UMAR MAYA

UMAR MAYA
Umar Maya -Eps. 13



U M A R M A Y A


Episode ; 13


Ibu agak tersinggung dan marah mendengar ucapan suaminya simantoro .


“ ( kecewa dan tersinggung ) uang lagi uang lagi , papih hampir setiap hari deh minta uang ,hasilnya tidak perna ada “


Ibu maya kecewa marah tapi tetap saja dia memberi uang pada simantoro . ter irma kesal dan muak atas kelakuan kakak iparnya .


“ ( gerutu dihati irma ) hm , suami macam apa simantoro ini , kerja Cuma morotin teh maya , kalau aku punya suami kaya gitu , aku tendang jauh jauh , muak aku ngeliat mukanya , bikin pingin muntah aja,”


Setelah mendapat uang dari ibu maya simantoro pergi terlebih dahulu mencium dila anaknya kemudian mengecup kening istrinya . dan terdengar suara mobil meninggalkan rumah .


Disebuah rumah makan siang Aripin terlibat perdepatan dengan Bahtiar.soal perjanjian mereka tidak jauh dari mereka Dormen bersama ibros dan petoy menguping perdebatan tersebut . pikir dormen


“ hm , ini duit , orang yang bernama aripin butuh informasi soal wahu ( sejenak berpikir ) lagi lagi si wahyu , siapa sebenernya si wahyu ini , apa ia si wahyu itu, kan dia bukan konglomerat dia punya usaha apa , bodo amat yang penting wahyu , tidak tau wahu yang mana , yang Pasti namanya wahyu ajah, aku sih yang terpening dapat duit “


Bahtiar mengancam aripin .


“ ( ancam ) pak aripin saya beri waku satu bulan kedepan ,semoga saja kerja bapak cepat tepat akurat dan berkualitas saya tunggu permisi selamat siang”


Bahtiar pergi meninggalkan rumah makan tersebut dikuti dua pengawalnya.seperginya bahtiar rudi dan rifat datang dan duduk dideka aripin.


“ ( dialek batak ) bos, gimana kelanjutan pekerjaan kita , lanjut atau mundur”


“ tidak ada kata mundur laaay, kita maju terus , tapi cobalah orang orang kalian dilecut masak cari wahyu aja tidak bisa “


“ bisa, bisa anda dapatkan informasi yang akurat , anda berani bayar berapa”


Aripin terkejut dilihat Dormen sudah berdiri di belakangnya.


“ anda siapa “


“ bos , anda tidak perlu tau saya siapa , yang anda butuhkan adalah wahyu ,wahyu ada ditangan saya , tinggal anda berani berapa bayar saya , saat ini juga informasi akan anda dapatkan , dimana wahyu dan keluarga berada”


“ (sejenak berpikir dan ) oke , apa jaminan anda ?”


“ oran orang saya ada disana , keberadaan persisnya ,orang saya juga belum mendapatkan “


“ lalu apa yang anda jual ke saya , anda mau menipu “


“ waw , kalau saya menipu anda , salah , anda lah yang penipu , pak bahtiar adalah korban anda , saya pastikan itu “


Arpin terkejut orang yang dikenalanya berani mengatakan dirinya penipu .


“ ( aripin mebatin ) hm , orang ini berhaya dia banyak tau tentang aku, sebaiknya aku ikuti permainan dia “


“ oke , berapa anda mau seratus ,cas n tunai , oke “


Tidak terlalu lama hp ibros bedering dan dilhat sebuah alamat. Diperlihatkan ke dormen .


“ berikan uangnya serlok buat anda , orang saya akan mengirim serlok saat ini juga, “


Terjadi pertukaran antara alamat dan uang ,transaksi selesai dormen pun pergi


“ rudi , rifat cepat hubungi orang orang kita dilapangan ,dan kirim alamat itu


“ baik bos “


Rifat sebagai supir dengan cepat menyiapkan mobil didepan rumah makan aripin di ikuti rudi masuk ke mobil dan tancap gas menuju kampung cakung.sementara dormen didalam mobilnya membagi bagikan uang ke anak buahnya .


