WHY...

WHY...
Main ke rumah teman baru yuk!!!



Oh iya! Aku harus memberitau soal Chang kepada Kaseki! Dia pasti bisa membantuku untuk meneliti kasus itu! Tapi sepertinya... aku harus menunggu jam pulang untuk menceritakan soal Chang, karena jadwal sekolahku itu berbeda dengan sekolah lainnya.


Jadi di sekolahku itu ada 4 jam mata pelajaran dan 1 jam istirahat, 1 jam mata pelajaran sama dengan 60 menit untuk belajar (alias 1 jam asli). Dan... inilah jadwal mata pelajaranku.



Sudahkah kalian melihatnya? Kalau sudah, mari kita lanjutkan. Kalau kalian lihat di jadwal mata pelajaranku, kelasku pulang jam 13.00, jadi aku bisa menceritakan soal Chang kepada Kaseki saat jam itu. Oh iya, aku sengaja menunjukkan jadwal mata pelajaranku, karena aku yakin sebagian besar kalian tidak akan mengerti apa yang kukatakan.


Kalau kalian lihat di bab sebelumnya, aku ada memberikan penjelasan soal materi akuntansi ke kalian bukan? Saat itu, sebenarnya aku menyebutnya secara tidak sengaja, karena aku belajar Akuntansi terlalu keras di hari-hari kemarin. Anehnya, aku merasa ngantuk sekarang. Kurasa aku bisa tidur di saat jam belajar berlangsung.


"Sweet heart, ayo bangun. Kau tertidur di kelas selama 2 jam pelajaran."


Aku terbangun di saat bel pulang berbunyi di jam 13.00, sekaligus dibangunkan oleh Kaseki. HAH!? SUDAH JAM PULANG!? HORE!!! AKU SUDAH BISA PULANG SEKARANG!!!


"Kalian berdua! Kenapa masih ada di dalam kelas!?" Tanya salah satu guruku


"Saya hanya membangunkannya karena dia ketiduran, apakah itu tidak boleh?" Jawab Kaseki sambil memasang wajah malas


"Ok pak." Jawab Kaseki


Tunggu sebentar, kenapa di belakang guruku ada aura berwarna hitam yang sangat mengerikan? Ada yang aneh... oh iya! Soal Chang! Aku harus menceritakannya sekarang! Aku mengemas buku-bukuku sambil memberitaukan soal Chang kepada Kaseki.


Secara muka, Kaseki biasa saja. Tetapi dia marah di dalam hati karena dia sehati denganku, alias dia juga benci dengan ayah Chang yang menjual anaknya sendiri. Sudahlah, nanti akan aku intai sendiri, karena aku yakin kalau Kaseki tidak bisa melihat aura hitam itu.


Aku pulang sendiri karena rumah kami beda arah, dan disaat perjalanan pulang ke rumah, aku berlari agar bisa cepat-cepat kuintai guru tadi. Banyak orang yang kebingungan melihatku lari, bahkan ada yang mengira kalau aku dikejar oleh seorang penjahat. Tapi aku berkata kepada mereka bahwa aku baik-baik saja, dan dari sinilah aku mulai belajar terbuka kepada semua orang.


Di saat aku sudah berada di rumah, aku cepat-cepat pergi untuk mandi dan makan. Setelah semuanya selesai, aku mengerjakan tugas terlebih dahulu karena ada tugas yang akan dikumpul untuk besok hari. Yap! Hari ini adalah hari rabu, dan tugas itu harus dikumpulkan pada hari Kamis. Tugas itu berada di mata pelajaran Bahasa Mandarin, sehingga aku harus mengerjakannya terlebih dahulu.


Untunglah soalnya sedikit dan menurutku itu tugas yang sangat mudah, sehingga aku bisa mengerjakannya tanpa membuang banyak waktu. Setelah selesai kukerjakan, aku bersiap-siap untuk pergi ke rumah Chang.


Ah iya! Betapa pikunnya diriku! Seharusnya aku mengintai guruku tadi! Astaga... tetapi ya sudahlah, lagipula aku tidak tau guruku pergi kemana. Cukup percuma, tetapi setidaknya aku bisa bermain di rumah Chang, karena tugasku hari ini hanya ada tugas Bahasa Mandarin.


Bersambung~~