
U M A R M A Y A
Episode ; 08
Wahyu mematikan hp nya terus berpikir
“ aripin tidak main main , baik saye layani permainnye sampe dimane , sebaeknye ali kudu tau , die dibuntutin ( menelpon ali ) ali... kamu hati hati ade yang membuntutin kamu...tapi kamu tenang aje , selesaikan aja tugas kamu , kamu tidak perlu kuatir ye.., “
Jalan raya begitu ramai dan padat. Ali melihat lewat sepion dilihat sebuah menyalip kiri dan kanan mobil tersebut dan terjadi senggolan mobil jeep pun terhenti karna terhalang dua motor yang saling bersenggolan ali memperhatikan lewat kaca spion mobilnya ...hatinya berkata ..
“ alhamdulillah , terimakasih bapak wahyu anda memang hebat , saya bangga jadi pendamping bapak “
Kemudian ali tancap gas dan mobilnya pun melesat cepat meninggalkan mobil jeep hingga sampailah kesebuah kantor jasa pengiriman surat ali masuk ... tidak terlalu lama ali keuar kembali dengan kostum pegawai pengantar surat lengkap dengan sepeda motornya dan pergi meninggalkan kantor tersebut . ali dengan sepeda motor tuanya jalan perlahan di pinggir seolah mencari cari alamat .setelah hari mulai siang sampeilah ali ke kantor pt. UW ali menstandarkan motor tuanya namun dia sengaja memplesetkan dirinya hingga seorang satpam membantu...
“ hati hati pak “
Ali memang menyamar sebagai pengantar surat yang sudah tua jalan agak membungkuk sedikit terbatuk batuk .
“ ( suara parau dan terbata bata ) maaf saya mau ketemu ibu tita mengantarkan surat ini penting “
“ baik silahkan pak... bapak lurus saja , nanti ambil kiri terus naik tangga , ruangan ibu tita ada dikanan “
“ hmm... baik terima kasih , saya titip motor , motor itu banyak kenanganya saya sayang bangat , permisi “
Ali masuk kedalam kantor berjalan tertatih tatih seolah sudah jompo dan mengikuti petunjuk satpam . hanya tertawa...
“ emang enak ali kadalin , pak wahyu ini emang hebat , ali bangga hal acting seperti ini saja beliau diperhitungkan dengan mateng luar biasa , hehehe..“
Ali terus menaiki tangga dan seorang stap wanita kepercayaan bu tita sudah menunggu di akhir anak tangga langsung mempersilahkan ali masuk ruangan dan berjumpa dengan sang direktur ibu tita wanita paruh baya masih terlihat cantik dan pintar .
“ ( bu tita mempersilahkan ali untuk duduk didepanya ) silahkan pak ali... ada yang mau anda sampaikan “
Ali mengeluarkan amplop besar dari dalam tas yang dislendangkan dibahu selayaknya pak pos .dan menyerahkan ke ibu tita . ibu tita menerima setelah meneliti amplop tersebut karna diantara mereka punya sandi rahasia . ali sekalipun tidak mengerti akan hal tersebut . setelah yakin keasliannya ibu tita memencel sesuatu tombol dibawah meja kerjanya... munculah seorang wanita muda cantik namun urakan layaknya seorang brandal jalanan menerima amplop dari ibu tita tanpa bicara sekatapun terus saja keluar meninggalkan ruangan tersrbut. Ali tertawa bercampur kagum dengan siasat yang sedang dijalankan karna dirinya terlibat langsung .
“ he he he ( tertawa )...ini betul betul permainan , kalau ali pikir , ali jadi kepingin tertawa , sulit...sulit siapapun , sulit mengenalisa gerakan ini , luar biasa cemerlang “
Ibu tita membuyarkan renungan ali tentang drama yang sedang dia mainkan .
“ pak ali..., pak ali kedepan akan banyak terlibat dalam parmainan kita ini... ya tentu saja dalangnya bos kita .( menyerahkan kantung kain berisi koin pecahan lima rupiah entah berapa jumlahnya tapi tidak terlalu banyak ) pak ali..., ini bekal dari saya buat bos , terima kasih selamat siang , pak ali segera pergi sekarang juga .”
ibu tita .terus menuruni tangga dan keluar dimana dia memarkirkan sepeda motornya .Anton dan ketiga temanya kebetulan berada disebah motor ali dan ali mendengar percakapan mereka ..
“ ( teman anton )... bang kita sudah lebih dari lama hari mantau dikantor ini , sebenernya gw tidak yakin kalau wahyu datang kemari , kantor ini bukan level dia , ini kantor kantoran kalo meneurut gw “
“ ( ali agak terkejut namun dia mampu menguasai )... ini betul betul permainan yang luar biasa tegangnya , ali harus hati hati... acting ali harus mumpuni , menunggu termasuk yang disebah ali .”
Anton melihat ali ( pak pos tua ) bersusah payah mengeluarkan sepeda motor tuanya dari antara motor lain yang sebenarnya mudah .
