
Kaseki pun membuka pintu utama dengan kunci, dan dengan cepat aku masuk ke dalam kamar Mami. Astaga! Baru saja aku masuk ke kamarnya, tiba-tiba aku melihat buku diary berwarna hitam yang terletak di atas nama belajar. Dengan cepat kuambil buku hitam itu, lalu mengambil beberapa barang penting di kamar itu, dan membawa mereka semua pergi dari kamar Mami. Setelah itu, aku keluar dan... menemukan Kaseki di depan pintu masuk.
"Terima kasih ya, kamu sudah membantuku." Kataku
"Tidak perlu berterimakasih sweet heart." Balasnya
"Um... sweet heart?" Tanyaku
Apakah dia menyukaiku? Oh tidak! Aku bisa dihajar sampai mati bila fans Kaseki tau bahwa Kaseki menyukaiku TvT. Dengan cepat, aku memberitaunya sambil berjalan menuju supermarket.
"Um... maaf Kaseki... sebenarnya aku menerima cintamu, tapi..." Kataku dengan suara yang kecil
"Kau takut dengan fansku yang menyeramkan itu? Tenanglah, aku tidak akan membiarkan mereka melukaimu segores pun." Balasnya
"Mereka tidak akan ditaklukkan semudah itu Kaseki-kun, mereka pasti akan melukaiku jika aku tidak ada di sampingmu." Kataku
"Aku akan selalu berada disampingmu Nao-chan, selalu." Balasnya sambil mencium keningku
Aku yang tiba-tiba mendapat ciuman dari Kaseki pun hanya bisa mematung, bahkan aku tidak menyadari kalau pipiku memerah.
"YA MAU MASUKLAH AAAA..." Jawabku dengan kesal
Kondisi supermarket sangat sepi sekarang, karena sekarang sudah malam. Tingkah Kaseki yang selalu menyebalkan dan tingkahku yang selalu kesal kepada Kaseki bahkan hampir menjambak rambutnya yang cukup panjang, menyebabkan 2 orang kasir yang melihat tingkah kami berdua pun berpikir bahwa betapa menyedihkannya hidup mereka yang jomblo dibandingkan dengan hidup kami berdua. Bahkan salah satu dari mereka sampai menceritakan masa bucinnya saat masih SMA, yang dimana berawal ketika dia berpacaran dengan seorang perempuan yang ternyata selingkuh dengan pria lain. Orang kasir itu menangis sambil menceritakan kejadian itu, dan aku hanya bisa diam. Kaseki yang mendengar hal itu akhirnya memasang wajah serius dan memberikan orang kasir itu sebuah permen, tapi tunggu dulu... KENAPA SI BAKA INI NGASIH PERMEN!? ORANG KASIR ITU KAN BUKAN ANAK-ANAK BAKAAAAA!!!
Tingkah Kaseki yang memberikan permen kepada orang kasir yang sedang nangis itu, membuat orang kasir yang mengurus barang belanja kami menjadi tertawa terbahak-bahak. Karena suara tertawa itu cukup keras, orang kasir yang menangis tadi pun akhirnya tertawa dan lupa dengan kisah masa lalunya itu. Lalu Kaseki memberitaukan sebuah hal penting untuknya.
"Kisah cinta itu tidak selamanya berakhir bahagia, karena belum tentu orang yang kita mencintai bisa mencintai kita sampai seumur hidup. Meskipun begitu, tidak semua kisah cinta berakhir dengan perpisahan. Ingatlah sebuah roda yang berputar, kadang diatas kadang dibawah. Semua kisah percintaan yang telah dijalani, memiliki makna yang bisa kamu ambil untuk kedepannya. Aku tidak bisa menolongmu, tapi aku hanya bisa memberitaumu akan hal itu untukmu." Kata Kaseki
"Makasih ya bro, kau benar-benar bijak." Balas orang kasir itu
"Semoga hubungan kalian berdua tetap awet ya." Kata orang kasir satunya lagi
"Sama-Sama bro, dan terima kasih." Jawab Kaseki kepada dua orang sekaligus
Kami pun keluar dari supermarket dan awalnya aku ingin pulang sendiri karena ini sudah malam, tapi Kaseki yang tidak mau aku kenapa-napa membuatnya menjadi mengantarkanku ke rumah terlebih dahulu. Meskipun begitu, aku tidak begitu mempermasalahkan hal itu.