
"Kamu tidak merasa sedih atas perlakuan orang tuanya kepada anaknya sendiri!!?" Bentakku kepada Kaseki
"Biar aku memberitaumu satu hal, dan dengarkan dengan baik apa yang kuberitau ini." Kata Kaseki
"Orang tua Leo tidak seperti yang kamu kira, mereka sangat kejam kepada siapapun termasuk anak tunggal mereka sendiri. Sejak kecil, Leo selalu disiksa walau hanya membuat masalah sepele. Orang tua Leo memiliki masalah psikologi, bisa dibilang mereka adalah psikopat yang sudah tidak memiliki hati. Jadi mereka bisa membunuh tanpa belas kasihan, termasuk anak mereka sendiri." Lanjutnya dengan rinci
Aku yang mendengar hal itu pun langsung terjatuh dan meratapi nasib masa lampau Mami ketika masih hidup, aku juga masih ingat bahwa dulu Mami pernah dibully di sekolah karena dia merupakan anak dari keluarga psikopat. Sekarang dia sudah bahagia di Surga, dan... aku harus menbalas dendam untuk orang tua Mami. Mereka telah menyakiti orang yang tidak bersalah, dan itu tidak adil!
Ssstt! Jangan beritau siapa-siapa kalau aku akan membuat rencana dan melakukan balas dendam di malam ini, aku akan menggunakan sarung tangan karet dan kaos kaki karet agar tidak ketahuan dan aku akan izin kepada orang tuaku untuk pergi ke supermarket karena ada barang-barang yang harus kubeli secara dadakan.
Rencanaku hanyalah membunuh orang tua Mami dan mengecek catatan-catatan yang Mami tinggalkan sebelum aku pergi dari sana, setelah itu kubawa pulang catatan-catatan milik Mami dan membawanya pulang. Aku tidak akan mencuri barang-barang berharga ataupun uang di rumah itu, yang terpenting aku sudah membalas dendam. Sekarang pukul 18.00, aku akan bersiap-siap untuk menjalankan rencanaku sebelumnya dan pertama aku harus beracting untuk pergi ke supermarket dadakan.
"Ma! Pa! Naomi ke supermarket dulu ya! Ada barang yang harus dibeli untuk tugas sekolah besok!" Kataku
"Ok nak, hati-hati di jalan ya." Jawab mamaku
Dengan segera, kubuka pintu dan menutup sekaligus mengunci pintu itu. Lalu dengan cepat aku pergi ke rumah Mami, kulihat tidak ada orang tuanya di dalam rumah. Sepertinya mereka sedang pergi, kesempatan bagus! Aku akan masuk ke rumah Mami! Tapi tiba-tiba saja, aku melihat ada Kaseki yang penuh dengan noda darah di halaman belakang rumah Mami. Aku yang kaget dan penasaran akan hal yang telah terjadi, pergi ke halaman belakang dengan kaki yang gemetar karena takut.
"Apa yang telah terjadi sebelumnya Kaseki?" Tanyaku
"Mereka telah membunuh Leo, dan aku ingin membalas dendam. Semua telah direncanakan oleh mereka sebelum kita mengetahuinya." Jawab Kaseki
Kakiku lemas hingga terduduk di lantai halaman belakang karena kekurangan tenaga untuk berdiri, aku sangat shock karena hal itu. Dan... akupun teringat sesuatu.
"Kaseki! Bolehkah aku mengambil beberapa catatan di kamar Mami?" Tanyaku
"Catatan? Maksudmu Catatan Matematika?" Tanyanya
"Bukaaan! Maksudku itu seperti diary milik Mami." Jawabku sambil memasang raut wajah kesal
"Tidak perlu sekesal itu Nao, aku hanya bercanda. Okay, aku akan membuka pintu utamanya dulu." Balasnya sambil tertawa kecil
Bersambung~~