
"SUMI!!! JANGAN MAIN KE SANA!!!"
"BRAAAK!!!"
"SUMI!!!!!"
Aku menangis mengingat kejadian itu. Yup, kejadian 5 tahun yang lalu. Yang dimana adik yang kusayangi akan pergi, untuk selama-lamanya. Dia adalah adik terbaik dan termanis yang pernah kumiliki seumur hidupku. Walau orang tuaku berencana untuk memberikanku adik baru, tapi tetap saja. Sumi hanya ada satu, dan tidak ada penggantinya.
Sejak kejadian itu, aku menjadi anak yang pendiam. Orang-orang yang berbahagia, menikmati kehidupan mereka. Hanya aku yang berdukacita karena aku kehilangan adik yang paling kusayangi, Sumi. Meskipun aku menjadi pendiam, aku selalu merasa aneh. Aku seperti bisa merasakan aura manusia, dan dari aura mereka, aku bisa tahu sifat mereka tanpa mengenal mereka terlebih dahulu.
Tapi tidak sampai disitu saja. Sejak kejadian itu, aku selalu bermimpi tentang kejadian esok hari di saat aku sedang tidur dan kejadian di mimpiku benar-benar terjadi. Sebagai contohnya saja, di mimpiku aku mengerjakan tugas matematika di meja belajarku saat malam hari. Esok hari di saat malam, benar saja. Aku mengerjakan tugas matematika di meja belajarku dan kejadian itu sangat sesuai di mimpiku.
"Bagaimana bisa hal ini terjadi???"
Sungguh, ini adalah kejadian teraneh yang pernah kualami. Aku bahkan mencoba bertanya kepada orang tuaku tentang mimpi yang terjadi di kehidupan nyata, tapi mereka bilang kalau mimpi itu hanyalah bunga tidur. Mereka tidak mengerti apa maksudku, dan jawaban yang sama pun dijawab oleh teman-temanku ketika aku bertanya tentang hal itu. Mereka menganggap kalau aku berbohong, padahal itu nyata. Aku hanya bertanya untuk memastikan, bukan untuk pamer. Seandainya mereka tahu apa yang telah kualami, mereka pasti memercayaiku.
Tapi belum selesai makan es krim, tiba-tiba saja ada perempuan berpakaian serba hitam yang berusaha menghancurkan gedung sekolahku. Sebenarnya aku takut, bahkan es krim yang kubawa sampai jatuh. Tapi entah mengapa kakiku justru melangkah mendekat ke perempuan itu. Perempuan itu menatap tajam kepadaku, dan dia segera menyatukan kekuatannya untuk membunuhku. Namun hal aneh terjadi, tiba-tiba saja kedua tanganku terangkat ke atas tanpa aku gerakkan. Dan dari kedua tanganku, muncul sebuah bola petir berwarna biru yang bercampur dengan warna pink. Dan tanpa kugerakkan, bola petir itu kulemparkan ke perempuan itu. Sangat jelas bahwa perempuan itu kesakitan, lalu dia pergi ke langit untuk bersembunyi.
"Lha?? Kok tiba-tiba aku terbang??"
Tidak hanya mengeluarkan bola petir, tiba-tiba saja aku terbang mengikuti perempuan tadi. Perempuan itu bersembunyi di balik awan, dan aku membuat bola petir itu lagi tanpa menggunakan tenagaku. Bola petir itu kuarahkan ke perempuan itu dan dia terjatuh ke lapangan sekolahku. Saat dia jatuh, aku langsung turun ke lapangan sekolah dan gadis itu menghilang tiba-tiba.
Aku sangat kebingungan. Siapa gadis tadi? Bagaimana caranya aku bisa terbang dan membuat bola petir?? Ini benar-benar diluar logika. Kalau aku menceritakan hal ini ke teman-temanku ataupun keluargaku, mereka pasti langsung membawaku ke rumah sakit karena dianggap terkena penyakit jiwa.
Ini adalah kejadian teraneh yang pernah kualami di seumur hidupku, dan anehnya hanya aku yang mengalami kejadian ini.
Bersambung~~