
U M A R M A Y A
Episode : 21
Resti terbiasa hidup dan tinggal dirumah yang serba mewah tidak bereaksi apa-apa ketika dia harus berada disebuah kamar yang kumuh serba berantakan sana-sini udara pengap membuat adinda menggelengkan kepala . sedangkan dia sendiri merasa enggan padahal sudah terbiasa hidup urakan bersama teman temannya merasa tidak nyaman .
“ ( hati dinda berkata ) luar biasa anak ini , aku aja merasa tidak nyaman tinggal berlama lama dikamar ini , tapi dia tenang aja , tidak mengeluh padahal sudah lebih dari dua jam , ( teringat dan bertanya tanya tentang keluarga wahyu) tapi kenapa yah , keluarga ini banyak musuhnya , keluarga ini keluarga baik baik dan menurutku terlalu baik, aku merasakannya sendiri , aku merasa nyaman berada diantara mereka , padahal aku bukan siapa siapanya mereka , siapa sebenarnya mereka ?, kalo aku lihat resti , anak ini penuh kemanjaan apa yang dia inginkan pasti terpenuhi, segala pasiltas mewah, tidak mudah dimiliki anak seusia dia, semuah sudah tersedia , terus terang aku iri , umarpun demikian dia tidak mengada ngada tidak mempamerkan kemewahan , dia jalani kehidupan apa adanya ,dia sangat sederhana menurutku, padahal dirumah mobil mewah tinggal pakai yang mana saja dia mau, belum pernah ku temui pemuda seperti umar iluar sana , mengagumkan sekali “
Tiba tiba resti menepuk bahu aku . aku terkejut .
“ ada resti ? “
“ ka , ada yang ketuk pintu didepan “
Adinda berdiam sejenak apa yang musti dia lakukan .
“ resti , tadi kake pesan jangan buka pintu kalo kita tidak kenal “
“ (tenang ) iyeh ka, tapi kan kite belom liat siape yang ketuk pintu,nyo kite liat ”
Adinda takut tapi lengannya ditarik resti meniju pintu .sudah didepan pintu adinda ragu karna takut .
“ ( takut ) resti jangan dibuka pintunya , bahaya “
Resti melihat adinda tersenyum .tiba tiba terdengar suara encang guru .
“ ( suara encang guru dari luar pintu ) resti dinda buka pintunya , ini encang “
Adinda segera membuka pintu dan dilihat encang guru memapah sang emak yang terluka kena tusuk pisau dapur di paha kanan bagian luarnya .resti menjerit tangis melihat pisau dapur tertancap dipaha kanan emaknya.adinda panik dengan rasa takut sementara wajah sang emak agak memucat menahan rasa sakit . sang emak terus dibawa kesebuah kamar dan dibaringkan.resti terus menangis sambil memegangi luka sang emak .
“ dinda tolong kamu cari air panas , liat didapur “
“ ( panik dan resah ) ia , ia kakek guru , tapi dimana dapurnya ? “
“ ( mengajak adinda ) yu ikuti kakek , kita kedapur “
Adinda mengikuti encang guru kedapur . ternyata sebuah dapur yang kotor an berantakan adinda merasa jijik namun tetap dia kerjalan untuk mencari air panas . diteremos panci dan lain lain tetap saja tidak ada air terpaksa dia nyalakan kompor yang tersedia masak air .dalam pada itu adinda amat teramat terkejut menjeri hingga panci berisi air yang dipegang terlepas ketika secara tiba tiba muncul didepannya wahyu umar dan ali .
“ ( menjerit ketakutan ) setan ada setaaan “
Baru saja adinda hendak lari tangan umar cepat menangkap .
“ ( menangkap tangan adinda ) dinda ini saye “
Adinda terpaku menyaksikan kejadian yang ada hanya dicerita atau film yang dia alami sendiri hingga dia tidak percaya seolah mimpi . dia mencubit pipnya sendiri. Melihat itu umar tersenyum .
“ kamu kaga mimpi dinda , ini emang saye , udeh dilanjut masak aernye “
Umar wahyu dan ali menuju kamar imana sang emak berbaring .adinda tetap merasa mimpi .
