UMAR MAYA

UMAR MAYA
Umar Maya -Eps. 10



U M A R M A Y A


Episode ; 10


Tanpa komando para preman mulai menyerang . namun mundur kembali karna terdengar suara sirine polisi menuju kearahnya . dengan cepat para preman pergi membawa kelima teman mereka yang pingsan meninggalkan tempat . wahyu ali melemparkan golok kesemak semak polisi berjumlah enam orang sampai ditempat wahyu langsung ditanyakan apa yang terjadi tidak terlalu lama karna dianggap kasus pembegalan maka wahyu ali dipersilahkan pulang .wahyu ali melanjutkan perjalanan melewati jalan wibawa mukti raya setelah mengisi bahan bakar wahyu melihat dari kaca spion para preman tadi mengejarnya .


“ ali , mereka membuntuti kita , apa yang kudu kita lakuin “


“ ( sejenak ali berpikir ) bapak kita ajak mereka bermain main “


“ iye ali benar , saye kuatir mereka menemukan persembunyian kita di kampung cakung “


“ bapak kita jangan masuk jalan hidayah , kita alihkan saja ke jalan mayang sari”


“ ( setuju ) oke ali kita jebak mereka disana “


Wahyu tancap gas mobilpun melesat cepat . para preman dengan satu mobil pic up dan tujuh sepeda motor mengejar dengan kecepatan tinggi hingga kendaraan lain terpaksa menepi dan ada beberapa kendaraan lain terpaksa tabrakan beruntun karna menghidari para preman tersebut . wahyu membelokan mobilnya ke jalan mayang sari dan dari arah merlawanan wahyu melihat umar memboncengi wanita muda cantik icha . wahyu melihat itu hatinya senang ....


“( hati wahyu berkata ) umar kamu sudah besar nak abah senang sekali “


Umar mengenali mobil wahyu dan mengehentikan motornya di tepi jalan namun wahyu memberi sinyal dengan lampu dim umar mengerti membiarkan mobil abahnya lewat. umar pura pura tidak mengerti namun tidak terlalu lama kemudian tujuh motor mengejar yang masing masing berisi dua orang . umar ber inisiatif menghambat pra preman. dijalankan motornya dan pura pura jatuh dan menabrakan kedua motor preman hingga icha tajuh terpental namun umar dengan replek dibareng tenaga dalam yang kuat menahan tubuh icha .hingga icha tidak merasakan sakit apa lagi terluka karna tangan umar memeluk tubuhnya jatuh menindihi tubuh umar. Icha merasakan hangat senang dan bahagia hatinya berbunga bunga tidak ingin tangan umar terlepas dari tubuhnya namun para preman mengangkatnya dengan kasar .


“ ( bentak dan marah) he , enak enakan lo ye , hayo bangun “


Tangan icha ditarik oleh preman 1.dengan kasar hingga membuat icha terpekik


“ aoow sakit “


Umar bangkit coba melepaskan tangan icha dari gemgaman tangan preman dalam pada itu mobil pic up datang dan seorang diantara preman yang dimobil teriak ke temanm temannya .


“ woi tinggalin aja ,yang lain terus kejar kijang kita , jangan sampe lepas “


Umar mengerti ucapan preman dia akan berusaha menahan dan .


“ bang , abang kudu tanggung jawab ,jangan maen tinggal aje, obatin dulu dong ,nih saye berdua luka motor saye juga rusak ( marah marah )“


Sementara para preman yang berjumlah empat belas orang ketujuh motor sudah dihidupkan mesinya namun tiba tiba umar meraih sepotong ranting kecil yang berada didekatnya dan menghantam dengan kekuatan tenaga dalam penuh hingga sesatu orang preman hungga jatuh dari motor amburuk tidak bangkit lagi membuat teman temannya terkejut terpaku sejenak. icha menyaksikan kejadian tersebut panik dan ketakutan .


