WHY...

WHY...
My first love



"KAU BUKAN KEKASIHKU! JADI SEBAIKNYA KAU PERGI SEJAUH MUNGKIN!!!" Teriak Kaseki


Jujur, aku belum pernah melihat Kaseki marah besar seperti ini. Ketua geng itu menangis, lalu pergi dari kelasku. Anak buahnya hanya bisa mengikuti ketua geng mereka di belakangnya, untunglah Kaseki tidak menggunakan kekerasan apapun. Namun karena Kaseki memarahi ketua geng tadi, banyak laki-laki dan perempuan yang menatap kesal kepadanya.


Aku tau, Kaseki melakukan ini demi aku. Dia mau melindungiku dari bahaya, terutama dari geng perempuan tadi. Astaga... masalah ini justru menjadi masalah rumit... tapi aku tidak tau harus bagaimana... kutu buku! Lakukan sesuatu!


Beberapa jam kemudian, jam istirahat pun berbunyi. Aku pergi ke kantin sesuai instruksi yang diberikan oleh Kaseki, dan ketika aku sampai disana... aku terkejut melihat Kaseki yang membawakan sebuah buket bunga mawar berwarna pink, dan 10 buket coklat untukku. Apakah dia benar-benar jatuh cinta kepadaku? Dia sangat berniat membuat kejutan sebesar ini. Ketika dia berada di hadapanku, dia berlutut dan bertanya sebuah kalimat yang membuatku pusing untuk memikirkannya.


"Maukah kau menjadi pacarku Naomi?" Tanyanya kepadaku


Iya atau tidak ini....??? AAAAAAA HEEELPP!!! AKU HARUS JAWAB APAAAAAA!? TULUNG AKUUUUUU!!!!! :")


"I-iya, aku menerimanya." Jawabku tanpa pikir panjang


"Kau yakin? Kurasa kau tidak siap." Katanya sambil murung


"Sebenarnya aku memang belum siap karena ini terlalu tiba-tiba, tapi aku akan mempersiapkannya dengan sendirinya. Jadi kamu tidak perlu khawatir lagi, Kaseki-kun." Jawabku dengan tersenyum sambil mengelus pipi kirinya


Kali ini tidak hanya pipi Kaseki yang memerah, namun seluruh mukanya sudah menjadi tomat. Astaga... aku bahkan hampir tertawa, untunglah aku bisa menahan tawa karena aku ga mau Kaseki salah paham.


"Tidak perlu berterimakasih, karena sudah mau menolongku. Jangan pergi ya... you are my first love, and i don't want you go... (terjemahan : kamu adalah cinta pertamaku, dan aku tidak mau kamu pergi...)" bisikku kepadanya sambil membalas pelukannya


Kami berdua pun berpelukan, tidak kusadari ternyata geng perempuan itu ada di kantin dan mereka melihat kami berpelukan. Dengan tiba-tiba, mereka semua berkumpul membentuk lingkaran dan menghalangi aku dan Kaseki agar kami tidak bisa keluar. Dan ketua geng itu mendatangi kami berdua dengan membawa sebuah pisau, ASTAGA! DIA INGIN MEMBUNUH KAMI!!!


"Jangan kira kalian berdua bisa lolos dariku. HAHAHAHA!" Kata ketua geng itu sambil tersenyum senang


Astaga... dia ternyata adalah psikopat. Tapi tunggu... aku teringat sesuatu! Diary raksasa! Aku ingat bahwa semalam aku melihat selembar kertas di diary yang menunjukkan orang-orang yang direinkarnasi dari dewa atau dewi jahat, dan disana ada gambar wajah ketua geng itu.


Pantas saja dia mirip seperti psikopat, pada dasarnya saja dia sudah jahat. Aku tidak boleh membiarkannya disini! Aku harus membunuhnya walau aku harus melanggar aturan, yang terpenting orang yang kucintai tidak terluka. Dengan cepat, aku pergi ke depan untuk melawan ketua geng itu walau Kaseki melarangku.


"Dia bisa membunuhmu Nao!" Kata Kaseki


"Aku tau siapa dia, dan kamu tidak perlu khawatir karena aku akan baik-baik saja." Kataku untuk menenangkan dan meyakinkannya bahwa aku tidak akan meninggalkan dia


Bersambung~~