WHY...

WHY...
Seragamku yang berubah menjadi Baju perang tanpa kusadari!



(Music : Stronger than you)


Naomi : I know who you are... you remember who i am?


Keyla : of course i know who are you, because my target is just you...


Naomi : did you know what they are feeling..? Did you know why they are afraid... i just speeding up the process.. i just bring it to it's end...


(Keyla \= ketua geng)


Pertarungan dimulai!


Dia menusukku menggunakan pisaunya, dan lihatlah apa yang telah terjadi. Pisau itu tidak mengenaiku, justru di sekitar badanku ada semacam pelindung berwarna biru entah darimana. Kesempatan! Aku harus membuat bola petir secepat mungkin. Sinar bola petir yang sangat terang, itu membuat semua orang yang berada di kantin menutup mata mereka dengan reflek termasuk Kaseki dan Keyla.


"YOU SHOULD BE DYING, EVIL!" Teriakku sebelum bola petir itu kena ke arah Keyla


Dia berteriak kesakitan, tapi itulah yang pantas ia dapatkan. Semua orang di kantin kaget dengan aku yang bisa membuat petir, termasuk Kaseki. Kaseki langsung mendekatiku, dan langsung menuangkan banyak pertanyaan kepadaku.


Tunggu? Baju? Astaga... yang tadinya aku memakai seragam sekolah, kini aku memakai baju perang berwarna cokelat yang dipadukan dengan kombinasi warna hitam. Disana juga ada panah dan busur, serta sebuah pedang yang ukurannya sangat panjang. Apa yang telah terjadi sebenarnya!? Aku bahkan tidak tau bagaimana aku bisa membuat bola petir, agar aku bisa menjawab pertanyaan Kaseki barusan.


Kulihat badan Keyla berdarah-darah akibat seranganku tadi, dan hal itu membuat semua anggota gengnya berkumpul dan berusaha untuk menyerangku. Aku yang memiliki pedang entah darimana asalnya, dengan cepat kuambil pedang itu dan memakainya untuk membunuh mereka. Awalnya aku berpikir bahwa mereka semua benar-benar ingin cari mati, tetapi saat mereka tau bahwa aku memiliki pedang, mereka memohon ampun sampai berlutut di hadapanku agar aku tidak membunuh mereka.


Astaga... sebenarnya rencanaku hanya 1, yaitu membunuh Keyla. Tapi Keyla sudah kuhabisi barusan, dan untunglah mereka tau bahwa suasana hatiku sedang buruk, sehingga aku bisa membunuh mereka semua tanpa pengampunan sedikitpun. Kaseki yang melihatku menjadi psikopat, membawaku ke UKS untuk membersihkan noda darah, dan mengobati luka yang kudapatkan saat pertarungan tadi. Di UKS, Kaseki hanya bisa menatapku dengan wajah yang penuh dengan kebingungan yang dia lihat tadi.


Kupikir... dia sudah berubah pikiran dan akan meninggalkanku... Tapi ya sudahlah kalau dia memang membenciku atau sudah mulai tidak menyukaiku lagi... walau aku sadar kalau aku mencintainya... tetapi cinta tidak boleh dipaksa atau semuanya yang akan hancur berkeping-keping... jadi.. kubiarkan kau pergi...


"Kaseki-kun... maaf kalau aku menjadi sekejam ini... jika kau mau pergi, pergilah dan kau tidak perlu memperdulikanku lagi..." Kataku sambil menahan air mata yang hampir jatuh dari mataku


"Aku tidak mungkin langsung membenciku Nao... aku hanya memikirkan bagaimana bajumu bisa berubah dengan sendirinya, tanpa kau ketahui sebelumnya. Kumohon jangan salah paham, ya...?" Balas Kaseki sambil menghapus air mataku


Aku menangis terharu, ternyata Kaseki tidak membenciku. Dan Kaseki memelukku saat ini, pelukannya yang hangat membuat tangisanku semakin deras. Tanpa kusadari, seseorang memotret kami dari balik pintu UKS.


Bersambung~~