
U M A R M A Y A
Episode : 18
Insinyur surya mengikuti mobil dormen dari kejauhan terus ke jalan raya ....
“ (sambil menyetir ) mereka benar-benar harus diberi pelajaran , kasihan juga pak wahyu dijadikan mesin atm mereka “
Ir. Surya berbekal bela diri cukup tinggi loyal dan setia mandat yang diberikan wahyu padanya senantiasa dijunjung tinggi . menyingkirkan setiap rong rongan yang timbul tanpa pandang bulu dan pamrih .
Jalan raya cukup lancar tidak padat kendaraan yang berlalu lalang dormen dengan perlahan mengendarai mobil tua kesayanganya sambil berbincang mengatur rencana .
“petoy , ibros kali ini bos tidak mau kalian ceroboh lagi , inget lo! , kita mencari wahyu bukan buat berantem ,tapi kita cari uang , ngerti “
“ ( ibros mengerti ) ibros ngarti bos , tapi duitnya kapan “
“ ( mendukung ) ia bos , etoy juga paham bangat dahsoal itu mah ,etoy juga kaga mao berantem , ( nyengir kuda ) asal duitnya caer “
“ tenaang nanti malam bos kasih , uang ada tenang aja “
Tiba tiba mobil mereka dipotong terpaksa menepi dan berhenti tepat dekat sebuah tanah agak lapang dan sepi .
“ ( terkejut dan marah ) gilla ni orang main potong aja , kalo ketabrak bisa mati konyol , siapa sih cari penyakit “
Dilihat seorang pria tampan berdasi dan berkaca mata hitam turun dari mobil jalan kearahnya dan minta dormen keluar . ir surya .
“ keluar kalian ( sambil mengetuk kaca jendela mobil dormen ) “
Dormen sejenak terpaku dan memandang ke Ir .surya dia merasa tidak kenal sementara petoy dan ibros keduanya berpelukan karna takut .
“ ( petoy ketakutan ) bos , polisi bukan bos ? “
Ir . surya kembali mengetuk kaca jendela mobil lebih keras lagi .
“ cepat kalian keluar , atau ku hancurkan kaca ini “
“ ( tergesah gesah ) ia , ia keluar saya keluar “
Setelah sudah diluar Ir.surya langsung memukul perut dormen hingga dia mengaduh membungkukan tubuhnya lanjut surya menarik keras krah kemeja dormen membuat petoy ibros ketakutan gemetar kaki ibros dan celananya mulai basah terkena air pipisnya .
“ ( sangat berwibawa dalam amarah ) katakan pada saya, sudah berapa banyak uang yang kalian peras dari pak wahyu ,
Dormen agak terkejut bahwa orang yang berada didepannya ternyata bukan polisi yang dia takuti .maka dengan santai dan berani dia menjawab .
“ oooh , ( dengan santai dan mengejek ) kiranya lo antek anteknya si pecundang wahyu “
Ir. Surya terbakar amarahnya ketika wahyu dibilang pecundang oleh dormen. Maka . dengan tanpa bicara lagi surya langsung menghajar dormen denga pukulan tendangan sikutan kibasan hingga dormen tidak bisa membalas nyerang karna gerakan surya amat cepat dan akurat mengenai sasaran . ibros petoy pun tidak berarti apa apa seranganya ternyata surya jauh lebih tangguh dari dormen cs. Setelah ketiganya tidak berdaya tergolek di atas aspal jalan raya Ir. Surya mengancam .
“ ( ancam ) saya peringatkan pada kalian , jangan coba coba lagi memeras, apa lagi menteror pak wahyu, kalau tidak mau masuk penjara , ingat itu , saya tidak akan tinggal diam,dan satu lagi, satu langkah saja kalian berani mendekat pak wahyu , orang orang saya akan mematahkan batang leher kalian “
Setelah berkata surya pergi meninggalkan dormen yang masih tergeletak diatas aspal jalan raya menjadi tontonan para pengguna jalan. Dengan terasa sakit ditubuhnya dan malu dormen bangkit dan masuk mobilnya diikuti kedua anak buahnya langsung meninggalkan tempat itu .jalan raya kembali normal dan lancar yang sebelumnya terjadi kemacetan akibat perkelahian.
