Walk For Your Dreams

Walk For Your Dreams
Bab 15



Di hari selanjutnya aku, Mitha dan Angle kembali berlatih dengan kak Ari. Kak Ari sama berbakatnya dengan kak Ivan walaupun secara nilai akademik kak Ivan lebih unggul di banding kak Ari.


Tapi hari-hari bersama kak Ari tidak kalah menyenangkannya karena sifat humoris yang kak Ari miliki membuat aku, Mitha dan Angle merasa senang setiap harinya. Sama seperti hari-hari kita bersama kak Ivan.


Kak Ari selalu berhasil membuat kita tersenyum di setiap harinya. Entah itu karena leluconnya ataupun tingkahnya yang tiba-tiba menjadi aneh. Tapi kak Ari sendiri tidak lupa untuk tetap fokus melatih kami sesuai yang kak Ivan berikan pada kami selama ini.


Tiga hari menjelang pentas kak Ivan sudah kembali dari luar kota dan kembali melatih kami. Malah sekarang kami mendapat dua pelatih yaitu kak Ivan dan kak Ari. Keduanya benar-benar luar biasa ketika bersama. Kak Ari dan kak Ivan benar-benar berkompeten di bidang entertainment.


Setelah kami kembali berlatih dengan kak Ivan kami mengira kami akan lebih keras berlatih karena waktu pentas sudah dekat. Tapi anehnya kak Ivan dan kak Ari malah mengajak kita refreshing biar otak kita segar padahal waktu pentas sudah dalam hitungan jari.


"Kalau kita nggak latihan kita bisa lupa sama gerakannya," kata Mitha.


Kak Ivan menjelaskan kalau selama ini aku, Mitha dan Angle berlatih menggunakan otak kanan, jadi kita tidak akan mudah lupa dengan apa yang kita lakukan. Serta acara refreshing ini bagus buat kita yang baru pertama kali akan tampil di panggung yang besar yang di dalamnya ada lebih dari lima kamera live yang akan memperlihatkan penampilan kita ke banyak orang.


Kak Ivan bilang ini bisa membuat kita tidak demam panggung. Kak Ari juga menyarankan agar kita ikut berinteraksi sekarang ini sama orang lain agar keberanian kita muncul dengan sendirinya. Jadi keberanian yang muncul waktu aku menghampiri pak Ehwan bersama pria jangkung yang tidak punya sopan itu karena empati dan simpati yang muncul dalam diriku.


Kak Ivan dan kak Ari benar-benar mengajarkan banyak hal ke aku, Mitha dan Angle. Mereka juga tidak segan-segan memberitahu rahasia mereka kenapa persahabatan mereka bisa se erat ini. Mereka bahkan bercerita juga kalau mereka pernah bertengkar saat SMP. Bahkan saat SMA pun mereka masih sering bertengkar karena kesalah pahaman.


Tapi sekarang ini mereka sudah mulai mengerti sifat masing-masing dan juga mulai memperbaiki diri untuk menjadi lebih dewasa. Kak Ivan dan kak Ari juga yakin kalau aku, Mitha dan Angle bisa sahabatan seperti mereka. Sahabat sejati selamanya.


Hari ini kak Ari dan kak Ivan bukan hanya mengajak kami beli es krim di pinggir jalan tapi juga mengajak kami ketaman bermain. Mereka bilang kemarin mereka habis gajian jadi bisa menuruti apa saja yang kita mau beli hari ini.


"Wahh,, beneran kak aku bisa beli apa saja yang aku mau?" tanya Mitha.


"Tapikan kita bukan siapa-siapa kakak," lanjut Angle.


Kak Ivan dan kak Ari tertawa sangat kencang sampai orang-orang pada menperhatikan kita semua. Kak Ari dan kak Ivan yang mulai sadar di perhatikan banyak orang segera menghentikan tawa mereka.


"Kalian itu sahabatnya Putri jadi kalian juga sahabat kita, iyakan Ri?" kata kak Ivan sambil menggandeng kak Ari mencoba meminta persetujuan kak Ari. Kak Ari tersenyum dan menganggukan kepalanya.


