
U M A R M A Y A
Aripin berpikir apa yang diperbuat agar dia tidak mengembalikan uang bahtiar yang cukup besar jumlahnya sementara uang itu hampir habis .
“ (aripin berpikir ) apa akalku , uang memang tinggal sedikit sepuluh persennya juga tidak ada apa akalku kali ini “
anton padanya seolah wahyu sudah siap bertemu pak bahtiar .
“ ( menelphon hp ) ya , halo , apa , bagus sekap dia , kalian tunggu sampai aku datang , awas kalian perhatikan sekeliling jangan sampei dia lepas , oke oke sebentar aku kesana “
Bahtiar tertarik dengan pembicaraan aripin dan pihak penilpon .
“ ( ingin tau ) apa yang terjadi ? “
“ orang orang saya berhasil menangkap wahyu ,sekarang ada pada mereka “
Aripin berbohong pada bahtiar .bahtiar percaya karna dia menginkan pertemuan dengan wahyu . Aripin melihat bahtiar percaya atas kebohonganya.
“ bagaimana pak apa bisa saya pergi ?”
“ oke orang saya akan bersama anda “
“ baik .”
Aripin keluar dari mobil bahtiar langsung menuju ke mobilnya rifat dan rudi sudah menunggu dan pergi diikuti dengan rapat mobil lain berisi empat orang bahtiar .aripin tidak kehabisan akal dia telpon anton .
“ ( meminta rudi menelphon anton ) halo bang , kita diikuti orangnya pak bahtiar bos minta abang menghalangi bila perlu habisi mereka , oke bang “
Hati aripin lega bibirnya mulaitersenyum .
“ ( kata hatinya ) bahtiar ternyata aku lebih licin dari pada belut, kamu buang waktu aku aja , percuma kamu menggretak aripin , aripin bukan amatiran hahaha ( tertawa lepas) “
Rifat melihat dari kaca spion . terlihat mobil pengawal bahtiar terus rapat membuntuti namun tiba tiba dari arah lain muncul sebuah truk bermuatan bambu menabrak mobil pengawal hingga terbalik satu orang tewas seketika.bersamaan hp rudi berdering.
( suara anton di hp rudi ) bos , aksekusi sudah terlaksana , bos aman kami menunggu di tempat biasa “
Kembali Aripin tertawa lepas didalam mobil .
“ ( tertawa tawa ) rudi , sekalian kau pesan makan siang dengan porsi besar, kirim ke tempat biasa , kita pesta dengan makan makan hahaha aku puass.”
“ baik bos “
Mobil terus meluncur cepat namun masih terdengar suara aripin tertawa puas.
Hari semakin siang . kulit terasa terbakar oleh teriknya mata hari membakar umar melangkah keluar dari area kampus biru diantara para calon mahasiswa. Berkali kali umar menyosot keringat diwajahnya dengan punggung tangan terus menuju halte bus. Bus yang tunggu belum juga datang tiba tiba matanya melihat tas seorang calon mahasiswa perempuan digerayangi tangan trampil ( copet ) dia dekati langsung menangkap tangan pencopet .
“ ( menangkap tangan pencopet ) bung jadilah orang baik jangan jadi pencopet”
Pencopet terdiri dua orang dan mereka marah karna usahanya digagalkan. Tanpa bicara keduanya langsung memukul umar. Tentu saja umar berhasil mengelak dan menangkis dua serangan. Merasa seranganya gagal kedua pencopet kian garang menyerang umar membabi buta bahkan satu diantanya menghunus sebuah pisau lipat. Umar yang sudah terlatih bela diri tingkat tinggi dengan mudah namun tidak merendahkan lawan dia tetap waspada.begitu banyak orang yang berada di halte bus memanfaatkan ada yang memvidiokan perkelahian itu ada juga hanya memfoto mereka asik menonton namun akeselamatan umar dia terlihat cemas acapkali dua pencopet menyerang umar.tidak terlalu lama kedua pencopet ambruk tanpa bangkit mereka hanya mengerang kesakitan . bus pun tiba umar langsung naik diikuti calon sudah menerima vidio kiriman. Putri itulah nama wanita muda dan cantik nyaris jadi korban pencopet . Putri mendekati umar .
