
U M A R M A Y A
Episode : 16
Mobil yang di kemudi kan anton melaju cepat meliuk-liuk diantara mobil mobil lain dijalan raya mengejar mobil jenis VAN milik wahyu yang memiliki Teknologi tinggi dan dilengkapi digital super canggih hanya ada satu dalam dunia hayalan dikemudikan oleh ali yang sudah terlatih, berlari amat cepat diatas rata-rata .tentu saja mobil anton yang sudah berumur walau jenis sedan larinya terbata bata mengejar mobil wahyu. anton tidak puas dan merasa heran terhadap mobil wahyu begitu cepat larinya
“ gil la , itu mobil padahal mobil biasa biasa saja ,banyak dipakai kalangan menengah , larinya juga standar saja ,tapi ko ( merenung dan berpikir ) ini beda,setahuku mobil jenis itu keluaran dua tahun yang lalu,luar biasa (kagum)”
“ bang itu mobil bertanda ketakutan bang , jadi dia lari cepat (teman anton)”
Ketiga teman anton tertawa senang . sementara dimobil wahyu nampak serius ali tetap berkosentrasi dengan stir mobilnya matanya memandang kearah depan dikarna mobil yang dikendarainya begitu cepat larinya serta meliuk liuk diantara mobil lain . wahyu menoleh kebelakang tidak dilihat lagi mobil yang mengejarnya .
“ ali ,turunkan kecepatannya seperti biasa , sepertinya kita sudah aman “
“ baik bapak “
“ Oh iyeh ali , kalau ade rumah makan kita istirahan ajeh dulu, udeh hampir malam “
Resti mendengar bapaknya mencari rumah makan maka bersorak senang bersama adinda .
“ ( senang gembira ) mang ali cari rumah makan ikan mas , esti kangen deh pepes ikan mas “
“ ( heran . dan senang ) resti , ko kamu suka sekali makan pepes ikan emangnya tidak amis ,”
“ waaah ,pantes ajeh ka dinda kaga suka pepes ikan mas , kan dinda kan orang kote ,tapi entar ka dinda coba yeh , pasti seru N nikmaaat “
“ oke sapa takut ( canda ) umar ,umar suka tidak pepes ikan ?”
Umar tidak cepat merespon pertanyaan adinda pikirannya terus ke icha .
“ (pikiran umar yang galau ) neng icha , neng icha pasti jam begini pasti lagi solat yeh , saye kangeeen banget “
Tiba tiba adinda panggil umar agak keras dan manja . Adinda dalam keluarga sang emak sudah amat dekat bagai keluarga sendiri namun diam diam adinda menaruh hati pada umar pemuda tampan dan pintar .
“ ( adinda bepikir sejenak ) umar kenapa , ko diam , apa memang tidak dengar, umar aku sayang kamu hayo dong nengok jangan diam saja “
“ ( panggil agak keras .manja ) umaaar , kamu suka tidak pepes ikan ? .
“ ( menoleh dan gugup ) nghhh , kenape dinda , ade ape ?.”
“ aku bilang , kamu suka tidak pepes iken mas ? “
“ saye suka ikan mas , tapi digoreng cocol sambel kecap ame emping deh “
“ ( wahyu menghentikan percakapan tentang ikan ) udeh anak anak kite sampe dirumah makan ikan mas hayu turun kalian boleh pesan ape aje terserah , kamu juga adinda ali pesan yang kalian suka “
Sampailah disebuah rumah makan yang menyediakan menu ikan tawar dan menu dalam dan luar negri ,
Hari mulai gelapnya malam ditengan kampung terlihat hanya kerlap kerlip lampu kecil dari rumah rumah penduduk tidak terkecuali rumah icha . karna malam libur yang panjang setelah ujian dan kenaikan kelas icha sangat yakin umar pemuda idamannya akan berkunjung karna sudah janji dia berdandan memakai parfum serta memakai baju terbaik sambil bersenandung ria...kake dan nenek tersenyum bangga melihat dan mendengar cucunya sedang bahagia
Icha berulang ulang dipandangi baju yang dikenakan dan mix up nya didepan cermin almari dikamarnya dan memoles bibirnya dengan lipstik tipis kemudian dia lihat jam dinding menunjukan sembilan belas empat lima lalu dia keluar kamar menuju ruang tengah dimana kakek dan neneknya sedang menonton televisi dan keduanya pura pura tidak melihat cucunya datang .
