
"Album foto ini adalah milikmu Naomi, akulah yang mengantarkan album foto ini kembali kepadamu. Mungkin, kamu sudah lupa dengan apa yang telah terjadi sebelumnya. Tapi hal yang paling jelas adalah : semua barang yang muncul tiba-tiba, barang itu adalah milikmu sebelum kamu di reinkarnasi menjadi Naomi." Jawab malaikat itu
"Kalau begitu, apakah kamu tahu siapa aku yang sebelumnya?" Tanyaku
"Tentu saja aku mengetahuinya, apakah kamu ingin tahu apa yang sebenarnya telah terjadi?" Kata malaikat itu
"Sangat! Aku sangat ingin mengetahuinya! Aku sangat kebingungan atas apa yang telah terjadi, dan aku harus mencaritahu semua yang telah terjadi." Jawabku
"Baiklah, sekarang cobalah buka halaman album foto itu di bagian paling belakang. Disana akan ada petunjuk, semua memorimu yang hilang akan kembali ke ingatanmu." Kata malaikat itu
Aku yang mendengar instruksi dari malaikat itu pun langsung melakukannya, perlahan aku membuka halaman terakhir di album foto itu. Ada 1 foto yang membuatku sangat kaget, yaitu sebuah foto muka yang terkena noda darah sehingga aku tidak bisa melihat siapa yang berada di foto itu. Aneh, aku teringat sesuatu.
"Zhou Lin Fei! Kumohon jangan keluar! Mereka mengincarmu, dan kau tidak boleh mati!"
"Chai Hei Hua, jangan khawatir. Ingat saja bahwa kita akan baik-baik saja, cukup dengarkan perintahku. Pergilah ke atas gunung itu, dan sembunyilah."
"Tapi... kita berdua bisa bersembunyi di atas gunung itu, lagipula mengapa kamu yang harus mengorbankan dirimu sendiri...? Aku tidak ingin kamu mati..."
"KAMI TELAH MENEMUKAN MEREKA! CEPAT BUNUH MEREKA BERDUA!!!"
"Aarrrggghhhh..."
Hujan panah pun datang menyerang mereka berdua
"Kalau kalian mau membunuhku, silahkan. Tapi jangan bunuh dia!"
Laki-laki itu pun dibunuh oleh sekelompok penjahat, hanya tersisa si perempuan itu. Dia menangis, lalu membunuh dirinya sendiri di tempat itu juga.
"Sweet heart? Sweet heart~~ sweet heart! Kamu baik-baik saja?" Panggil Kaseki
Aku mengecek jam tanganku, dan jam menunjukkan pukul 11.15. Ya ampun, masih banyak waktu untuk free time. Tapi tunggu sebentar, malaikat itu sudah hilang! Astaga, aku hanya mendapatkan sedikit petunjuk! Tapi sudahlah, setidaknya aku sudah tahu walaupun hanya sedikit.
"Kaseki-kun! Mau pergi ke kantin?" Tanyaku
"Mau dong, masa ndak?" Tanya Kaseki
"Ya... siapa tau Kaseki-kun ga mau ikut Nao ke kantin." Kataku
"Gimana aku mau nolak kalau sweet heartku yang imut begini mengajakku ke kantin?" Balas Kaseki-kun sambil menggendongku layaknya sedang menggendong kucing
Astaga, untunglah tidak ada orang disini. Tapi kenapa si Baka ini gendong aku!? Aku kan masih bisa jalan astaga...
"Hei, aku kan masih bisa jalan. Kok Kaseki-kun gendong Nao?" Tanyaku kepada Kaseki
"Kamu kan kucingku, kalau ga digendong ntar kamu ilang." Jawab Kaseki
"AKU BUKAN KUCING, BAKAAAAAA!!!" Balasku kepada Kaseki
"Iya-iya maaf, habis tadi kamu duduk bengong sambil lihat buku Matematika. Makanya aku takut kalau kamu kenapa-napa, maaf ya sweet heart." Kata Kaseki sambil menurunkanku
"Makasih ya, Kaseki-kun." Balasku
"Makasih? Untuk apa?" Tanya Kaseki
Bersambung~~