“ gila ini aku , ada tiga orang yang aku kenal tiba tiba muncul didepan aku , hampir copot jantung aku ,bener bener baru aku alami , bukan Cuma difilm atau cerita manusia yang tiba tiba muncul kaya setan atau jin ,ini nyata aku alaminya sendiri , mengagumkan sekali , sayang sekali alek tau ,dia pergi mencari sesuatu “
Air sudah panas adinda membawanya ke kamar dimana sang emak dibaringkan encang guru menganbil air dari tangan adinda kemudian ditaburkan serbuk ramuan obat herbal racikan encang guru sendiri. Air ramuan dibasuhkan ke arah luka perlahan encang mencabut pisau yang menancap dipaha sang emak adinda menarik tangan resti untuk keluar kamar akan tetapi resti menolak dia ingin tetap berada disisi sang emak .sang emak mengaduh menajan rasa sakit yang luar biasa kedua tanganya meremas tangan wahyu dan umar .
“ iha , kerahkan tenaga dalam lo , biar kaga terasa banget sakitnye, wahyu umar bantu salurkan tenga dalam lo berdue lewat tangan emak “
Usaha mencabut pisau dapur berhasil . alek pun tiba membawa sesuatu dalam kantung plastik berisi obat obatan langsung diberikan ke encang guru . encang guru langsung mengobati anti biotik dan luka luar kemudian di balut perban .setelah itu .
“ adinda alek kalian cari makan kaga useh keluar pesen aje on line , tapi kalian bagi tugas , minumanye siape nasi lauk pauknye siape , tersereh lo bedua “
“ baik kakek “
Alek menarik lengan adinda keluar dari kamar .
Mata hari kian condong kebarat suasa dikampung cakung begitu indah dedaunan berwarna keemasan aneka jenis hewan dan binatang berhamburan menikmati alam terbuka luas kupu kupu berterbangan mengejar kuntum kuntum bunga yang sebentar lagi terkatup menyambut datangnya malam. Namun dirumah icha semarak gelak tawa para tamu sementara icha terus dirundung kesedihan yang mendalam . KUBIL .pemuda kampung anak juragan ji datang untuk melamar icha . icha menolak lamaran tersebut dia tidak suka pada kubil yang dianggap pemuda sombong brengsek merasa paling kaya suka ganti ganti pasangan. Kubil memang ganteng usianya juga baru sekitar dua puluh dua tahun , gelak tawa berganti tegang dan amarah dari kubil dan juragan ji . mereka merasa terhina .
“ ( sinis ) baek oyod ende , kalo niat baek kite ditolak kaga ngapah ,masih banyak anak perawan yang cakep dari si icha , hayo kubil kite pulang , lo cari perawan laen yang lebih cakep lagi , sonder lo minta babeh kawinin lo“
Juragan ji tidak lagi menjawab permintaan maaf dari sikakek terus saja dia tarik tangan kubil untuk pergi meninggalkan rumah icha semuah barang bawaan dibawa kembali . akan tetapi kubil kembali menemui sikakek dan mengancam .
“ ( kubil mengancam ) oyod , bilang ama si icha , kalo ada yang dateng anak muda laen kemari ,jangan salahin kite , liat aja nanti “
Catatan penulis : oyod – nenek / ende – kakek.
Sikakek hanya tersenyum mendenar ancaman kubil tidak merasa takut .setelah kubil pergi icha keluar mendekati sikakek dan nenek .
“ ( sendu ) ake , en nek , maafpin en neng , en neng tidak mau sama orang kaya gitu , en neng takut “
“ neng icha tenang wae , nenek mah terserah kumaha en neng , pokonah mah ngiring we nenek mah , rek ka nu tadi hayuu , rek ka a a umar maangga,”
“ ( tersipu sipu mendengar kata a a umar) ahhh.. nenek mah kitu “
Sang nenek dan kakek terus mengolok olok cucunya . icha merasa senang mendapat olok olokkan dari kakek neneknya .
