
"CKREK!" (Suara orang sedang foto)
Disaat suara itu muncul lah aku dan Kaseki menyadari bahwa ada yang berniat buruk kepada kami, walaupun orang yang memotret kami adalah seorang wanita, tetapi Kaseki tidak akan memberi ampun tanpa memperhatikan gender. Aku yang melihat dia menangis, tiba-tiba saja aku melihat sesuatu.
Di belakangnya ada seorang anak remaja berwujud dewi bersayap malaikat, yang sedang menenangkan gadis itu. Tunggu dulu... sepertinya Sumi sudah pernah melihat dia sebelumnya! Malaikat itu yang sadar bahwa aku melihatnya, hanya tersenyum ramah sambil membungkuk hormat kepadaku. Aku yang melihat hal itu, hanya bisa membalas hormatnya dengan cara membungkuk.
Kaseki kebingungan melihatku yang membungkuk hormat ke arah depan gadis yang memotret kami tadi, lalu bertanya apa yang telah terjadi.
"Gadis itu dipaksa untuk memotret kita berdua Kaseki, sebenarnya dia menolak hal itu namun dia dipaksa dan dia tidak bisa melawan. Lagipula dia juga tidak ada niat untuk menyebarkan foto itu ke semua orang, jadi kamu maafkan dia saja Kaseki-kun." Jawabku kepada Kaseki
"Darimana kamu bisa tau kalau dia tidak memiliki niat untuk memotret kita?" Tanya Kaseki
"Coba Kaseki-kun lihat ke sana." Kataku sambil menunjuk ke sebuah lorong
Sebenarnya aku tidak melihat ada 2 orang gadis yang sembunyi di dalam lorong itu, tetapi aku memerhatikan kaki mereka yang bergerak. Tidak hanya sampai disitu saja, aku juga mendengar mereka membisikkan sebuah rencana yang jahat. Tapi tunggu... kenapa pendengaranku dan penglihatanku menjadi tajam sekali!? Padahal pendengaranku dan penglihatanku tidak setajam ini sebelumnya.
Aku membangunkan gadis itu dan mengobatinya lukanya, sebagai tanda minta maafku dan Kaseki. Karena dia terjatuh akibat Kaseki yang mendorongnya tadi, sehingga dia terluka di bagian kakinya. Gadis itu pun berterima kasih sekaligus kebingungan karena aku bisa tau kalau ada orang yang bersembunyi di lorong, karena lorong itu jarang diketahui oleh banyak orang.
Ditambah lokasi lorong yang terletak di belakang gedung sekolahku, membuat lorong itu menjadi gelap dan tertutup sehingga tidak nampak kalau dilihat sekilas. Oh iya, gadis itu bernama Lin Chang Lee. Dia adalah gadis yang pendiam sepertiku, namun dia sering tersenyum. Berbeda denganku yang jarang tersenyum, bahkan bisa dibilang... aku tidak tau apakah aku sedang tersenyum atau tidak saat ini. Dia juga kutu buku sama sepertiku, sehingga dia termasuk anak pintar juga.
Namun peringkatnya lebih rendah daripada aku, hei! Bukannya aku mau sombong ya, itu hanya informasi yang aku tau. Hm... kulihat... Chang bukanlah gadis yang berniat buruk. Penampilannya yang sederhana namun mempesona, membuat banyak laki-laki yang jatuh cinta dengannya. Namun karena hal itu... dia juga sering dibully oleh banyak perempuan, bahkan dia hampir keperawanannya akibat dijebak.
Untunglah dia cerdas, sehingga dia bisa kabur terlebih dahulu dan melapor kejadian itu kepada polisi. Sepertinya aku bisa berteman dengannya karena dia senasib denganku, lagipula aku merasa cukup kesepian walaupun di sampingku sudah ada Kaseki.
"Chang!" Panggilku
"Iya? Ada apa Naomi?" Tanya Lin Chang
"Maukah kamu berteman denganku?" Tanyaku