert akhirnya menikahi Isabella, wanita yang dicintainya dan hidup bahagia.
Namun, malam demi malam, Robert menerima pesan ancaman yang misterius. Pesan itu datang melalui telepon, pesan surat, dan coretan pada dinding-dinding rumahnya. "Mundur dari bisnismu, Robert, atau kau akan membayar harganya," demikian bunyi ancaman yang selalu menghantuinya.
Robert tidak pernah memberi perhatian pada ancaman tersebut. Dia adalah pemimpin yang kuat dan tidak akan menyerah begitu saja. Ambisinya membawanya melawan ancaman tanpa wajah ini.
...----------------...
Semua berubah suatu malam ketika dia pulang ke rumahnya yang megah. Pintu rumah terbuka lebar, dan suasana hening menggantikan kehidupan yang selalu ramai. "Isabella?", tidak seperti biasa Isabella menyambutnya, Robert dengan penuh kecemasan berlari menuju kamar tidurnya, dan di sana, dia menemukan istrinya, Isabella, tergeletak dalam genangan darah.
Ketika ia mendekati tubuh istrinya yang tak bernyawa itu, tangannya gemetar dan bibirnya bergetar. "Isabella... tidak..." bisiknya dengan suara terguncang.
Peristiwa tragis ini mematikan kehidupannya yang dulu, dan membakarnya dengan tekad baru. Robert Mahesa tidak akan membiarkan pembunuh istrinya lolos begitu saja. Dia melibatkan diri lebih dalam dalam politik, menggunakan pengaruh dan sumber dayanya untuk memulai penyelidikan pribadi.
Dalam pencariannya yang tak pernah berakhir, Robert menemukan kebenaran yang mengejutkan. Ada koneksi gelap antara pembunuhan istrinya dan ancaman-ancaman yang selama ini menghantuinya. Dia menyadari bahwa ada kekuatan gelap di balik semua ini, kekuatan yang harus dia hadapi.
...----------------...
Dalam kegelapan malam, di dalam laboratorium rahasia, Robert memperkerjakan ilmuwan-ilmuwan ahli untuk melakukan eksperimen yang menciptakan kekuatan super yang tak terbayangkan. Dengan riset yang intens, dia mengembangkan serum yang memberinya kemampuan untuk mengubah dirinya sendiri, menjadi apa pun yang dia inginkan.
Suatu malam, saat petir menyambar dan hujan turun deras, Robert mengambil keputusan yang akan mengubahnya selamanya. "Apakah anda yakin Pak Robert?", tanya Dr. Sonya dalam keraguan.
"Aku telah menantikan saat-saat ini Dok", dia menyuntikkan serum itu ke tubuhnya, dan dalam kilatan cahaya yang memenuhi ruangan, dia berubah menjadi sosok yang sama sekali baru. Dia tidak lagi hanya Robert Mahesa, dia adalah The Skillshifter.
...----------------...
The Skillshifter kemudian menemukan kabar tentang Evelyn, seorang wanita muda yang memiliki kemampuan luar biasa untuk mengendalikan pikiran. Dia merasa terhubung dengan kesengsaraan Evelyn, karena dia juga telah merasakan kehilangan yang mendalam. The Skillshifter membantu Evelyn memahami kekuatannya dan bersama-sama mereka membentuk The Silent, sebuah organisasi yang akan menguasai kota Jakarta dengan cara mereka sendiri.
...----------------...
Hujan turun semakin deras memadamkan api yang membakar kota, sementara asap-asap itu masih melambai dalam ketinggian. Wirapati berdiri di depan Robert yang sudah tak berdaya.
Dengan tangan terakhir yang gemetar, Robert Mahesa menyerahkan diri kepada polisi yang telah berkumpul di sekitar pertempuran itu. Ia tahu bahwa pertempuran ini telah selesai, dan dia telah kalah. "Ini adalah akhir perjalananku, Isabella. Aku sudah berhasil membalaskan dendam", ucap Robert dengan suara serak yang sangat lirih dengan nafas tersengal-sengal.
Warga Jakarta bersorak riuh, merayakan kemenangan Wirapati dan kembalinya keadilan ke kota mereka. Pertempuran akhir yang memukau ini akan selalu menjadi bagian dari sejarah kota Jakarta.
Namun, perjalanan Wirapati belum usai...