
U M A R M A Y A.
Episode ; 09
Wahyu bangkit dari kursinya menulis cek tunai untuk dormen setelah melihat angka yang ditulis .
“ oke dormen ini cek tunai nanti bisa kamu uang kan di bank , nah sekarang sarat buat kamu , ringan ko , aku minta kamu dan anak buah kamu, buat mempersempit ruang gerak pak aripin dan anak buahnya , mereka adalah rivalku dalam berbisnis ,usahakan mereka lumpuh tidak mengejar aku, paham dormen , ku beriwaktu tiga bulan mulai hari ini , data data tentang arimin nanti kukirim mana nomor kamu “
Dormen seperti sapi dicocok hidungnya menurut tanpa mengelak...nomor sudah diambil wahyu .
“ oke sekarang kalian boleh pergi dan bersenang senanglah “
Dormen cs. Langsung pergi keluar rumah .
Disebuah komplek perumahan elite dibilangan kota yang padat penduduk berstatus kalangan atas mobil mobil mewah berseliweran nampak sebuah kesibukan yang padat sebuah sepeda motor dikemudikan ALEK berboncengan dengan ADINDA melaju perlahan dan berhenti didepan sebuah rumah cukup mewah adinda turun terus melangkah dengan berat masuk melewati pintu gerbang yang dijaga petugas keamanan . ALEK putar balik ke arah lain terus membelokan motornya ke sebuah jalan lain yang tertera . jl TARUNA . alek menghentikan mobornya dan mengetuk pintu gerbang dengan agak keras... dor..dor..dor kemudian alek teriak panggil .
“ ( teriak panggil ) bi.... bi , bibi saoool buka pintu .”
Seorang wanita setengah tua muncul dari balik pintu dan... ( bibi saol adalah pembantu rumah tangga yang sudah bertahun tahun dia agak jenaka bicara ceplas ceplos )
“ eeeeh genengan ...cowo ganteng yang datang..., bibi kira pacar bibi , bibi udah kangen banget dah , dia kaga dateng , kaga nelpon eeeh sms juga engga , bibi ceneh ( ENEK ) dia udah kaga sayang lagi...( membanting banting kakinya sendiri ngambek ) “
“ ( lembut ) bibi... sabar yah , nanti juga pacar bibi datang ko , dia barangkali sibuk bibi tunggu saja ya “
Setelah itu alek masuk rumah meninggalkan si bibi saol dalam kegalauannya .
Setelah didalam rumah alek naik kelantai dua sebuah ruangan yang mewah terpampang aneka fornuture ber merk berlantai bersih udara yang sejuk hembusan AC terasa nyaman untuk tinggal berlama lama .alek membuka pintu salah satu kamar dan dia rebahkan tubuhnya ketempat tidur yang empuk dan besar disudut ruangan sebuah televisi ukuran besar sejajar dengan meja belajar dengan buku buku tertata rapi . tiba tiba alek bangkit ketika mendengar suara mobil masuk dia intai lewat gordin jendela di lihat papahnya pulang (ARIPIN ) lengkap dengan dua pengawalnya ( RUDY dan RIFAT ) yang sangat menghormati papahnya rela berkorban demi uang . alek kembali membaringkan tubuhnya dengan helaan nafas panjang....
“ muak , aku melihat tingkah laku mereka , sopan santun diperlihatkan , tapi moral mereka bejad , apapun mereka lakukan demi uang , persetan dengan mereka ,”
Tiba tiba pintu kamar dikutuk dari luar dan .
“ ( suara bibi saol ) den alek... ganteng...dipanggil tuan dibawah “
Dengan rasa malas alek meninggalkan kamarnya menuju ke lantai bawah dilihat papahnya ( ARIPIN ) di meja makan bersama kedua anak buahnya kemudian kedunya pergi saat alek tiba . aripin melihat anak timbul egonya sebagai orang tua . dengan suara agak tinggi .
