
Pada saat aku kembali ke kelas, monster itu dikurung oleh sebuah perangkap yang terbuat dari tali berwarna kuning keemasan. Aku mencoba untuk mencari asal tali kuning keemasan tersebut, dan ternyata tali itu berasal dari album fotoku. Hah? Itu kan hanya album foto, bagaimana bisa?
Album foto itu terbuka sendiri ke sebuah halaman di bagian tengah, kulihat ada sebuah kertas yang mengambarkan beberapa simbol yang tidak kuketahui apa maknanya. Bisa jadi itu adalah mantra, bisa jadi itu hanyalah sebuah simbol untuk melambangkan sesuatu.
Tak lama kemudian, monster itu menghilang tiba-tiba. Zombie-zombie yang sebelumnya ada di sekolahku, juga menghilang setelah monster itu hilang. Album fotoku juga sudah kembali seperti dulu, dan semua teman sekelasku sangat kebingungan akan hal ini.
Setelah aku mencaritahu, ternyata guru mata pelajaran Mandarinku tidak masuk karena ada urusan penting yang harus dia lakukan terlebih dahulu. Jadi yang mengajar di kelasku tadi adalah jelmaan dari guru mata pelajaran Mandarinku? Bisa jadi iya, bisa jadi tidak.
Sudahlah, aku menyuruh teman sekelasku untuk kembali masuk ke kelas karena monster itu sudah tidak ada di kelasku. Awalnya semua teman sekelasku takut, tapi setelah mereka mengeceknya, mereka tahu kalau aku membohongi mereka. Aku masuk ke kelas, dan menyiapkan buku pelajaran Pengantar Ekonomi dan Bisnis yang biasa disingkat sebagai "PEB".
Untunglah tidak ada kejadian aneh seperti di Mata Pelajaran Mandarin barusan, jadi aku bisa... tidur dengan tenang di kelas. Mungkin banyak dari kalian yang bingung kenapa aku tidur di kelas tanpa dimarahi oleh guru, well seharusnya kalian wajarin aja. Bagaimana bisa?
Tapi ada juga yang memaksaku untuk bangun dan mendengarkan penjelasan materi yang akan disampaikan. Meskipun begitu, aku bangun saja tanpa memarahi ataupun membentak guru yang membangunkanku. Alasanku untuk tidur di kelas itu bukan karena aku ngantuk, tapi karena aku adalah tipe orang yang suka tidur. Jadi wajarin aja, saat aku sedang main ke rumah teman, aku bisa saja ketiduran di rumah temanku.
Satu jam telah berlalu, dan kini kami telah diperbolehkan untuk pulang ke rumah masing-masing. Tadinya aku berencana untuk mencari Chang, tapi anehnya dia tidak ada di kelas. Setelah kutanya kepada sekretaris dari kelas Chang, Chang tidak masuk ke sekolah karena perintah orang tuanya. Astaga... seenaknya saja. Baiklah, aku akan ke rumah Chang sekarang!
Aku sudah muak dengan orang tuanya. Untuk apa mereka menyuruh Chang untuk tidak pergi ke sekolah kalau mereka masih menyekolahkan Chang? APA!? HAH!? Aku berjalan pulang ke rumah tanpa berlari, agar orang-orang yang melihatku tidak panik seperti kemarin lagi.
Setelah sampai di rumah, aku langsung mandi dan makan. Hari ini ada tugas Matematika, dan untungnya hanya diberikan 1 soal saja. Ditambah mata pelajaran Matematika yang ada di hari Senin dan Kamis, jadi aku bisa pergi ke rumah Chang terlebih dahulu, tanpa panik untuk mengerjakan tugas itu.
Bersambung~~