“ ( menyodorkan tangan ke umar ) aku putri , terimakasih yah atas bantuannya, kalo tidak ada kamu dompetku pasti raib “
Umar menerima uluran tangan putri bersalaman .
“ saye umar , tadi cuman kebeneran aje “
“ oh , kamu tinggal dimana ?
“ saye orang kampung , tinggalnye juga dikampung “
Umar lebih banyak diam seolah malu . tapi sesungguhnya hatinya menahan kerinduan pada icha . putri memang lebih cantik dari pada icha namun umar tidak merasakan apa apa berbeda ketika dia melihat pertama kalinya hatinya berdebar debar. Umarpun turun dari bus disebuah halte bus .dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju rumahnya .
Disebuah kedai pinggir jalan kampung pada siang ini aripin sedang berpesta makan makan minum puasnya tidak ada tamu lain boleh masuk karna kedai diboking penuh bersama semuah anak buahnya merayakan kemenangan suara tawa riuh . tiba tiba hp rifat mendapat kiriman vidio viral rifat terkejut dia berikan hp ke aripin. Aripin menyengitkan alisnya ketika melihat vidio perkelahian antara umar dengan dua pencopet disebuah halte .
“ antok coba kamu perhatikan gambar ini dimana kejadiannya . ini anak yang kita kejar dua minggu yang lalu, cepat cari tau”
“ baik bos ( anton meneliti gambar vidio ) bos kejadian ini tidak jauh dari tempat kita ini , itu kampus “ NUSA BANGSA” kebetulan anak perempuan aku juga kuliah disana “
“ oke , kita kesana “
Hal serupa juga terjadi dimarkas dormen cs. Dormen menyaksikan sambil tertawa terbahak bahak uang pikir dia .
“ (tawa terbahak bahak melihat vidio ) huu haha ,ini uang aku hahaha , sudah ku duga , ibrosss petoyyy ( teriaknya memanggil ), hayo cepat banguuun ,kita ambil uang “
Demikian pula .dengan ibu maya simantoro. teh irma kiki dan ananda serta dua orang lainnya melihat vidio umar berkelahi . teh irma mengenali umar dan mengingat dan teringat .
Ibu maya belum sempat berpikir dia hanya sekilas memandang wajah umar di vidio . teh irma sudah mengajaknya pergi ketempat kejadian perkara .
“ hayu teh , kesana kesana sekarang juga jangan terlambat “
“ ( masih bingung dengan pikiranya ) trus gimana gengan guru sepuh ? “
“ soal guru sepuh gampang teh, nanti kita kembali kesini , hayu cepat teh “
Teh irma tidak mau kehilangan jejak umar yang dianggap kemenakannya.ibu maya bingung dengan ragu dia masuk kemobil yang dikemudikan simantoro. Teh irma dengan kiki sedangkan ananda bersama dua preman yang disewanya ketiga mobil yang berada dijalan depan rumah wahyu . pergi ....encang guru yang berada diatas pohon mengintai ibu maya cs. Turun bagai burung bernafas lega .
“ al hamdulillah selamet ( berpikir sejenak) berabe juga nih , maya udeh tau , pasti besok besok die dateng lagi ,wadduh bisa kebongkar juga nih rahasie nyang saye jage belasan taon , kasian wahyu kalo belon saatnye die pasti nyeblos penjare ( kembali berpikir ) kaga ,ini kaga boleh terjadi , saye kudu ngumpet di persinggahan surilang “
Diakhir .alek datang tergesah gesah sambil memegang hp dan memberitahukan ke encang guru .
“ kakek coba lihat vidio ini , ini umar “
Encang guru melihat dan .
