
"Of course! Why not? (Terjemahan : tentu! Mengapa tidak?)" Jawabnya
Tanpa kusadari, aku tersenyum sendiri. Tidak kusangka ada anak seramah dia, karena biasanya anak yang pintar di sekolahku itu rata-rata sombong akibat kepintarannya. Well, aku juga senang ternyata dia mau memaafkan Kaseki yang sudah membuatnya terluka.
Chang bercerita kepadaku bahwa dia tidak pernah mendapat luka di bagian kaki sejak masih kecil, karena orang tuanya yang selalu memaksanya menggunakan celana panjang baik di musim dingin maupun musim panas, baik di dalam rumah maupun di luar rumah terkecuali di sekolah.
Di sekolah pun, orang tuanya juga menyuruh Chang memakai celana panjang di saat pulang sekolah ataupun di saat jam olahraga. Di saat Chang memberitau hal inilah, dia mengeluarkan air mata sedih. Chang hanya ingin hidup tenang bersama suaminya di masa depan, bukan dijodohkan oleh pria yang hanya memikirkan kepuasan seksualitasnya sendiri.
Latar belakang dari Chang yaitu... Chang adalah seorang anak yatim, dikarenakan ibunya sudah meninggal dunia beberapa tahun yang lalu. Setelah ibunya meninggal, ayah Chang memiliki seorang janda yang sudah memiliki seorang anak bernama Lara, dan janda itu telah menjadi ibu tiri Chang serta Lara yang menjadi adik tiri Chang karena Lara lebih muda 3 tahun dari Chang.
Setelah memiliki anak tiri, ayah Chang merasa bahwa Chang bukanlah anak aslinya lagi, melainkan Chang hanya dianggap sebagai pelayan dan Lara yang dianggap sebagai anak aslinya. Suatu hari, ayah Chang bertemu dengan seorang laki-laki yang ingin membeli wanita untuk dijadikan istrinya.
Chang akan menjadi istri dari laki-laki itu ketika berusia 18 tahun, dan bulan depan adalah hari ulang tahunnya Chang. Laki-laki itu tidak boleh dibiarkan! Dia harus kuberi pelajaran yang pantas! Memperlakukan wanita hanya demi seksualitas itu ilegal! Selain itu, ayah Chang melakukan itu hanya demi uang! Tidak sepantasnya beliau dipanggil ayah oleh Chang!
Meskipun aku terlihat marah karena perlakuan ayah Chang dan laki-laki itu, Chang menenangkanku dan mengatakan semuanya akan baik-baik saja. Tapi aku sedih, Chang tidak bisa menikah dengan laki-laki yang dia cintai. Tunggu dulu, bagaimana kalau aku menanyakan alamat rumahnya? Kurasa itu ide yang bagus, karena nanti orang tuaku akan pergi ke rumah sakit dan aku ingin main ke rumah Chang sekaligus meneliti apa yang ada di rumah Chang.
Fiuh... sudah kutanya dan... Chang mengizinkanku untuk main ke rumahnya nanti sore! Horrrayy! Makasih Chang! Tapi... apakah ayahnya tidak marah kalau aku main ke rumah Chang...? Sudahlah, kalau ayah Chang memarahi Chang, aku akan membela Chang karena dia tidak bersalah apa-apa.
Chang izin pamit kepadaku untuk kembali ke kelasnya, karena sebentar lagi bel sekolah berbunyi yang menandakan siswa harus masuk kembali ke dalam kelas. Tidak masalah, lagipula... aku harus mencari Kaseki yang sedang mengurus 2 tikus betina itu. Untunglah Kaseki sudah selesai mengurus 2 tikus itu, sehingga kami bisa kembali ke dalam kelas sebelum bel sekolah berbunyi.
Bersambung~~