WHY...

WHY...
Lanjut membaca buku diary raksasa yang sangat misterius



Aku masuk ke rumah, lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badan. Bisa dibilang... kalau aku sedang mandi, dan setelah mandi aku harus ke meja makan untuk makan sore. Setelah selesai makan, aku pergi ke kamarku untuk mendengarkan musik sambil belajar.


Sejujurnya, aku bukanlah orang yang sangat suka bermain game. Banyak orang yang beranggapan bahwa bermain game di laptop atau di handphone itu sangat menyenangkan, tetapi itu semua sangat berbeda dengan pola pikirku mengenai game.


Menurut pendapatku sendiri, main game hanyalah sesuatu yang tidak berguna. Ada orang yang rela menghabiskan uangnya demi sebuah game, ada yang rela bermain game seharian tanpa berhenti sedikitpun, dan lain-lain yang membuatku berpikir bahwa game itu adalah sebuah permainan yang mengajarkan ajaran sesat. Tenanglah, itu semua adalah pola pikir lamaku.


Setelah kucaritau, game itu tidak mengajarkan ajaran sesat sama sekali. Namun yang membuat mereka semua menjadi terkenal karena keburukannya adalah orang yang memainkan game itu. Mereka berpikir bahwa mereka harus merelakan segalanya demi game, padahal game hanyalah sebuah permainan untuk menghibur kita ketika kita sedang butuh hiburan ataupun bosan.


Oh iya, aku harus mengecek diary raksasa itu! Hampir saja aku melupakannya. Sudahlah, aku bisa lanjut membaca buku saat di sekolah. Aku mulai membaca diary itu dari halaman pertama. Setelah membaca sampai halaman 10, aku mengistirahatkan mataku sebentar karena tulisan di buku itu kecil sekali, sehingga sangat sulit bagiku untuk membaca diary itu sampai halaman terakhir.


Untungnya aku memiliki kaca pembesar di kamarku, aku membeli kaca pembesar itu disaat aku pergi ke supermarket seorang diri. Well, orang tuaku tidak mengetahui kalau aku memiliki kaca pembesar di rumah. Mengapa bisa mereka tidak tahu kalau aku memiliki kaca pembesar? Karena aku membelinya tanpa sepengetahuan orang tuaku.


Tapi tenanglah, aku membelinya menggunakan uang jajanku yang kutabung sendiri kok. Aku bukanlah tipe orang yang suka makan snack sebenarnya, karena aku memang tidak bisa makan dengan jumlah porsi yang besar. Jika aku dipaksa makan dengan jumlah porsi yang besar, aku bisa muntah.


Disaat aku membaca buku diary raksasa itu, aku melihat satu kalimat yang membuatku berpikir keras.


"Gadis itu memiliki kekuatan untuk mengeluarkan bola petir dan dia akan menjadi sangat kuat, sayangnya dia akan kehilangan orang yang paling dia cintai selamanya dan akan bertemu lagi di bumi dalam wujud reinkarnasi."


Tunggu dulu, apakah gadis yang dia maksud itu adalah aku? Aku tahu bahwa aku adalah hasil reinkarnasi, tetapi apakah aku akan kehilangan orang yang paling kucintai? Apakah Kaseki... akan pergi meninggalkanku...? Aku menangis sambil menatap buku diary raksasa itu dengan takut dan sedih,


"Bagaimana mungkin Kaseki akan mengkhianatiku???" Tanyaku di dalam hati


Aku menangis sampai pada akhirnya aku tertidur di meja belajarku, aku tidak bisa berpikir apa-apa lagi selain memikirkan Kaseki yang akan pergi meninggalkanku seorang diri sebelum aku tertidur di meja belajarku.


Bersambung~~