“ ( cemas panik dan ketakutan ) a a , ieu kumaha atuh aaa , “


Ketiga belas preman turun dari mobornya mendekati dan mengurung umar dan icha. Icha kian ketakutan .


“ neng icha... tenang yeeh ,( lembut mesra ) icha pegang kayu ennih “


Icha senang walau hatinya cemas dan takut hatinya bedoa .


“ ya allah lindungilah a a umar , ya allah berilah a a umar kekuatan , jangan engkau jadikan dia pesakitan dari orang orang jahat , jadikanlah hamba orang pesakitan bila itu kehendakmu ya allah , hamba iklas menerimanya , hamba iklah menggantikannya , asalkan jangan a a umar, hamba sayang pada dia sebagai mana engkau menyangi hamba . amin ya robbal alamiin ,”


Ketiga belas preman bertubi tubi menyerang umar dari berbagai arah . tampak umar kurang bebas bergerak karna dia harus melindungi icha namun umar mengerahkan seluruh kemampuan dan tenaga dalamnya beberapa preman terlempar jatuh tidak dapat bngkit karna seolah tulangnya remuk dihajar umar . umar terus berputar putar meangkis dan menyerang lawan . tiba tiba icha berteriak minta tolong ke warga .


“ ( teriak minta tolong ) tolooong , toloooong , tolooong “


Warga mulai bermunculan dari berbagai arah masing masing membawa senjata antara potongan kayu . kaso . bambu. Cangkul dan sebagainya tua muda dan para wanita semuah keluar menuju ke arah perkelahian . para preman melihat warga mulai ambil ancang ancang untuk kabur dan meninggalkan beberapa teman mereka yang pingsan . para warga mengejar dan melempari preman dengan benda yang mereka bawa kemudian warga membawa lima preman yang pingsan ke sebuah pos setelah mengikat tangan mereka . umar tersenyum bangga memandang icha dengan tatapan mesra .


“ neng terime kasih yeh , nneng udeh ngedoain “


“ ( tersenyum bangga dan tersipu malu ) a a , nneng bangga , hati enneng senang sekali a a selamat , a a hebat ( mengangkat ibujarinya )“


“ ( tersenyum bangga ) neng , icha ,”


“ ia a a , ada apa ?”


Umar ragu meninggalkan icha karna hatinya ingin terus bersamanya walau dalam bahaya .


“ ( ragu ) ngh , maksudnye..., icha tunggu disini aje dulu , saye mo ngedorong motor kebengkel , tapi... nggak useh ic...icha ngikut aje kaga papeh ,dari pade disini sendirian “


Namun dihatinya berbeda dia kuatir keselamatan orang tuanya yang dalam pengejara para preman .


Mobil pic up yang ditumpangi para preman nyaris tidak mampu mengejar mobil wahyu . wahyu sengaja mengelilingi jalan kampung dari gang ke gang dan memperlambat laju mobilnya agar supaya mobil lawan kehabisan bahan bakar. Ali wahyu sudah amat paham area kampung tersebut ,namun dihati wahyu terasa agak cemas akan keselamat umar . karna umar tidak sendiri dia berdua teman wanitanya tentu saja umar harus melindunginya .


“ ( kuatir hatinya berkata ) semoga ajeh, umar bisa ngatasin preman preman tadi , saye sih yakin umar mampu ngatasin , tapi masalahnye, umar ngajak teman perempuanye...itu yang mbuat hati saye kaga tenang “


Mobil pic up yang dikemudikan para preman mulai batuk batuk bertanda bahan bakar mulai habis . tepat dekat sebuah sekolah SD dilapangan mobilpun berhenti tanpa bisa di starter...hanya cwewek...cwewek ...cwewek dreeen kembali mati . sang pengemudi keluar memriksa .