“ masya allaaah , ( teringat ) pantesan maya pergi lagi , mereka pasti nguber kesono “
“ ( alek tidak mengerti yang ucapkan encang guru ) kenapa ke ,maya ? “
“ ( gugup menutupi sebuah nama ) hmm , alek kita pergi sekarang juga “
Alek menurut tanpa bertanya kemana .
Disebuah kebun belakang rumah icha . icha duduk seorang diri dengan pandangan mata hampa kehamparan pohon padi yang hijau . angin sepai sepoi menerpa butiran butiran anak rambut icha diringi siulan burung burung saling sahut dengan desiran angin menerpa gesekan daun ranting pepohonan dan terdengar sayup alunan musik dang dut dari rumah penduduk lain . dari dalam rumah kakek dan nenek memandang ke arah icha cucunya yang melamun miris hati kedua orang itu . tiba tiba terdengar nit nit nit dari hp yang gemgam icha . icha hanya sekilas melihat karna yang ditunggu adalah suara dering panggilan .icha hanya mendesah dan kerap terucap . “ a a “ itu berulang ulang diucapkan tanpa dia sadari . sikakek mendekati karna mendengar suara hp .
“ ( dengan suara parau ) neng icha itu buka henponnya tadi ake dengar berbunyi .”
Icha diam menolehpun tidak ke kakeknya namun hpnya diberikan ke kakeknya. Kemudian sikakek membuka hp dan terbelalak matanya .
“ ( memperlihatkan hp ke icha ) neng coba lihat vidio ini “
Icha tidak merespon.tapi sikakek melangkah kedepan icha memperlihatkan vidio umar Icha setelah melihat wajahnya tegang dan mengeluarkan air mata.
Dari bibirnya icha “ a umar “
Icha terus berlari pulang langsung masuk kekamarnya berganti pakaian hendak pergi menyusul umar . sikakek mengikuti dan menahan .
“ ( menahan icha ) neng icha kamu mau kemana neeng “
“ en neng mau nyusul a umar , kasiahan dia ke , dia dimusihi orang “
“ (menahan icha ) neng kamu mau nyusul kemana , jangan neng jangan , iru jauhhh neeng “
“ ( agak histeri menanggung kerinduan ) icha tidak perduli jauh ke , yang penting icha harus ketemu a a umar , a umar perlu bantuan icha , icha mau pergi “
Icha meronta melepaskan tanganya dari kakeknya sambil teriak minta dilepaskan tangannya .
“ ( histeris.meronta ) lepasin tangan icha ke , icha mau bantu a umar “
Sikakek membaca sebuah mantra dan meniupkan ke wajah icha .tidak terlalu lama tubuh icha terkulai lemas namun merintih tangis air matanya terus berderai bibirnya terus menyebut , a a umar , sinenek membantu kakek mengengkat tubuh cucunya kekamar.ke duanya duduk ditempat tidur icha .
“ ke , kasihan incu urang , sok atuh ake berbuat sesuatu , ake te kasian ka incu, udah rek sabulan neng icha teh ngalamun mikiran jang umar wae “
“ aih nenek , nih kakek , jiwa dan raga buat tatalang ka incu,sok nenek mauna ku maha ?’
Sinenek tersenyum senang dan memuji suaminya .
“ da , nenek mah percaya ka ake , siapa nu te kenal pendekar dalang siluman tea, nepi ka sekarang belum ada tandingan, kecualI blangkon umbaran ( eyang umbaran gurunya encang guru) te eleh te menang , sekarang sok buktiken ka nenek , bisa ente kakeh teh ngatasi persolan incu urang “
Sikakek ditantang oleh sinenek yang dahulu terkenal Pendekar wanita seharum bunga mahir menaklukan hati pria dan mahir memainkan ilmu pedang golok dan tembang harum bunga serimpi .
“ nenek, kakek mah terus terang wae , kalo soal cinta yang dihadapi incu urang, tobaaat , kakek te sanggup , da eta mah nenek pang jagona “
Sinenek tersenyum bangga mendapat pujian dari kakek.
“ bagai mana atuh kakek ?”
bersambung