Disebuah jalan yang lumayan mulus mobil yang dikemudikan kiki melaju cepat menuju kampung cakung sementara dibelakangnya mobil aripin dikemudikan rifat juga berkecepatan tinggi terjadilah saling kejarmengejar. Teh irma merasa agak takut juga .


“ kiki , ( lantang .tegur ) kamu apa apaansih , kendorin gasnya sedikit , ini terlalu kencang , bahaya “


“ teteh diam aja deh , kiki suka iniii , ada lawan tuh lihat dibelakang kita “


Teh irma menoleh kebelakang dilihat mobil yang sama persis dengan mobilnya jenis sedan Terbaru .


“ siapa mereka yah , kelihatanya masih muda “


“ mulai lagi deh , teteh ko ngga boleh aja ,lihat cowok keren dikit langsung suka , tahan harga ke dikit , jangan jual murah , tetehkan cantik “


Didalam mobil aripin . aripin agak jenkel mobil didepannya tidak ngasih jalan


“ rifat coba kamu klasonin biar dia minggir”


Rifat menekan pedal klakson dalam dalam . namun mobil didepan tetap saja tidak memberi jalan .


“ tetap gak minggir bos “


Kiki tetap tidak memberi jalan rifat kekanan kiki ke kanan rifat kiri kiki ke kiri dan seterusnya saling pepet memepet. Hingga kendaraan lain terpaksa minggir memberi jalan dan menyumpah serapah . hari sudah sore sampeilah kedua mobil mewah tersebut di jalan mandor yang mereka tuju . mereka tidak saling kenal tujuan keduanya sama dan saling menduga duga .setelah sudah ditengah kampung kiki memberhetikan mobilnya diwarung minuman dan duduk di bale bambu yang kemarin dia duduki setelah mengambil minuman botol dan dilayani dengan orang yang sama pula . mobil aripin berheni agak jauh dari warung dan lebih dari lima orang anak buahnya yang datang lebih dulu mendatangi aripin yang masih duduk didalam mobil dengan pintu terbuka lebar .


“ ( seorang preman anak buah aripin ) bos , kami belom menemukan orang


“ bagus, sudah kalian boleh pergi , saya tunggu disini bila ada perkembangan cepat laporkan “


Seorang preman pergi diikuti yang lain . kembali kesebuah warung dimana teh irma .kiki sedang minum duduk dibale bambu . hati teh irma bertanya tanya tentang mobil aripin .


“ kiki ,mobil yang tadi dijalan , yang kebut kebutan sama kita , tadikan teteh liat dia terus kesana ( menujuk arah ) siapa ya mereka? “


“ kiki nggak tau teh , jangan jangan ( melirik ke teh irme menggoda ) orang itu sengaja ngejar teteh , pingin kenalan gitu , kan dia ganteng n tampan “


“ ki , teteh serius , ( teringat sesuatu ) apa ia ada sangkut pautnya mereka dengan tujuan kita “


“ sudah jangan ber andai andai , kita jalan kaki apa pake mobil ( terpotong )


“ ( memotong ) jalan kiii , masak pake mobil , hayu keburu sore “


Setelah membayar dan menitipkan mobil ke penjual minuman . teh irma kiki berjalan ke arah dimana aripin berada . tidak terlalu jauh teh irma melihat aripin bersama rudi dan rifat sedang menerima telpon dari seseorang. Teh irma membatin .


“ ( membatin dan tanda tanya ) sedang apa mereka disini , apa mungkin mereka penduduk kampung ini , tidak pasti mereka bukan orang kampung sini,merka pasti ada keperluan , tapi apa ( sejenak berpikir ) ah , kenapa aku harus mau tau urusan orang lain , aku sendiri punya urusan , bodo amat ah “


Teh irma terus berlanjut matanya mencuri curi pandang ke aripin cs.