Dirumah ibu maya malam tepatnya disebuah ruangan menghadap kekolam renang ibu maya bersama suami barunya ( simantoro ) sedang memberi tugas pada anada dengan perjanjian naik jabatan menjadi direktur ke uangan menggantikan andini serta pasilitas lainnya. Ananda senang dia merasa tidak terlalu berat tugas itu maka dia sanggupi . sementara simantoro pandai memuji orang yang dia manfaatkan walau sesungguhnya hanyalah sebuah isapan jempol belaka arah pembicaraan selesai teh irma dan kiki datang membawa kabar berita tentang guru sepuh mereka . sambil teriak teh irma jalan mendekati ibu maya cs.
“ ( sambil jalan teriak ) teteh , teteh tau tidak aku menekan guru sepuh dirumahnya wahyu “
Teh irma terperangah dilihat ibu maya tidak sendiri .
“ ( menyesali sikapnya ) eh , maaf deng aku kira teteh sendirian , ada tamu “
Lanjut teh irma menyalami ananda dan simantoro sang kakak ipar kemudian duduk disebelah ibu maya sambil( menyesali sikapnya ) eh , maaf deng aku kira teteh sendirian , ada tamu “
Lanjut teh irma menyalami ananda dan simantoro sang kakak ipar kemudian duduk disebelah ibu maya sambil bisik bisik .
“ (berbisik bisik ) teh , aku menemukan foto keluarga ,aku liat disana ada anak lelaki mirip bener sama kang dirga , aku yakin itu pasti anak teteh “
Ibu maya merespon dan membalikan tubunya ke teh irma .ananda merasa sudah tidak ada lagi yang dibicarakan maka dia berpamitan namun ibu maya menahan .
“ ( pamitan dengan sopan ) ibu , sudah tidak ada lagi yang perlu dibicarakan sebaiknya saya segera pamit “
Simantoro ambil bagian bicara .
“ irma , lanjutkan cerita kamu , yang kamu dapat hari ini , biar kita semuah dengar , kita bahas bagai mana tindak lanjut berikutnya ,dan apa yang kita akan lakukan ,
Teh irma menceritakan tenemuannya antara wahyu dan guru sepuh terlibat dalam hal anak ibu maya yang hilang sembilan belas tahun yang lalu dan mereka meyakin kemudian merencanakan sesuatu . hingga larut malam .
Sementara dilain tempat dormen cs. Merasakan sakit dan akan membuat perhitungan pada Ir.surya yang dianggap sudah ikut campur dan tidak takut dengan acamannya .
“ ( sambil merintih kesakitan ) kalian jangan bodoh takut sama ancaman , itu cuma pepesan kosong , pokonya besok kita cari wahyu , aku tau wahyu lari dari kampung cakung pasti dia kembali kerumahnya dijati cempaka , karna tidak mungkin dia pindah ke rumah rumah yang lain , itu mustahil dia lakukan karna jauh dari seklah anak anaknya “
“ hebat ya bos kita bros, idenya selalu berlian . ( kata petoy memuji ) “
“ (membetulkan ucapan) briliaaan petoy bukan berlian, guoblog lo piara “
“ce ileh,beda dikit doang lo udah protes,gimana kalo beda banyak (terpotong)“
“ ( memotong ) gw cemplungin lo ke empang “
“ ( dormen merasa tergangu ) sudaaah berisik “
“ tuh si ibros bos , ngoceh aja kaya kaleng rombeng ,mendingan dikiloin bos, lumayan “
“ petoy lo kalo ngomong kira kira dong , lo kira gw barang rongsokan , mo dikiloin “
“ lah emang bukan , gw kira barang rongsokan , abisnya tuh bibir doer bangat perut gendut nggak beraturan ,eh ibros orang orang mah perut gendut juga cakep mecing keliatanya ,nah lo , isinya cuman buntelan kentut doang “
“ waaah , lo udah ngehina gw , biar begini juga , gw jadi idola ( terpotong) “
“ cuih , idola , idola yang mana bros , ngaca tuh liat pantes nggak jadi idola “
“ toy lo nggak percaya gw jadi idola , lo dateng kerumah gw liat bini ama anak anak gw , mereka tuh mengidolakan gw “
“ hemmm , ngomong sama ember bros “
Suasa kian berisik oleh kedua kawanan .dormen yang sedang merebahkan diri bangun dan mengambil gelas berisi air putih dan meniram ke petoy dan ibros.
