
Aku telah sampai di sekolah, kulihat banyak siswi-siswi yang memberikan coklat kepada Kaseki. Namun dia hanya menerima tanpa senyuman, dan dia hanya memasukkan semua coklat yg diberikan barusan ke dalam kantong plastik berukuran besar.
Sebenarnya hal ini cukup aneh, karena tahun lalu dia menolak semua coklat dari fansnya kecuali dari temannya dan orang tuanya. Saat dia melihatku, dia berjalan menuju ke arahku dan membisikkan sesuatu.
"Temui aku di kantin saat jam istirahat." Bisiknya
Aku hanya mengangguk, dan tanpa kusadari pipiku memerah. Semua fansnya yang melihat tingkah laku Kaseki yang berbeda pun hanya bisa gosip dan kebingungan, bahkan ada yang sampai menatap sinis kepadaku. Ya... aku bertingkah biasa saja, karena menurutku mereka hanya tukang iri saja.
Sudahlah, lebih baik aku duduk di kelas dan... membaca buku. Well, aku adalah anak terdiam plus terpintar di kelasku. Sebenarnya aku pintar bukan karena kemampuan otakku yang hebat, tapi karena aku adalah kutu buku. Lagipula, tidak ada yang mau mengajakku mengobrol selain Mami dan Kaseki, jadi lebih baik aku baca buku saja.
Disaat aku asyik baca buku, tiba-tiba segerombolan perempuan datang ke kelasku dan memukul meja dengan keras. Ya, mereka adalah kumpulan siswi yang bergosip tadi. Hadeh... mau cari masalah apa lagi sih...? Kalau mau cari aku hanya untuk berteman sih aku terima saja, tapi kalau mau buat masalah ya jangan ke aku kali... lagian aku itu ada buat masalah apa sebenarnya astaga...
"HEH! Lu berani amat ya godain calon suami gue!" Ancam ketua dari geng itu
Apa!? Calon suami!? Aku tertawa terbahak-bahak sampai perutku sakit. Jangankan calon suami, Kaseki yang melihat dia dari jauh saja sudah merasa jijik.
"HEH! NGAPAIN LU KETAWA B*NGSAT!? MAU CARI MATI!? DASAR PEL*KOR TIDAK PUNYA OTAK!!!" Ancam ketua dari geng itu lagi
Aku sengaja menegurnya terlebih dahulu sambil tersenyum, karena menurutku dia hanya kurang didikan yang baik. Berusaha tersenyum di kondisi apapun, adalah pilihan yang terbaik agar dia tidak salah paham.
"OKE! GUA TANYA SAMA KASEKI SEKARANG!! JANGAN HARAP KAU BISA MEMBOHONGI KAMI!!!" Kata ketua geng itu
Siapa juga yang mau bohong? Berbohong itu dosa, dan kau harus tau soal itu. Kaseki yang baru masuk ke kelas pun didekati oleh ketua geng tadi dengan tiba-tiba, dan ketua geng itu menanyakan sesuatu.
"Sayang~~ kamu dekati si kutu buku itu? Kok kamu jahat banget sih sama aku?" Tanyanya kepada Kaseki
Pantas saja Kaseki sering merasa jijik kepada ketua geng itu, cara berbicaranya saja sudah seperti... orang yang lagi acting atau yang bisa kalian sebut sebagai... drama. Astaga... kurasa dia sendiri yang pel*kor, tapi dia sengaja menutupinya agar tidak dijauhi oleh orang banyak. Dan reaksi Kaseki adalah...
"Euwh, bersihkan dirimu yang kotor itu. Dan jangan dekati aku lagi, manusia berhati kotor. Karena aku sudah memiliki kekasih, dan aku tidak mau menyakiti perasaannya. Kalau kau menghancurkan hubungan kami, jangan harap kau bisa lolos." Jawab Kaseki dengan tatapan sinis
"Tapi sayang~~..." Kata ketua geng itu
Bersambung~~