“ nek , ake icha cantik te ? “
“ duh... incu nenek mani gelis pisan , ake sok tingali incu ake kumaha ? “
“ manaaa nek ( canda olok olok ke icha ) ai incu ake teh , nah eta siapa nek ( tunjuk ke icha) mani cantik pisan tamu lain “
“ ( cemberut manja ) ih , ake mah kitu , ini icha keee , icha incu aku , masak ake lupa “
“ aiiii ,( meng olok olok ) cek ake teh siapa , ehhh ichaaa gening cantik pisan , te kira kira cantikna , putri salju wae mah eleh atuh kecantikanya , da pasti lebih cantik icha atuh”
“ ( ge er ) ake , mujinya jangan tinggi tinggi atuh , isin ah “
Icha melangkah keluar rumah melihat kearah jalan sejenak kemudian dia kembali masuk berdiri dibelakang kakeknya sambil memijat mijat punggung kakeknya ,
“ (sindir olok olok ke icha) bahela teh, ker nenek masih keneh ngora, saumuren jeng neng icha , ari malam mingguan atawa libur we , nenek mah sok salah tinggakah , aya we nu di cabak kunenek , padahal mah sang arjuna teh malam datangna , ai pek teh nenek dang dang lagi , da takut arjuna nenek kaburu datang “
“ ah , nenek mah , malu ( tersipu malu tapi seneng ) “
Kembali icha keluar rumah . masuk dan melihat jam dinding terus berulang ulang hingga larut malam umar yang tunggu tidak juga datang .hati icha mulai kecewa sedih dan beharap jam menunjukan setengah dua belas malam kakek dan nenek sudah masuk kamar dengan hati yang sedih icha duduk diruang tengah membiarkan pintu dibiarkan tetap terbuka mana kala umar datang dia bisa langsung menyambut pikirnya . namun yang tunggu tidak datang tanpa disadari icha tertidur sambil duduk sampe pagi .hati sang nenek terrenyuh melihat cucu kesayangannya tertidur di kursi pintu rumahpun terbuka sang nenek membiarkan pintu tetap terbuka karna hari sudah pagi dia membangunkan icha . icha terkejut ketika dibangunkan .
“ neng icha bangun hayu “
Icha bangun dan melihat ke luar rumah dilihat sudah terang dia bergegas menuju kamar tidurnya .
“ nenek kenapa tidak membangunkan n neng nek “
Icha keluar dari kamar sudah berganti baju dengan baju olah raga terlebih dahulu melihat jam dinding dikamarnya .
“ baru jam setengah tujuh , a a umar pasti sudah ditaman nyai sorong,(tergesa gesa) aku harus cepet sampe “
Tanpa pamit kakek nenek icha terus pergi berlari kecil hatinya sambil berkata .
“ ( hatinya berkata kata )... a a tunggu yah, n neng pasti datang , sebentar juga sampe ,
Icha tidak memperdulikan berapa jauh taman nyai soeong dari rumahnya dia tetap berlari kecil hingga baju olah raga dan wajahnya basah oleh keringat tapi wajahnya tetap cerah dan semangat demi pemuda yang dia cintai . rasa kecewa bercampur sedih setelah dia putar puter mencari ditaman tidak diketemukan juga umar kemudian tubuhnya lemas nyaris jatuh . terasa berat icha membawa tubuhnya sendiri akhirnya dia bersandar dibatang pohon pinggir kolam ikan berderailah air matanya .
“ ( sedih terisak tangis kecil karna kecewa ) ya allah , a a kamu dimana “
Tiba tiba ada yang menyodorkan sebotol air mineral.
“ minumlah ( suara kakek ) “
Icha menerima langsung dia berdiri dan memeluk sang pemberi minuman ternyata .
