What Is Beauty?

What Is Beauty?
Masa Lalu Aiydeen



Harin berangkat ke sekolah seperti biasanya. Pagi-pagi wajahnya sudah kelihatan sangat masam. Tas yang selalu ia pakai masih belum kering serta sepatu favoritnya belum juga kering. Nasib baik seragamnya sudah ia siapkan sehari sebelum sekolah. Entah apa yang terjadi nanti, ia berharap jika ada hal yang membuat dirinya kembali tersenyum. Cukup tas dan sepatunya yang membuat wajahnya masam.


"Mengapa hari ini aku terus-menerus mendapat sial, sih?" ucapnya dengan sangat kesal. Benar, hari ini akan menjadi hari sialnya. Sudah melihat tas dan sepatunya yang masih basah, kali ini harus berhadapan dengan dua sosok yang sangat diperbincangkan.


"Aku rasa mereka benar-benar berpacaran," ucap Rini saat melihat Sara yang sedang berbicara dengan Reyhan di vending mechine atau mesin yang menjual minuman tepat di depan pintu utama keluar dan masuk ke sekolah.


"Sepertinya kau sangat suka membeli minuman di sini. Kalau begitu, apa kau bisa traktir aku satu? Aku mau itu yang ada di tangan kamu," ucap Sara yang didengar oleh Harin, Arin dan Rini dari kejauhan.


Arin yang bersama mereka merasakan hal yang sedikit aneh, "Tapi, kenapa Reyhan terlihat tidak nyaman?"


Jika dilihat-lihat Reyhan memang terlihat sedikit risi dengan keberadaan Sara. Mau bilang sibuk memilih air yang akan dibeli, tidak juga. Tapi, sifat Reyhan memang seperti itu, kan?


Reyhan menatap Sara yang berada di belakangnya dan menghela nafas sebelum mencampakkan kaleng minuman yang ia beli tadi ke arah Sara. Sara sontak kaget dan langsung menangkap minuman tersebut. Ia juga tidak sempat mengucapkan terima kasih karena Reyhan langsung meninggalkannya. Tampak wajah Sara sedikit kesal.


"Aku tidak percaya jika mereka berpacaran. Mana ada orang yang mencampakkan kaleng minuman ke pacarnya sendiri. Terus pergi tanpa berkata apa pun," kata Arin yang tidak percaya dengan rumor jika mereka berpacaran.


Hal itu langsung dibantah oleh Rini yang percaya jika mereka berpacaran dengan alasan sifat Reyhan memang seperti itu, dingin. Tapi, jika dipikirkan lagi mana ada orang yang sedingin itu ke pacarnya. Emang ada orang yang tega melakukan itu ke pacarnya? Aneh saja jika ada yang seperti itu.


Kemungkinan di sekolah tersebut yang tidak percaya dengan rumor tersebut hanya Arin dan Harin. "Kenapa kalian tidak percaya? Sudah jelas mereka pacaran. Semua orang percaya dan yakin jika mereka berpacaran. Reyhan itu ganteng sedangkan Sara cantik, tidak mungkin mereka tidak berpacaran," bebel Rini yang mirip ibu-ibu yang sedang bergosip, panjang dan tidak ada habisnya.


Harin hanya mendengarkan ucapan Rini sembari berjalan menuju ke kelas. Walaupun dirinya tampak kelihatan tidak peduli dan dingin tapi sebenarnya ia merasa cemburu dan sakit hati. Meskipun hatinya masih bingung dengan perasaannya, hatinya benar-benar sakit.


Saat istirahat, mereka semua berkumpul bersama di kantin untuk makan bersama. Menu makanan saat itu adalah favorit mereka semua, makanya mereka berkumpul. Suatu makanan akan terasa lebih enak jika dimakan bersama-sama.


Di tengah seru-serunya makan bersama, Aiydeen yang duduk di samping Harin langsung memberikan nugget ayam ke piring Harin. Sontak Harin kebingungan akan hal itu. Bukannya menjelaskan arti kelakuannya, Aiydeen malah tersenyum sebelum melanjutkan aktivitasnya dalam menghabiskan makanannya.


Di meja lain, terlihat Reyhan yang makan sendirian. Beberapa detik kemudian, muncul seseorang yang sangat ia benci. Siapa lagi kalau bukan Sara. Ia tetap makan walaupun Sara tak henti-hentinya mengajaknya berbicara. Manusia tetap manusia, Reyhan risi dengan keberadaan Sara di hadapannya. Reyhan berdiri dan meninggalkan Sara yang sudah kelihatan kesal.


Bagaikan petir di siang bolong, Reyhan duduk tepat di hadapan Harin yang masih kosong. Semuanya keheranan, sejak kapan Reyhan mau ikut makan bersama bersama. Biasanya ia makan sendirian layaknya orang yang kesepian. Kali ini tidak, justru ia datang dan duduk dengan sendirinya.