“ ( pengemudi )... haaah gila , pasti bensin lagi “


“ ( pengemudi ) lo enak aja nyalain gw , lo kan tau kita disuruh jalan tinggal pake aja dia bilang , lo denger sendiri jangan nyalain orang , gw cape tau , lo pada kan tinggal duduk doang ( ocehnya ) “


“ ( preman lain ) udah cepetan beli bensin “


“ ( pengemudi ) duitnya ?”


Si pengemudi menadakan tangan ke preman lain .


“ (preman lain ) ya , gw gak ada duit.”


Para preman tidak ada yang memiliki uang terpaksa pengejaran terhenti . wahyupun selamat .


Umar dan icha duduk disebuah bangku panjang didepan bengkel dibawah sebuah pohon rindang pinggir jalan yang sepi tidak banyak kendaraan yang melintas . icha merasa bahagia bisa berlama lama dengan umar pria yang disukainya dia rela berkorban apa saja asal bisa bersama umar seperti hari ini walau keselamatanya nyaris terancam .


“ neng icha , saye minta maaf , neng icha sampe siang gini belom bisa pulang, padahal saye minta ijin ame kakek bentaran doang “


“ a a tidak usah minta maaf , nneng senang ko jalan sama a a “


“ mekasih yeh neng “


“ tapi sebenerna mah , nneng teh takut jalan sama a a “


“ kenape neng , ape yang takutin , saye kaga galak ko “


Icha tersenyum manja .


“ bukan itu atuh aaa , “


“ trus ape dong “


“ ( mengolok canda ) naonnya , eh pacar a a , nneng takut , takut dicaaakar “


Icha bangun dari bangku berlari kecil sambil terus memandang umar . umar mengejar terjadilah kejar kejaran di kebun kosong milik warga. Orang dibengkelpun memandang dengan iri . icha sambil berlari kecil .


“ hayu atuh a , kejar nneng ( memeletkan lidahnya ke umar )”


“ oke , tapi nneng larinye jangan kenceng kenceng “


“ ah tidak , hayu wae a a kejar “


Dalam suatu kesempatan umar berhasil mengejar icha dibali sebuahpohon besar ,


“ naaah kena “


“ aduh a a , nneng cape ah “


Keduanya duduk beralakan rerumputan . haripin mulai siang tengah hari .motor sudah selesai diperbaiki . umar icha pergi pulang membawa hati yang kebahagia .disepanjang menuju kerumah dengan motor perlahan .


“ a , a a memboncengi nneng terus , pacar a a tidak marah “


“ husss , saye masih kecil ko “


Icha mereasa geli ingin tertawa mendengar umar masih kecil .icha tertawa kecil .


“ kenape ketawa neng “


“ ( tertawa kecil ) a a lucu , “


Kembali keduanya tertawa tawa hingga pengendara lain merasa iri . emelihat dua sejolali begitu mesra . sepasang suami istri yang sudah setengah abad berboncengan motor dekat dengan umar ...


“ pah... dulu kita sama ya sama mereka , tapi kita lebih romantis , kita sih pelukan , mereka tidak ( kata sang istri yang sudah setengah abad).


pasangan tersebut tidak mau kalah sang istri langsung memeluk tubuh suaminya dengan manja melewati umar . umar icha tertawa...


Hari kian siang nampak dari kejauhan mobil yang dikendarai wahyu memberikan lampu sen belok kanan dari arah lain yang berlawanan sebuah mobil . berisi TEH IRMA dan adik bernama KIKI . kiki ini pemuda pemarah adik bontot dari ibu maya . berhenti memberi jalan mobil wahyu masuk namun teh irma secara samar mengenali wahyu .


“ kiki , tahan dulu jangan jalan , teteh merasa kenal deh sama orang yang didalam mobil itu “


“ yang nyetir apa yang disebelahnya teh “


“ yang nyetir , tapi siapa ya ( mengingat ngingat dan belum teringat ) rasanya kaya tidak asing gitu loh”


bersambung