“ ( senang dalam tangis ) akeee.....”
Icha menangis dipelukan kakeknya. sejak dari rumah nenek memintaan kakek untuk mengikuti cucunya pergi . kakek terharu dipeluk dibelai dengan kasih sayang kakek seteteskan air mata iba terhadap icha cucunya .
Nun jauh disana jati cempaka pagi ini dirumah umar. Umar bersikeras ingin kembali ke kampung cakung . sudah bersiap dengan tas besarnya .
“ ( wahyu tidak mengijinkan umar ke kampung cakung ).. ennga umar, abah engga mengijinin umar kembali ke kampung cakung , bahaya nak , umarkan kan tau , bahkan ngalamin sendiri ,( terpotong )”
“ ( umar tetap ingin ke kampung cakung karna kerinduannya pada icha ) saye kaga takut abah , umar siap apapun yang bakalan terjadi abah kaga useh terus ngejagain umar , umar udeh gede abah , udeh tau yang maneh bahaye ame kaga “
Adinda merasa heran menyaksikan perubahan sikap umar seratus delapan puluh persen yang sebelumnya slalu patuh taat dan sangat menghormati ke dua orang tuanya . sang emak juga merasa heran ....
“ ( sang emak berpikir )... kenapee ni anak , kaga kaye biasenye , ade ape yeeh, sejeg merejek sampe umur ampir sembilan belas taon,udeh tamat SMA , besok mo kuliah , baru nih ari umar anak emak ngebantah sama abahnye , kaga abis saye jadinye ,”
“ ( wahyu sabar dan bijak menghadapi umar )...umar abah kaga ngelarang umar mao kecakung kapan aje , tapiii jangan sekarang yeh nak , abah sayang umar , abah kaga kepingin terjadi ape ape ame umar ,”
Hati umar kian terjepit dan sedih manahan dan ingin berjumpa icha . karna dia merasa bersalah dia tidak menepati janjinya semalam . sang emak melihat perubaha wajah umar yang terlihat muram sedih dimatanya menggenang air mata . dengan sikap seorang ibu membelai rambut dan mencium kening anaknya ( umar ) dengan lembut dan kasih sayang .
“ sayang anak emak ( membenamkan wajah umar ke dadanya ) menangislah nak , bilang ke emak ade ape ? ”
Sang emak menunggu reaksi umar dan memberi isarat agar wahyu pergi. hening sejenak terdengar isak tangis tertahan umar mendesah .
“ nak , ( sok tau sebenar tidak tau ) temen umar juga pasti ngerti ko , kalau umar kaga bise kesono , mendingan sekarang umar telepon bilang maaf umar kaga bise dateng ,ade urusan “
Dalam pada itu umar teringat . dengan cepat dia ambil hp di dalam tas dan dia melangkah keluar rumah . sang emak mengertilah bahwa anak punya teman wanita .
“ ( senang bernafas lega.kata hatinya ) ternyate bener subhanalah umar kamu sudah besar nak , emak bangge ,kamu sudah kenal wanita “
Sang emak melangkah kedepan rumah dimana umar sedang menilpon icha tapi icha tidak bisa dihubungi . emak melihat umar menekan nomor yang dituju berkali kali . emak mendekati dengan senyum kasih sayang .
“ barang kali teman umar lagi ngga ade pulsa , mendingan umar kirimin gih “
Umar menoleh dilihat sang emak tersenyum .
“ ( tersenyum senang ) be, benir neh mak , umar mbeliin icha pulasa “
Umar tidak menyedari menyebut nama icha didepan sang emak .
“ iyeeeh boleh umar beliin icha pulsa , biar umar bisa ngobrol , udeh sono gih .(dilanjut kata hati ) icha , anak maneh si icha entu , secantik ape sih die ,ampe umar bertekuk lutut “
Sang emak kembali masuk kedalam rumah sementara umar pergi untuk membeli pulsa . didalam rumah adinda duduk melamun dimeja makan sambil memegangi gelas kosong hatinya merasa terbakar api cemburu ternyata umar sudah terpikat wanita lain.
bersambung