“ alek , papah sudah malu sebagai orang tua , kamu lihat ini ( memperlihatkan dua amplop berisi surat dari sekolah ) dua surat teguran dari sekolah kamu , kamu mau jadi apa , kamu baru kelas tiga SMA sudah susah diatur orang tua, mau kamu apasih “
“ maunya aku apa pah ,( suara parau karna sedih bercampur marah ) itu yang papah tanya , pah aku sudah besar, aku berhak menentukan jalan hidup aku, apa yang mau papah tidak berhak melarangnya “
Aripin terkejut dan marah mendapat jawaban dari anaknya yang dianggap melawan .
“ ( marah dan hardik )..diam kamu , kamu bilang apa , papah tidak berhak atas kamu,sudah berani kamu kurang sama papah , ini balasan kamu terhadap papah yang sudah membesarkan kamu , kurang apa papah sama kamu semuah sudah papah siapkan mobil motor uang apa lagi yang kamu mau hah,”
“ ( memotong ) bukan itu semuah yang aku butuhkan pah...( terisak tangis )”
Aripin terperanjan melihat anak lelakinya mulai menangis sudah lama .dia tidak melihat dan mendengar anak lelakinya menagis tapi hari ini... melihat itu hati aripin melunak dan agak lembut...dipeluk tubuh anaknya dan membimbing duduk .
“ maafkan papah nak , katakan apa yang terjadi, papah pasti membantu sudah menjadi kewajiban papah sama mamah , kamu butuh uang berapa bilang nak”
Alek tidak menjawab terasa nyesak didadanya . tidak terlalu lama kemudian mamah pulang dan melihat apa yang terjadi .
“ ada apa pah,( dengan suara cempengnya )kenapa alek berkelahi lagi , dasar anak berandal bikin malu orang tua saja , he , jadi anak tuh yang benar dong lekkk , kamu slalu aja bikin masalah diluaran sana “
Sang mamah yang tidak tau menau permasahan langsung saja memarahi alek anaknya. Aripin memberi isarat ke sang mamah .
“ (menaruh te;unjuk jarnya ke bibir) ssst diam , bukan itu masalahnya “
Aripin minta sang mamah duduk . sang mamah menuruti ,
“ sudahlah menangisnya malu ah sudah besar,sebentar lagi adik kamu pulang , apa kamu tidak malu kalau dilihat dia ,”
“ pah aku tidak akan malu , aku rasa mutia pun akan melakukan yang sama, karna diapun mengalami yang sama “
“ (sang mamah memotong dengan suara cemprengnya) maksud kamu apa sih lek , mamah tidak ngerti “
“ mamah mana mau mengerti , mamah sibuk dan sibuk , mamah tidak perna memperhatikan kami papah juga , kami anak yang masih butuh orang tua mah pah..., kami butuh bimbingan kalian , kami masih butuh kelembutan kalian , kami juga butuh kehangatan dan kasih sayang kalian , kami anak anak kalian ( menangis sejadi jadinya ) kemana kalian pada saat kami butuh orang tua , yang ada hanya pembantu bukan papah dan mamah , kami tidak butuh pembantu pah mah , kami butuh papah dan mamah selaku orang tua kami , itu yang kami maui sekarang , bukan harta benda “
“ ( terkejut ) pah , dia anak kita “
Aripin tidak berkata kat dia terus pergi membawa penyesalan ke arah dua anak buahnya diteras kemudian meninggalkan rumah dengan mobilnya . rudy dan rifat tercengang hanya bisa berdiri sambil menatap kepergian bosnya .
Dipagi pagi sekali yang kebetulan hari libur di kampung cakung dirumah wahyu . mata hari sudah mulai tinggi sang emmak baru buka pintu rumah alangkah terkejut dia melihat alek tidur di teras beralaskan jaket miliknya .
“ ( terkejut ) masya allah alek , ape yang terjadi ame anak ennih ?, die bukannye pulang kemaren , tapi ( sejenak berpikir ) ... pasti ade yang kaga beres nih ? “
Resti datang melihat alek yang tertidur nyenyak merasa tidak senang .
“ ( sinis ) mak , usir aje mak , entar bikin masaleh lagi kite yang ribet , esti udeh
“ huss , kaga boleh begitu ame orang resti kaga baek , udeh mendingan ello masak aer gih buat nyeduh kopi , siape tau abah lo datengnye pagi “
Seketika resti berjingkat senang mendengar wahyu akan pulang hari ini .
