Walk For Your Dreams

Walk For Your Dreams
Bab 20



Ada dua cara menjalani hidup ini. Satu, menjalani hidup serasa tidak ada ke ajaiban dalam hidup ini. Kedua, menjalani hidup seolah-olah segala sesuatunya adalah ke ajaiban di mana-mana.


Mitha dan Angle sudah menikah. Siapa yang mengira kalau mereka menikah dengan teman sekelas mereka saat di SMA. Mitha menikah dengan Adit dan Angel menikah dengan Gilang.


Aku tidak pernah sadar akan kedekatan mereka. Di saat reuni pun aku mengira mereka sangat dekat karena mereka sudah menjadi seorang sahabat. Sama seperti aku mennganggap mereka.


Jodoh siapa yang tahu? Sekalipun kalian mencari di tempat yang jauh, kalau jodohnya ada di dekat kita ya mau bagaimana lagi? Aku bahkan kaget saat Mitha memberikan surat undangan pernikahannya padaku.


Aku melihat nama Adit sebagai mempelai prianya. Aku kira itu bukan Adit yang aku kenal. Pasalnya Mitha dan Adit punya kepribadian yang tumpang tindih.


Adit yang santai dan Mitha yang cerewet. Lucu sekali jika melihat mereka sedang bertengkar atau beradu pendapat. Adit berkomentar sesuai logikanya. Sedangkan Mitha berkomentar sesuai keinginan dan naluri hatinya. Benar-benar tumpang tindih. Aku tahu bagaimana mereka bisa saling mencintai dan akhirnya menikah.


Angel sendiri hampir membuatku pingsan ketika dia bilang sedang berpacaran dengan Gilang. Dan sedang merencanakan pernikahannya. Angel adalah wanita yang kalem dan santainya kelewatan. Aku masih ingat waktu dia malas-malasan padahal ulangan akhir semester tinggal menghitung jari. Sedangkan Gilang adalah pria yang ambisius dan penuh tantangan. Aku sering sekali melihatnya belajar lebis sering ketika akan menghadapi ujian.


Keduanya sungguh di luar dugaan. Aku tidak mengerti berawal dari mana mereka saling menyukai. Mungkin itulah yang orang-orang sebut bahwa cinta itu saling melengkapi. Yang satu begitu dan yang satu begini.


Karena kedua sahabatku ini sudah menikah timku mulai vakum dari entertainment. Mereka ingin fokus menjadi pasangan yang baik untuk pasangan mereka dan menjadi ibu yang punya banyak waktu untuk anak-anaknya.


Kak Ivan dan kak Serlipun sudah menikah bahkan sudah memilki anak. Namanya Rivan. Dia sudah masuk Taman Kanak-Kanak dan jadi anak yang pintar menyanyi. Kak Ivan pasti menurunkan bakt menyanyinya pada Rivan. Beruntung sekali Rivan mendapatkan bakat menyanyi sejak lahir.


Perusahaan kami sudah memiliki satu grup wanita dan satu grup pria lagi. Dan mereka sama-sama populer. Grup pria lebih terkenal di luar Indonesia. Sedangkan yang wanita lebih terkenal di Indonesia. Itu terbukti dari hasil penjualan album-album mereka.


Walau mereka tidak sebuming grupku dan grup 2Boys pada masanya. Tapi mereka sama-sama bekerja membangun TopHit menjadi agensi nomor satu pencentak musisi-musisi Indonesia.


Mereka berhasil membawa nama tim mereka dikancah internasional. Walaupun tidak sepopuler 2Boys. Sudah banyak lagu mereka yang mereka bawakan diacara-acara internasional. Mereka juga sudah mendapat penghasilan yang pantastis dari pekerjaan mereka. Termasuk dari penjualan ribuan tiket konser yang selalu habis dalam hitungan menit.


2Boys  sendiri sudah membangun perusahaan entertainment dari cabang perusahaan kami. Dan mereka berhasil mengeluarkan sebuah grup yang memiliki orang-orang yang berbakat. Mereka juga belajar membuat lagu dan konsep sendiri untuk grup yang mereka didik.


