UMAR MAYA

UMAR MAYA
Umar Maya -Eps. 29



U M A R M A Y A


Episode : 29


 


Juragan ji langsung menyerang teh irma dengan gedoran dua tangan ke arah dada teh irma. Irma terhuyung mundur beberapa langlah karna tidak mengira kan di serangan juragan ji yang tiba-tiba. Kembali juragan menerjang dengan golok ditangan jurus membelah bumi . irma cukup tangkas dan bergerak lincah dia mengelak lompat mundur namun juragan ji tidak memberi kesempatan kembali goloknya dikibaskan ke arah perut dan nyaris saja mengenai lambung teh irma bila saja kurang cepat. Gagal kibasan juragan ji mengarahlan golok nya ke jantung irma .irma lompat salto belum lagi turun ketanah golok juragan ji membabat dibawah kakinya kemudia irma mencabut sebuah bambu pagar untuk melawan golok juragan ji .kali ini permainan golok juragan ji mendapat perlawanan yang sengit dari permainan toya teh irma beberapa kali juragan ji merasakan sabetan toya terbuat dari bambu pagar. Juragan ji bertambah marah dia tinkatkan permainan goloknya . kiki melihat tetehnya sedang berkelahi maka dia turun dari mobil berlari akan membantu akan tetapi ketiga pemuda rahman cs. Menghalangi dengan serangan-serangan yang menbabi-buta kiki berulang kali jatuh bangun .


Umar&icha duduk berhimpitan di sebuah bangku beton pinggir kolam ikan terasa mesra. Icha menyandarkan kepalanya di dada umar dengan mempemainkan ujung rambutnya sendiri .


 


“ a a sayang ( manja & mesra ) apa buktinya, kalo a a emang mencintai e’n neng ,”


“ cantik , perlukah saye bersumpah lagi atas nama cinta kita ,”


Icha mendonggakkan wajahnya ke umar dengan senyum yang manja .menggelengkan kepala .


“ jangan neng cantik ragukan cinta saye , saye bersedie mati demi membela cinta saye pada neng icha yang cantik , kapanpun neng cantik menginginkannye saye siap mati , asalkan neng cantik bahagie , neng cantik... kenape yeh , hati saye selau berdebar kalo deket ame kamu , terasa kaga mau pisah selamenye , pengennye terus aja kaya gini kita berduaan “


“ ah a a nyindir e’neng yah ( manja ) “


Tiba-tiba telinga uman berbunyi ngiiiing.kemdian terdengar ( hanya umar yang mendengar )


“ ( suara si kakek ) jang umar cepat bantu wanita tadi , segeralah ujang ke jalan prempatan kampung , dia membutuhkan ujang , tinggalkan icha , pergunakan tenaga dalam ujang biar cepat sampe , cepat “


“ ( umar bergumam ) kakek , baek ke umar kesana , neng tunggu yeh disini sampe saye dateng lagi “


Belum lagi icha menjawab umar sudah pergi melompar dari pohon kepohon. Muncul si kakek dibelakang icha yang terpaku diam.


“ incu ake ,hayu kita pulang ( ujar sikake ) “


Icha terperanjat dan melihat kakeknya berdiri dibelakangnya .


“ ( senang gembira ) ake , ko ake ada disini sejak kapan ke ?’


Si kakek hanya tersenyum senang.kemudian mengajak icha pulang . kiki terus terdesak melawan tiga orang harus jatuh bangun sedankan teh irma terus berusaha menyerang juragan ji .namun selalu gagal juragan ji terlalu tangguh buat teh irma. Teh irma mulai kelelahan hingga terus terdesak mundur suatu ketika golok juragan ji berhasil menggores pangkal lengan teh irma , teh irma sudah pasrah disudur pagar jalan juragan ji tidak membuang kesempatan dia melompat tinggi diayunkan goloknya tiba-tiba golk juragan ji tertaha ditangan umar. Juragan ji terkejut dan marah serangannya ditahan umar. Teh irma luput dari serangan golok yang mematikan itu dia melihat umar sudah menyelamatkan dirinya .