“ ( senang gembira ) bener nih mak abah pulang “
“ iyeeeh ,semalem abah lo nelpon emmak ,”
“ ( ragu ) tapi , entar abah pulang , terus die ( menunjuk ke alek ) gimane ? “
“ ( sejenak berpikir ) jangan kuatir , entar emmak bilang keencang guru , biar encang guru yang urus “
Encang guru datang seperti biasa dia datang dari arah kebun belakang . sang emmak dan resti senang .
“ ( senang ) mak itu encang “
“ kenape restiii keliatanye senang banget , kenape mo bikinin encang kupi ,encang emang belon ngupi “
“ yeeeh , aernye belon ade , sabar yeh cang esti masak dulu “
Resti bergegas mesuk kedalam rumah dan encang guru mengerti apa yang dipikirkan sang emak .
“ iha lo jangan watir biar si alek entar encang yang urus , elo tenang ajeeh , lagian laki lo sampe juga siang , die bilang ke encang yadi pagi “
“ ( senang karna rindu ) oh... akang wahyu udeh telpon ke encang , saye kire encang kaga taaau , ehhh tau juge “
“ laaah tau ihaaa , elo kangen yeeeh “
“ ( senang genit ) ah enncang ,bise ajeh “
“ udeh , entar suruh resti bawa kupinye ke gubug yeh .”
Sang emak menyeusul resti kedalam rumah sedangkan encang guru membangunkan alek setelah alek bangun langsung keduanya menuju kebun belakang rumah .
Di sebuah jalan yang menuju kampung cakung mobil wahyu dipalangi lima buah sepeda motor berdiri lima orang preman berbadan kekar berambut gondrong minta wahyu dan ali keluar dari dalam mobil sambil mengetuk ngetuk kaca jendela dengan kasar . wahyu ali keluar ( berpenampilan sebagai warga kampung) dan tanpa basa basi kelima preman langsung menyerang dengan sengit . wahyu terkejut dan nyaris kena sabetan golok bila dia tidak merunduk kembali wahyu dapat serangan dari dua orang tendangan dan pukulan yang bertubi tubi wahyu mengelak menangkis dan melompat salto kemudian wahyu menyerang dengan jotosan kibasan tendangan lingkar dan tekukan dibarengi tenaga dalam yang kuat sang lawanpun mulai terdesak dan harus jatuh bangun berkali kali . ali pun tidak kalah lincahnya walau hanya dapat dua lawan namun ali tidak mau kecolongan dia gunakan jurus jurus mematikan disertai tenaga dalam namun dalam suatu kesempatan ali harus menerima sebuah tusukan golok walau hanya tergores dan berdarah . ali terbakar amarah dia memperkuat tenaga dalamnya dan mempercepat langkah jurus jurusnya satu pesatu lawan mulai jatuh tanpa bangun kedua lawan ali ambruk dan ali mengambil satu lawan dari wahyu . bagai terbang ali menghantam lawanya dengan sebuah tonjokan hingga terjungkal , kembali ali melihat lawan tinggal satu orang dia mengerahkan tenaga dalamnya kemudian dia melompat bagai terbang lawanpun terpental jauh ambruk di pepohonan pagar pembatas antara jalan . wahyu ali mengira musuh sudah tidak ada lagi tapi rupanya dari arah depan muncul dua motor lain dinaiki empat orang dan satu mobil jenis pic up berisi lebih dari lima orang.
“ ali selagi ade kesempatan , cepet ali pegi “
“ tidak bapak kita hadapi bersama , ali tidak takut , bapak hati hati ya “
“ terime kasih ali , kamu juge kudu ati ati , keliatanye mereka bersenjate “
“ tenang bapak ali sudah ambil dua golok mereka “
“ bagus ali , tapi jangan sampe membunuh inget ali membunuh perbuatan dose “
“ baik bapak , ali akan membuat mereka pingsan saja “
Para preman bayaran sudah berlompatan dari kendaraan masing masing memegang alat diantaranya kayu bambu balok dan golok.mereka mengepung wahyu dan ali . sementara para penduduk ketakutan masing masing mengunci rumah .
Bersambung