WHY...

WHY...
Melihat isi album foto sama dengan mengerjakan soal Matematika



"Um... okay, tunggu sebentar ya sweet heart." Jawab Kaseki


Kaseki mulai mengecek tasku dengan teliti, tak lama kemudian dia mengembalikan tasku.


"Tidak ada album foto di tasmu, mungkin kamu lupa memasukkannya saat kamu sedang menyusun buku pelajaran semalam." Kata Kaseki


"Kalau aku mengangkatnya seperti ini?" Tanyaku kepada Kaseki sambil mengambil album foto itu dan mengangkatnya


"Itu buku Matematikamu sweet heart, kan sudah kubilang sebelumnya." Jawab Kaseki


Em... buku Matematika? Bagaimana kalau...


"Kalau begitu, ini buku Matematikaku bukan?" Tanyaku kepada Kaseki sambil mengambil buku Matematikaku dan mengangkatnya di tangan kiri dan mengangkat album foto di tangan kanan


"Loh? Kok buku Matematikamu ada dua?" Tanya Kaseki


"Jujur, aku tidak meminjam ataupun mencuri buku Matematika yang di tangan kananku darimu ataupun teman sekelas kita. Di tangan kananku sedang mengangkat album foto saat ini. Namun di mata orang lain, mereka tidak bisa melihat album foto ini." Jawabku kepada Kaseki


"Sweet heart, kamu sedang melakukan trik sulap?" Tanya Kaseki


"Okay, bersenang-senanglah. Aku pergi ke kantin dulu ya sweet heart, aku ingin membawakan sesuatu untukmu." Kata Kaseki


Aku mulai membuka halaman pertama dari album foto itu, ternyata warna fotonya masih berwarna hitam putih. Kurasa album foto ini sudah berumur ratusan tahun yang lalu, dan album foto ini dirawat dengan baik. Di halaman pertama, aku melihat sebuah foto yang berisi 4 orang di dalamnya. Di foto itu, hanya ada seorang perempuan. Sisanya adalah laki-laki.


Mereka menggunakan baju perang beserta perlengkapannya dengan sangat lengkap, tapi... tunggu sebentar. Perempuan ini memakai baju perang yang sama persis dengan baju perang yang kudapatkan kemarin saat aku melawan Keyla, bagaimana bisa? Apakah gadis itu merupakan pemilik asli dari baju perang itu?


Tapi kalau baju perang itu memang miliknya, kenapa kondisi baju perangnya masih bagus? Bahkan menurutku baju perang itu masih baru, ditambah lagi... kenapa baju perang itu bisa muncul tiba-tiba? Astaga... sudah banyak teka-teki yang belum kupecahkan saat ini. AAAAARRRRRGGGGGGHHHHH NOOOOOO, MY HEAD IS DIZZY NOW!!! (Terjemahan : TIDAAAAAAK, KEPALAKU SUDAH PUSING SEKARANG!!!)


Sudahlah, mari kita lanjutkan untuk melihat foto selanjutnya. Di foto selanjutnya, terdapat foto seorang anak kecil perempuan dengan gadis yang di berada foto sebelumnya. Hah? Tunggu dulu? Kenapa anak kecil ini memiliki wajah yang mirip dengan Sumi?


Kulihat lagi foto pertama, dan aku menyadari bahwa... ada salah satu laki-laki yang memiliki wajah yang mirip dengan Kaseki. Ya ampun! Bagaimana bisa!? Aku mencoba untuk mengecek sisanya dan ternyata wajah orang ini juga mirip dengan wajah Mami, ADA APA INIIII??? Bahkan aku hampir berteriak di kelas karena melihat foto yang membingungkan ini. Ya ampun... pikiranku sudah berpencar entah kemana.


Aku tidak menyadari bahwa teman sekelasku yang berada di dalam kelas, melihatku dengan tatapan kebingungan. Mengapa? Karena aku terlihat sedang mengerjakan soal Matematika, namun aku sangat kebingungan untuk mengerjakan soal itu. Kaseki yang sudah kembali dari kantin pun juga kebingungan melihatku, yang layaknya orang yang sangat kebingungan untuk mengerjakan tugas Matematika.


Bersambung~~