“ lo jangan ikut campur urusan orang,minggir ( juragan ji marah )“


“ kalo saye malu ame gelar jawara, kalo cuman ngelawan perempuan yang udeh laga berdaye ajeh kaga mampu ,( umar menyindir ) ”


“ ( merasa tersindir ) eh siapa lo , berani bangaet lo nyindir gw, lo udah bosen idup”


“ idup matinye orang bukan ditangan jawara bo-ongan “


Juragan ji bertambah marah merasa terhina oleh umar yang dianggap anak kecil.


“ eh , tong mendingan lo pulang gih , minta netek sama emak lo “


Diam-diam teh irma bangun dengan tertatih-tatih nyaris tidak bisa lagi berdiri karna kelelahan. Demikian juga kiki tidak berdaya namun dia masih bisa lari mendekati umar . rahman doni dan gio ragu-ragu mendekat .


“ ( doni merasakan takut pada umar ) rahman kita biarin aja babeh yang ngelawan dia ( nunjuk ke umar ) “


“( rahman mengejek doni ) lo takut doni , gampang kita kerubutin aja dia, masak kaga kalah “


“ saye udeh gede , mendingan engkong aja yang pulang, dari pade malu entar ilang tuh gelar jawarenye , sayang kan buat nakut-nakutin orang “


Juragan ji . marah tersinggung kemudian dia menyabetkan goloknya ke umar . umat hanya menglak beberapa kali serangan juragan ji .sia-sia mengenai tempat kosong tenaga juragan ji kian terkuras sementara umar sama sekali tidak menyerang dia hanya menghindar dan mengelak. Juragan ji benar-benar kelelahan dan menghentikan serangan dengan nafas tersengal-senggal berdiri pun tidak mampu lagi . rahman doni dan gio lari tunggang –langgang melihat juragan ji . terkulai duduk dijalan melepaskan goloknya .umar mendekati .


“ lo jangan sombong anak muda ( dengan nafas terputus-putus )”


Tanpa bicara lagi umar pergi menggunakan tenaga dalam yang tinggi seolah dia bejalan kaki hingga . teh irma dan kiki tidak mampu mengejar walau suda berlari cepat. Teh irma kiki duduk di bawah pohon besar pinggir jalan melepas lelah .


“ beset tuh orang lari apa jalan , keliatanya jalan, tapi ko kita kejar tidak terkejar juga ,padahal kita lari sudah ekuat tenaga ( kiki heran ) “


“ anak itu emang luar biasa, golok juragan ji aja dia tanggapin , kamu liat tidak, juragan ji , kaya apa dibuat tidak berdaya, lunglai kehabisan tenaga.( teh irma mengagumi umar ) “


“ terus sekarang kita gimana teh? ”


“ teteh tidak tau , teteh cape , mending kita pulang aja yu , teteh mau ngobati luka gores , perih juga loh ki “


“ teh, ko teteh kalah sih sama juragan , ilmu silat teteh kan tinggi “


“ gila emang tuh juragan ji , tua-tua juga masih lincah gesit tenaganya kuat tapi dia bertekuk lutut sama pemuda tadi, herannya teteh liat pemuda itu tidak menyerang sama sekali , apa lagi ngeluarin jurus , dia emang hebat masih muda tampan ,hm sungguh luar biasa ( irma memuji umar )“


Kiki bangun dan .


“ teh hayu kita pergi , kalau kita disini terus nanti juragan nyari kita lagi , mendingan kita kabur, dari pada mati konyol “


Teh irma semangat kembali bangun dan pergi dengan langkah terasa berat .


Di tengah malam .Simantoro ananda iwan dan aan sedang berkumpul dirumah kosong dimana saat resti disekap. Simantoro membagi tugas .


“ aan untuk membantu kamu , kamu carilah orang yang mampu dan memiliki ilmu bela diri yang handal , iwan kamu juga. ( simantoro meminta mencari jagoan baru) “


“ bos saya ada dua orang yang sesuai dengan kiteria bos , satu bernama tata dia perempuan , dia bisa merayap didinding dan satunya lagi bernama andi dia kebal dari segala jenis senjata mereka sudah siap bekerja unntuk bos ( aan menjelaskan ke simantoro )”


“ bagus itu, kapan mereka bisa gabung “


“ terserah bos , sekaranpun bisa mereka datang ,bila bos menghendaki “


“ oke aan aku percaya pada kamu , bawalah mereka dalam misi kau besok (simantoro berkata tegas ) kamu ananda , jangan masuk kantor ,petugas masih berjaga-jaga disana usahakan kamu tidak terlihat oleh mereka , tinggalah untuk sementara waktu dirumah ini, iwan dan orang-orangnya akan menjaga dan melayani kamu “


“ siap bos , bagai mana dengan keluarga saya anak dan istri ?”