Seperti biasa dikala siang wahyu dan keluarga berada dikebun belakang bercocok tanam dan berlatih silat digudang . jalan didepan rumahnya agak ramai orang berlalu lalang ada diantara orang orang kampung para preman anak buah aripin yang sedang menyisir rumah kerumah mencari keberadaan wahyu dan keluarga mereka tidak bertanya pada siapapun karna mereka masing masing membawa foto dan data mobil yang biasa wahyu pakai tiba tiba ALEK . ADINDA muncul dari arah kebun belakang terus menuju ke sebuah warung untuk membeli sesuatu dan mereka saling berpapasan dengan para preman . alek memperhatikan karna bisa dibedakan antara penduduk kampung dengan para preman yang berpenampilan agak kekotaan .alek membatin tanda tanya .


“ ( hati alek berkata kata ) hem , mereka pasti para preman bayaran , aku paham bener , karna papahku sering berhubungan dengan para preman seperti mereka , ( berpikir sejenak ) tapi kenapa mereka berkeliaran dikampung ini , apa mungkin ada yang cari “


“ tumben yah lek , kita dikampung ini sudah lebih dari dua minggu , tapi hari ini kelihatan rame lo , tidak seperti biasa “


“ itu Cuma perasaan lo aja dinda , karna lo jarang keluar “


“ oh ia juga kale “


“ hayo cepat susu kambingnya ditungguin guru “


Alek adinda mempercepat langkahnya . disuatu persimpangan nyaris saja adinda kiki bertabraka karna masing masing lengah.


“ eh , jalannya yang bener dong jangan melamun , hampir saja nabrak orang “


“ sory sory ( mata kiki nyaris lompat karna terpesona akan kecantikan dinda) “


“ kiiii , itu mata lompat juga nih ( goda sindir ) cantik ya....”


“ he eh , ( tanpa sadar ) cantik “


Sementara adinda alek sudah agak jauh tapi kiki terus saja memandang adinda dengan perasaan tertarik .namun adinda sama sekali tidak menoleh dia terus saja berjalan sampailah dimana aripin berada . alangkan terkejut alek melihat papahnya ada didepan matanya .dengan langkah lebar wajah tegang hatinya marah .


“ papah yang papah lakukan disini ( ketus karan marh )“


Bagai disambar petir aripin terkejut bercampur senang bertemu dengan anaknya (.alek ).


“ ( terperanjat ) alek , sedang apa kamu nak dikampung ini “


“ justru aku yag bertanya ke papah , apa yang papah lakukan disini , ini kampung pah , bukan tempat papah disini “


“ ( agak gagap ) ia nak , ia papah tau , hanya papah ada bisnis di kampung ini , sebentar juga papah balik , wong sudah ketemu ko teman bisnis papah “


“ oke pah aku percaya “


“ maaf pah , aku sedang belajar dikampung ini , sebaiknya papah pulang saja sekarang sebelum malam , disini amat gelap “


“ baik nak papah pulang , tapi kamu belajar yang baik ya papah senang “


Aripin memberikan sejumlah uang pecahan ratusan ribu. Alek menerima dengan senang kemudian pergi setelah berpamitan ke aripin .aripin memandang terus ke anak lelakinya terasa sedih dan senang .


“ rudi cepat tarik orang orang kita segera merapat ke bescam malam ini juga , aku kuatir anakku tau masalah ini , hari ini kita mundur saja dulu tahan satu dua hari kedepan “


“ oke bos “


“ sekarang kita kembali kejakarta “


Aripin masuk mobil dan menutup pintunya diikuti rifat dan rudi kemudian pergi . teh irma dan kiki memandang rumah wahyu meneliti kedalam dari jalan dilihat hanya sebuah mobil van digarasi .


“ rumah ini cukup mewah , itu artinya sipemiliknya orang ber uang , nggak mungkin pemiliknya petani ( berpikir ) sebaiknya aku cari tau kependuduk “


bersambung