Kaki Sang emak sedah dibalut perban dia jalan tertatih tatih menahan rasa sakit dibantu wahyu dan umar menuju ke sebuah kamar yang kecil didepan dapur menuju lorong bawah tanah melewati bawah mesjid al iklas kerumah nomor dua puluh sembilan suatu jalan beba benar rahasia. Ali alek dan adinda mata tertutup tutup ketiganya berpegangan pada resti. mengikuti encang guru memasuki sebuah kamar yang kecil gelap bau tidak sedap penuh dengan aneka barang yang sudah tidak lagi dipakai dekat dapur . encang guru menggeser almari cukup besar terbuat dari kayu jati yang cukup baik terlihat sebuah lorong dengan anak tangga menurun kebawah cukup terang oleh cahaya lampu yang sudah dirancang bila almari bergeser maka lampu dengan otomatis menyala. diam diam ali mengemati dan menghitung langkahnya .
“ ( hati ali berkata ) ini pasti jalan rahasia menuju kesesuatu tempat ,guru tidak membolehkan tau selain keluarga bapak wahyu , baik ali mengerti , tapi ali harus menghapalkan jalan ini barang kali suatu saat terdesak ali bisa mengatasinya , sungguh pandai guru“
Ali merasakan jalan tersebut amat baik nyaman udaranya juga segar. sayup sayup telinga ali mendengar suara dari luar dia mengamati dengan teliti . jalan tidak terlalu lama terasa segar oleh hembusan angin kemudian penutup mata dibuka ali melihat sekelilngnya sebuah taman yang indah ditumbuhi aneka bunga yang merekah haru mewangi dihalam rumah mewah dan besar. Adinda terbelalak matanya menyaksikan didepan matanya sebuah rumah mewah ada taman berbunga indah .
“ ( membuang nafas dan menghirup ) huaaah segaaar , kakek ini kita berada dimana , istana yaah? “
Encang guru hanya tersenyum .
“ adinda alek kalian beistirahat, jangan kuatir tempat ini aman dannyaman, kita berada di tempat ini sampe emak pulih , bersenang senanglah kalian ,
“ ia om , dinda senang bangat “
Wahyu masuk rumah muncul dua pelayan menyiapkan minuman dan makanan kecil di atas meja yang tersedia dibawah pohon besar dan rindang .alek ali duduk sambil memandang ketaman sementara adinda berjalan jalan ditaman sesekali menghirup udara segar . tidak lama kemudian encang guru nimbrung bersama ali dan alek .
“ guru , bagaimana luka emak, parah tidak ?”
“ kaga parah banget ali , cuman tetep kudu istirahat “
“ apa tidak sebaiknya emak dibawa kerumah sakit guru , ali kuatir terjadi inpeksi luka dalam , karena pisau dapur itu sudah berkarat guru “
“ iyeh ali, udeh perhitungkan entar malem ali antar emak kerumeh sakit bersame wahyu , ali kudu ati ati “
“ baiklah guru , ali taatti perintah guru “
Encang guru melihat alek bingung dia mundar mandir mencari sesuatu .
“ ( mendehem ) alek , jangan kuatir ade jalan keluar , tuh didepan “
Alek tersipu malu pikranya terbaca encang guru .
“ kakek , saya lagi liat liat aja ,”
“ alek rumah ini bebas buat alek , masuk liat didalemnye terus alek coba keluar rumeh liat ade ape disane “
Tiba tiba adinda memanggil alek dari taman .
“ ( teriak panggil ) lek , alek tolong “
Alek menoleh melihat adinda tidak bisa mengambil buah mangga pohonnya terlalu tinggi . buah sudah diambil mereka duduk berdua dibangku taman terbuat dari besi .adinda mengeluarkan unek uneknya pada alek .
“ alek , lo merasa ada yang aneh tidak sih dengan keluarga ini ? “
“ maksud lo “
“ terus terang gw tidak habis pikir ,dan tidak terpikir oleh otak gw , sebenernya keluarga ini siapa ? , apakah om wahyu itu konglomerat atau pedagang ? , kalo gw lihat semuah barang yang ada mewah, terus ketiga rumahnya termasuk yang ini , sama rumah yang dicakung semuahnya mewah belom lagi mobil , tapi anehnya mereka banyak musuh, padahal menurut gw mereka orang baik bahkan terlalu baik , itu yang membuat otak gw pusing “
“ ia juga kalo dipikir kesitu,sebaiknya kita jangan membuat mereka sakit hati coba mana ada orang yang mau mengkuliahkan kita berdua , padahal kita, kenal belum juga tiga bulan pada mereka , awalnya jelek lagi, malu gw kalo inget kejadian itu “
Bersambung