“ biarkan mereka dirumah, semuah kebutuhan akan aku kirim termasuk jatah bulanan kamu , tapi ingat !!! , jangan sekali-kali kamu menelphon ke keluarga kamu, nomor kamu sudah pasti disadap , sekarang beristirahatlah , aku tinggal kalian “


Setelah pembicaraan selesai simantoro pulang ke rumah di tengah malam dengan sebuah taxi . rumah ibu maya terlihat tenang sesungguhnya kiri kanan dan depan puluhan pasang mata sedang mengintai simantoro pulang di pimpin oleh YUDA pemuda ganteng dan ANDI dua orang kepercayaan surya untuk menangkap simantoro. Mobil taxi yang membawa simantoro behenti didepan pintu gerbang pintu mobil belum lagi terbuka tiba-tiba bermunculan orang-orang yang dipimpin yuda dan andi . simantoro terkejut dan kembali masuk mobil dan pergi tancap gas . yuda dan andi begegas menuju ke mobil masing-masing .


“ ( teriak perintah ) cepat -cepat masuk mobil kejar taxi itu jangan sampe lolos lima mobil mengejar taxi yang ditumpangi simantoto menerobos kegelapan malam .pengemdi taxi mengeluhkan .


“ maaf pak, saya tidak mau terlibat, sebaiknya bapak saya turunkan disini ( kata pengemudi taxi )


“ ( simantoro marah dan mengancam pengemudi dengan golok dileher) jangan coba-coba kamu behenti, golok ini akan memotong leher kamu, jalan terus tancap gas “


Pengemudi takut jiwanya terancam dia menuruti perintah simantoro. Mobil taxi yang dia kemudikan melaju cepat. Dibelakang lima mobil lain terus mengejar saling kebut dijalan raya yang sepi denyi suara ban mobil sering terdengar. Pengemudi taxi tidak mau mengalah pada lima mobil pengejanya dia potong sana dia salip sini terus melaju . andi cukup mahir bermain dijalan raya maka taxi dia pepet ke kanan . dikanan ada mobil yuda juga menjepit ke kiri . taxi terjepit kiri dan kanan dibelakang tiga mobil menempel terus ternyata pengemudi taxi cukup berpenglaman dia injak pedal rem seketika mobil sejenak tertahan maka mobil yuda dan andi lah yang berbenturan taxi melesat cepat meninggalkan keduanya . simantoro memuji pengemudi taxi namun secara tiba-tiba dari arah depan sebuah truk tronton dengan kecepata tinggi nyaris menabrak kembali sipengemudi taxi berperan dia membating stir kekiri roda mobil turun dari aspal menghindar dan kembali naik kejalan raya dan memutar balik arah atas permintaan simantoro .membuat ban bersuara ciiiut ciiiut mengeluarkan asap akibat gesekan antara karet dan aspal panas. Yuda andi terkecoh .


“ ( andi ngedumel ) kutu kupret, dia mengecoh kita , cepet balik, kita janga kehilangan dia “


Di mobil yuda .


“ ( kesal dan jengkel ) monggo sampen ngajak kulo bermain, kulo siap tenan, hayo putar balik , kita bemain-main .( yuda dialek jawa ) “


Mobil yang dikemudikan yuda melesat cepat mengejar taxi yang sudah jauh didepan. dua diantara mobil kawanan yuda terjadi kecelakaan terbalik dan ditabrak oleh teman sendiri . yuda dan andi berhasil mengejar taxi kembali keduanya menjepit taxi. Pengemudi taxi mengulang apa yang dia lakukan sebelumnya namu kali ini dia gagal ditabrak oleh mobil dibelakangnya hingga taxi terlempar keluar jalan raya . pengemudi taxi tidak putus asa dia berusaha mengendalikan laju mobilnya naik kembali ke jalan raya dan berhasil dan belok masuk kejalan lain langsung tancap gas . yuda andi kembali mereka terkecoh bahkan kali ini mereka kehilangan jejak dan berkumpul ketiga mobil berisi dua belas orang.


bersambung