WHY...

WHY...
Hal tak terduga pun terjadi



"Kakak!! Lihat kesana Kak! Ada seorang perempuan yang terbang dengan sayap malaikatnya."


"Mungkin kamu sedang berhalusinasi Sumi, Kakak ga lihat apa-apa disana."


"Kakak, ga bisa lihat ya?"


Mengingat semua percakapan antara Sumi denganku di masa lampau, membuatku berpikir lagi dengan kejadian tadi. Aku merasa sangat bingung karena hal yang terjadi tadi sangat mustahil untuk terjadi di dunia nyata. Mungkinkah waktu itu Sumi melihat malaikat? Bisa jadi saja.


Dengan teliti, kulihat jam dinding di kamarku. Aku berada di rumah saat ini, dan sekarang sudah pukul 19.00. Aku bersiap-siap untuk tidur, karena aku harus bangun cukup awal untuk ke sekolah.


"NAOMI AWAS!!"


"BRAKK!!!" (Suara reruntuhan batu raksasa.)


"MAMIII!!!" Teriakku


Kulihat sahabatku satu-satunya yang sudah tertimpak reruntuhan batu yang besar, aku menangis dan memohon agar dia tidak pergi. Sepertinya dia merasa bahwa dia harus pergi untuk selama-lamanya sama seperti Sumi, dan dia memberitauku beberapa pesan terakhir yang harus ia beritau kepadaku.


Belum selesai Mami berbicara, rohnya meninggalkan badan Mami. Aku menangis tanpa henti, bersedih karena Mami harus menerima semuanya. Mami adalah nama samarannya, nama aslinya yaitu Leo. Well, walaupun dia laki-laki, tapi sifatnya mirip dengan ibu-ibu. Alhasil aku memanggilnya Mami, tetapi itu tidak membuatnya terganggu.


Aku terbangun dari mimpiku dan melihat sekeliling, ternyata itu hanya mimpi. Tapi tunggu dulu... bukannya mimpi yang kudapatkan itu... akan terjadi di kenyataan? Oh tidak! Aku harus menjauhkan Mami dari reruntuhan itu! Jangan sampai Mami menjadi terluka hanya untuk melindungiku!


Aku tau siapa yang Mami sebut sebagai pengganti di mimpi barusan, orang itu adalah Kaseki. Dia adalah sahabat Mami selain aku, dan dia juga laki-laki. Banyak perempuan yang mengidolakannya karena ketampanannya dan kepintarannya baik dalam nilai mata pelajaran maupun nilai olahraga, anehnya aku tidak mempedulikan itu. Menurutku, sahabat itu ga boleh pilih-pilih. Cari teman saja susah, apalagi sahabat.


Di sekolah, kulihat Mami tidak pergi ke sebuah reruntuhan. Baguslah, itu hanyalah sebuah mimpi yang tidak terjadi di dunia nyata. Namun sayang, beberapa hari kemudian hal menyeramkan itu benar-benar terjadi padanya. Apa yang dia pesankan padaku pun sama persis dengan yang di mimpiku waktu itu, termasuk seseorang yang akan menjadi penggantinya. Namun yang berbeda adalah Kaseki yang mendatangiku, lalu mengantarkanku keluar dari reruntuhan itu. Awalnya aku menolak, tapi aku berpikir kedua kalinya dan menerima hal itu.


Setelah keluar dari reruntuhan itu, aku menangis cukup lama. Kaseki yang mengerti tentang perasaanku pun langsung memelukku tiba-tiba, padahal kami tidak pernah sedekat ini. Dia juga mengantarkanku pulang setelah kejadian itu, dan menelpon orang tua Mami untuk memberitau apa yang telah terjadi sebelumnya.


Hal yang mengejutkan adalah orang tua Mami tidak khawatir soal itu dan tidak panik sama sekali, justru mereka senang karena Mami sudah pergi ke Surga. Aku yang mendengar hal itu pun ingin memarahi mereka di telpon Kaseki, namun Kaseki menahanku untuk tidak memarahi mereka.


Bersambung~~