Grup yang mereka debutkan bernama Boys7. Kebalikan dari 2Boys. Nama Boys7 memang di ambil dari jumlah anggotanya. Mereka terdiri dari tujuh anggota pria tampan nan berbakat.


Terus berjalan di mimpimu walau kamu merasa sulit. Karena sesuatu yang mudah datang dari kebiasaan dan keterampilan.


___


Hari ini kak Ari datang ke rumah menemui keluargaku. Untuk melamarku. Kak Ari membawa ke dua orang tuanya untuk meminangku sebagai menantu mereka.


Aku mengingat pertama kali saat aku bertemu kak Ari. Waktu itu kak Ari di ajak main ke rumah oleh kak Ivan. Aku juga mengingat saat kak Ari menyatakan perasaannya di restoran chiken dekat rumahku. Aku bahkan ingat setiap detail dari kejadian waktu itu. Kejadian di mana aku menangis mendengar pernyataan tulus Kak Ari dan membuat kak Ari berpikir aku menolaknya.


Yang membuatku tambah bahagia adalah waktu ketiga kalinya kak Ari menyatakan perasaannya padaku. Saat itu aku bisa merasakan pelukan hangat dan nyaman. Saat itu kami resmi menjadi sepasang kekasih.


Kak Ari mengeluark kotak cincin sakunya. Mengulurkannya padaku.


"Untuk gadis yang teramat aku cintai. Maukah kau berada di sampingku dalam suka dan duka?" kata kak Ari sambil menatap mataku.


Aku menganggukam kepalaku dan kak Ari tampak tersengum. Dia memasangkan cincin itu terlebih dahulu pada jari manisku. Baru aku bergiliran memasangkan cincin pada jari manis kak Ari.


Setelah aku berhasil memasangkan cincin di jari manis kak Ari, kak ari langsung memelukku di depan keluarganya dan juga di depan keluargaku. Pelukan ka Ari masih senyaman pelukan pertama kali saat kita resmi menjadi sepasang kekasih. Aku bisa merasakan betapa bahagianya dia kala itu maupun sekarang.


Tuhan. Terima kasih telah menjaga kami sampai di titik ini. Aku sungguh tidak akan menyia-nyiakan hidup ini. Aku akan berusaha menjadi istri yang baik untuk kak Ari. Istri yang bisa jadi tempat segalanya untuknya. Aku berjanji akan menjaga cinta ini sampai akhir hayatku.


**Bonus Part


TopHit Entertainment mengadakan perayaan hari jadi yang ke sepuluh tahun. Semua pihak yang menjadi bagian TopHit Entertainment turut hadir di acara tersebut. TopHit Entertainment sampai harus menyewa gedung yang cukuo besar agar semua undangan muat di dalamnya.


Ada banyak yang hadir di sana. Mulai dari staff resmi TopHit Entertainment. Staff anak cabang dari agensi yang di buat 2Boys. Artis-artis yang bersangkutan yang ikut memeriahkan acara. Termasuk para investor dan klien TopHit Entertainment yang sudah sering bekerja sama.


Di hari itu juga aku dan kak Ari mengumumkan kepada publik tentang pernikahanku. Yang resepsinya akan di laksanakn dua minggu lagi.


Acara berlangsung meriah dan berjalan sesuai rencana. Sebelum aku pulang kak Ari menghampiriku.


"Kamu pasti sangat lelah hari ini. Terlalu banyak tamu yang menyapamu. Kamu juga pasti pusing karena Rivan terus meminta bermain denganmu. Belum lagi Mitha dan Angel yang aktif mengajakmu bergosip," ujar kak Ari dengan wajah khawatirnya.


"Walau begitu aku sangat bahagia dengan berlangsungnya acara ini. Bagian yang paling kusuka adalah saat kita mengumkan tanggal pernikahan kita," jawabku lembut.


Kulihat kak Ari tersenyum. Dia memegang kedua telapak tanganku dengan sangat hati-hati.


"Kau tahu? Aku sangat ingin sekali mengajakmu kencan sebelum hari pernikahan kita. Aku berniat malam ini. Tapi melihatmu sangat lelah aku jadi tidak tega. Aku akan mengantarmu pulang saja," keluh kak Ari. Oh ya ampun,,, mata sayunya itu.


Bersambung