“ (sambil mengelap wajah ) tuh kan bros , bos kita marah ,basahkan muka gw “
“ ( mengelap wajah) sam ma toy gw juga basah , yo dah kita tidur “
Petoy ibros merebahkan tubunya ke tempat tidur yang berhimpitan satu tempat tidur berisi tiga orang dewasa.namun karna sempit petoy tidur telengkup hingga pantatnya menjulang ke atas terus turun dengan ketangan berada diantara dua belah kakinya hingga mendorong tubuh ibros yang berada ditengah membuat dormen jatuh dari tempat tidur .
Pagi hari diruang kerja Aripin dilantai lima gedung perusahaan SBK GRUP simantoro menekan aripin yang ditugaskan ibu maya istrinya untuk menangkap wahyu,agar wahyu segera menyerahkan semuah wewenang dan kekuasaan perusahaan harus berada di tangan ibu maya.tentu saja bila ibu maya yang berkuasa penuh simantoro yang akan meraih keuntungan yang sangat besar begitulah siasat simantoro .
“ pak aripin sudah sekian tahun saya masih bersabar dan tetap percaya , karna bapak yang terbaik memiliki komit yang kuat dalam hal yang dititik beratkan oleh istri saya pada bapak ,tapi setahun belakangan ini,saya lihat bapak sepertinya hanya santai besama orang orangnya bapak ,menghabiskan uang istri saya , menurut saya bapak dan orang orang bapak terlalu enak ,tugas dan tanggung jawab bapak biarkan berlalu , tapi untuk hari ini dan seterusnya bapak jangan coba coba , saya akan membayangi sepak terjang bapak kemana pun bapak beserta orang orang bapak pergi , camkan itu , saya tidak main main dalam hal ini “
Simantoro terus pergi mennggalkan ruangan kerja aripin .setelah simantoro pergi aripin berpikir keras .
“ ( geram menyelahkan wahyu ) sudah lebih dari sepuluh tahun, wahyu membuat aku terus dipojokan dipermalu , awasss tunggu pembalasanku wahyu , selama ini aku lunak hanya kamulah tujuan ,tidak untuk kali ini , aku akan sentuh keluarga kamu , aku tidak mau hancur karenamu “
Aripin menekan tombol di hp miliknya anton tujuannya. Hubunan elpon tersambung .
“ (menilpon hp ) anton kumpulkan orang orang kita ditempat biasa , jam sepuluh pagi ini juga “
Aripin begegas pergi meninggalkan ruang kerjanya setelah tidak ada yang tercecer berkas atau benda pribadi .setelah diluar gedung sudah ada yang menunggu Bahtiar dan empat orang pengawal . dua pengawal bahtiar menyongsong Aripin didepan pintu dan mengapitnya terus dibawa ke sebuah mobil mewah Bahtiar berada didalamnya .
“ (dengan tenang ) selamat siang bung aripin ,silahkan masuk “
Dua pengawal bahtiar mendorong tubuh aripin masuk mobil dan menutup kembali pintunya terus berjaga jaga .
“ apa yang anda lakukan terhadap saya pak bahtiar , anda salah besar “
“ ( tertawa kecil ) sungguh luar biasa anda pak aripin ,pak aripin yang saya lakukan tidak perna salah ,karna saya memakai pikran dan analisa yang kuat, jadi saya tidak pernah takut pada anda , oh ia saya tahu anda orang punya kemampuan ekonomi diatas rata rata , maka saya tidak ragu untuk meminta uang saya kembali dengan jumlah yang sama “
Aripin terkejut ketika bahtiar minta uangnya dikembalikan dengan utuh seperti yang dia terima dari bahtiar .
“ ( mengelak ) itu tidak mungkin pak bahtiar ,dalam perjanjian kita tidak ada kata pengembalian uang “
“ itu betul sekali ,tapi saya kecewa dengan kinerja bapak “
bersambung