“ ( membantu ali ) pak pos , boleh aku bantu “
“ ( suara parau ) ngh... he eh...tolong , pinggang bapak sakit... ngh tolong bapak ini motor kesayangan bapak , banyak sejarahnya , bapak sayang bangat “
“ bapak seharus sudah pensiun tinggal dirumah saja ( sambil mengeluarkan motor dari antara motor lain ) “
“ ia... , kalo bapak tidak bekerja , bapak tidak bisa makan kasihan cucu bapak , ya sudah terimakasi , bapak harus antar dua puluh surat lagi “
Ali pun meninggalkan area parkir kantor menuju jalan raya dan membaur diantara kendaraan lain .ali tidak menyadari bahwa diri dikawal ketat oleh orang orang wahyu keberadaan antonpun diketahui wahyu dari laporan lapangan . namun wahyu sendiri lengah bahwa anak buah dormen diantanya ada petoy ibros dan lima orang lainnya mengendap dibawah jendela rumah ....saat siang ini keberadaan wahyu dirumah lain sendiri tanpa pengawalan tepatnya ditengah penduduk disebuah rumah sederhana wahyu dalam satu untuk menghilangkan jejaknya namun dormen cs. Lebih peka dan berhasil melacak wahyu .
Ibros petoy berhasil mencongkel jendela tiba tiba...kreeeek brak... daun jendela jatuh . hingga wahyu mendengar .
“ hem mereka sudah saye perhitungan dormen , dormen ini sebenarnya yang membahayakan misi saye , ( sejenak berpikir )... oke kali ini akan saye berikan sejumlah uang tentu bersyarat... die sanggup oke ...engga terpakse saye habisi die .”
Wahyu membiarkan anak buah dormen masuk petoy ibros dan tiga lainya...dan mereka langsung keruang tengah didapatinya wahyu sedang duduk santai....
“ mana bos kalian ,”
“ ada diluar , kata bos kalo udah beres dia baru masuk ( ibros berkata jujur ) “
“ toy... lo bilang bos gih...gw disini aja , kalo gw yang kesono dia pasti ngomel kalo ke elo dia ngga bakalan ngomel “
“ hah... payah lo , ya udah gw yang kesono , elo tungguin disini “
“ okee ,
Wahyu duduk dengan tenang tetap waspada sementara empat orang anak buah dormen mengepung wahyu dari empat arah . tidak terlalu lama dormen masuk dan berdiri gagah didepan wahyu. Seolah wahyu jadi pecundang.....
“ ( tertawa lepas karna senang )...menyerah juga kamu wahyu...aku suka dengan cara kamu ,”
“ dormen, aku tidak kalah ,aku tidak menyerah , Cuma aku lelah meyakinkan kamu , apa yang lihat delapan belas tahun yang lalu , aku sama sekali tidak tau menau dan yang kamu tuduhkan ke aku itu fitnah , orang yang menebar fitnah kena pasal berlapis , hukumannya penjara , sekarang yang aku ingin tau kamu maunya apa , uang.., akan ku berikan uang sesuai permintaamu tapi bersarat ,”
Dormen diam mulai ragu bercampur kesal .
“ ( berpikir ) sial... orang ini lebih pintar dari yang aku kira , seolah aku yang pesakitan bertahun tahun aku mengejar dia hasilnya nihil... aaaah rese “
“ ( tanpa disadari )... sarat apa yang kamu minta aku terima , asal kamu memberi aku uang sejumlah yang aku minta setuju...”
Wahyu tersenyum sinis penuh arti kemudian wahyu mengeluarkan buku cek dan melemparkanya ke dormen ,
“ tulislah berapa kamu minta “
Dormen memandang wajah wahyu dalam dalam seolah ingin tau apa yang direncanakan wahyu terhadap dirinya .
“ wahyu kamu jangan menjebak aku dengan cek ini , sekarang katakan apa sarat yang kamu minta , ingat aku buaya jangan kamu kadali... tidak bisa wahyu tidak bisa “
“ Oke , ingat dormen ucapan kamu ada henpon ini , aku bisa laporkan kamu ke polisi atas pencemaran nama baik dan tuduhan fitnah padaku , alat bukti ini sudah kuat mengantarkan kamu kepenjara ( ancaman )“
Dorrmen merasa kian terpojok dan para anak buanya saling pandang mulai ada rasa takut . ibros... pria polos jujur...
“ bos , kita bakalan masuk penjara , saya mah tidak mau, saya kan belon dapet apa apa , utang saya sudah banyak lagi diwarung , bos janjinya saya mao dikasih duit yang banyak , saya ogah ah... saya pulang aja “
“ ( dormen marah pada ibros ) ibros... lo kurang ajar bangat , sudah tenang saja sebentar kita dapat uang dari dia ( nunjuk ke wahyu ) “
Kembali wahyu senyum kemenangan .
“ tulislah angka disitu nanti kamu terima sepertiganya dari angka itu , sisanya bila tugas kamu selesai ku lunasi...”
Dormen mengisi angka di cek tersebut tapi hatinya berkata lain .
“ wahyu kamu lihat saja nanti permainku , kali ini aku kalah sama kamu , aku dormen banyak punya cara, akan ku buktikan akulah yang akan jadi pemenangnya “
bersambung