"Yeyyy, nggak nyangka deh punya sahabat kalian berdua, makasih ya kak Ivan, kak Ari. Kita berdua seneng banget bisa jadi sahabat kakak, ya nggak Jel?" ungkap Mitha sambil menggandeng Angle yang juga meminta persetujuan Angle mencoba meniru gaya kak Ivan dan kak Ari.


"Wahh aku nggak di ajak nih?" sindirku pada Angle dan juga Mitha. Mereka pun langsung memeluku dan kita semua larut dalam kebahagiaan.


(Terima kasih kak Ari kak Ivan, selalu berhasil membuatku tersenyum. Terima kasih juga sudah membuat Angle dan Mitha ikut tersenyum. Aku menyayangi kalian berdua.


Angle, Mitha, aku akan berusaha menjadi sahabat yang terbaik seperti yang kak Ari dan kak Ivan lakukan selama ini. Terima kasih karena sudah mau jadi sahabatku walaupun aku terkadang cuek sama kalian. Aku tidak akan melupakan kebahagiaan hari ini).


"Iya, gue udah segede gini tuh masih aja di cariin. Padahal kalau di pikir-pikir gue kan udah bisa jaga diri gue sendiri," kata kak Ari yang menyambut sindiran kak Ivan dengan senang hati.


"Kak Ivan juga masih suka di cariin sama mamah ko kalo pulang kerjanya telat," lanjutku yang membuat kedua sahabatku dan kak Ari tertawa.


"Ah kamu mah buka kartu," rutuk kak Ivan terdengar malu-malu.


Sontak mendengar suara kak Ivan yang berubah manja, kedua sahabatku dan kak Ari kembali tertawa. Kini aku dan kak Ivan pun ikut tertawa karena merasa geli dengan suara yang di keluarkan kak Ivan tadi.


Setelah itu kami pun benar-benar pulang. Kak Ari mengantarkan Angle dan Mitha pulang dulu sementara aku dan kak Ivan langsung pulang. Setelah sampai di kamarku, ponselku berbunyi tanda ada panggilan masuk dan itu dari kak Ari.


"Hallo," kataku sambil membantingkan tubuhku keranjang karena merasa sangat lelah.


"Kamu sudah sampai dirumah?" tanya kak Ari yang berasal dari sebrang telepon.


"Udah ko kak, kalau kakak?" kataku balik bertanya.


"Udah sampai juga, malah kakak lagi tiduran sekarang."


Aku tersenyum mendengarnya.


"Kok bisa sama? Aku juga sekarang lagi tiduran."


Malam itu aku dan kak Ari mengobrol sangat lama di telepon sampai tidak terasa kalau waktu sudah menujukan pukul sebelas malam. Karena kemalaman biasanya aku mulai susah buat tidur yang akhirnya malah begadang.


Tapi kak Ari berhasil buat aku tidur dengan suaranya yang indah. Ya, kak Ari menyanyikan aku sebuah lagu supaya aku bisa tidur dan ternyata itu berhasil buat aku tidur.


(Kak Ari penolongku supaya aku tetep bisa tidur walaupun waktu tidurku sudah terlewat, terima kasih kak Ari, aku sayang kakak).


Keesokan harinya aku, Angle, Mitha, kak Ivan dan kak Ari sudah kumpul di studio latihan yang biasa kita gunakan di tempat kerjanya kak Ivan juga kak Ari. Sekarang kami membicarakan soal keseluruhan konsep ini termasuk properti dan tata panggung yang sudah kak Ari siapkan.


Dari sini kita benar-benar fokus membicarakan setiap detail untuk penampilan kami mulai dari pembukaan sampai akhir penampilan kami. Kak Ari dan juga kak Ivan tidak mau melakukan kesalahan sebelum kami tampil karena itu bisa membuat timku down saat akan tampil kalau tiba-tiba di temukan sebuah kesalahan di konsep.


(Terima kasih sudah bekerja keras untuk ini. Aku, mitha dan Angle akan berusaha menampilkan yang terbaik semampu kami).


Bersambung