Reyhan memberikan nugget ayamnya ke Harin dan berkata, "Ambil dan makan itu."


Harin langsung tersedak melihat itu. Ada apa dengan Reyhan, apa dia barusan jatuh dan kepalanya terbentur? Melihat itu, semuanya merasa sedikit khawatir. Biasanya orang yang berubah pertanda akan meninggalkan kita.


Suasana semakin kacau saat Reyhan dan Aiydeen yang saling bertatapan. Awal mula mereka seperti itu saat Reyhan yang tiba-tiba memberikan makanannya ke Harin. Aiydeen menatap Reyhan dengan tatapan yang mengerikan. Reyhan yang menyadari itu, langsung membalas tatapan tersebut dan akhirnya mereka saling tatap-tatapan seperti itu.


Saat pulang sekolah, Sara terus menghampiri Reyhan yang sedang membeli minuman kaleng. Membeli minuman kaleng adalah salah satu kebiasaan Reyhan. Sara berusaha mendekati Reyhan namun, Reyhan malah menjauhi Sara.


Ia tidak dihiraukan oleh Reyhan dan meninggalkannya tanpa berkata apa pun membuat ia kesal. Belum selesai, ia semakin dibuat kesal saat melihat Harin dan Aiydeen yang sedang bercanda di luar. Ia memerhatikan Harin yang sedang dikerjain oleh Aiydeen.


Harin kesal dan mengejar yang Aiydeen mengambil buku yang ia baca dari tangannya, "Berikan itu sekarang! Kenapa kau mengambilnya?!"


Aiydeen malah berlari dan berusaha menjauh dari kejaran Harin yang sudah mirip seperti harimau saat marah. Harin semakin kesal saat melihat Aiydeen yang menertawakan dirinya. Akhirnya usahanya berhasil, Harin berhasil menangkapnya.


"Kau memang ingin cari mati?!" Harin kesal dan mengusap-usap bukunya.


Sara melihat itu langsung pergi dari sana. Raut wajahnya semakin jelas jika ia tidak suka dengan Harin. Tapi, apa yang membuat ia semakin tidak suka dengan Harin?


Ia berjalan dan tidak sengaja mendengar percakapan dari sekelompok siswa yang sedang membicarakan tentang Aiydeen di masa lalu. Ia berhenti untuk menguping percakapan itu dari kejauhan. Ia tersenyum lebar penuh arti sebelum pergi dari sana.


...*****...


Beberapa hari kemudian, sekolah dihebohkan dengan sebuah unggahan dari sebuah akun anonim yang tersebar di komunitas online. Berita itu sangat panas dikarenakan ada seorang siswa yang merupakan mantan perundung saat SMP. Semuanya tidak menyangka jika orang tersebut adalah mantan perisak.


"Wajah saja tampan tapi mantan perisak."


Kata-kata itu menghantui Aiydeen serta Harin yang berjalan di lorong kelas. Mereka kebingungan, apa yang dimaksudkan dengan perisak. Akhirnya, mereka berdua tiba di kelas yang ternyata sudah heboh. Tidak ada kata lain selain kaget dan bingung yang terlihat di wajah Aiydeen dan Harin. Mereka tidak tahu apa yang terjadi saat itu juga.


"Aiydeen, apa ini benar?" tanya Chris khawatir sembari menunjukkan unggahan tersebut.


Ia langsung membacanya dan langsung memperlihatkan raut wajahnya yang panik dan kaget. Unggahan tersebut menyebutkan bahwa dirinya adalah mantan perisak. Ia menggelengkan kepalanya bingung, bagaimana ini bisa terjadi.


"Ini tidak benar, kan? Kau tidak melakukan itu, kan?" tanya Chris yang tidak percaya.


Namun, Aiydeen terdiam tak menjawab. Hal itu membuat semua berasumsi bahwa unggahan itu benar. Chris kecewa melihat itu, bagaimana bisa temannya yang ramah dan baik hati ini adalah mantan perisak. Semuanya langsung berkata yang bukan-bukan tentang Aiydeen saat itu juga.


Harin yang melihat itu langsung menenangkan Aiydeen. Namun, Aiydeen langsung menepis tangan Harin yang hendak memegang lengannya. Harin tahu apa yang dirasakan oleh Aiydeen. Ia menjadi membayangkan, bagaimana dirinya nanti saat wajah lamanya terungkap. Apakah semua temannya akan menjauhi dirinya dan melakukan hal sama seperti saat ini?


"Di mana Aiydeen?" seorang guru masuk. Sepertinya, akan sesuatu hal yang akan terjadi nanti.