
U M A R M A Y A
Episode : 28
Icha bersembunyi memeluk belakang tubuh umar. Umar senang dia bertanggung jawab melindungi nya.
“ ( cemas-takut ) a a , e’n neng takut !!! “
Kubil kian terbakar api cemburu melihat icha memeluk umar . rahman doni dan gio mengepung umar dengan gaya seorang jagoan .
“ he , ( ke umar ) lo nangtangin gw ya , dari semalem lo sengaja manas-manasin gw terus, lo kalo mo pelukan jangan di depan gw dong , sakit ati gw “
“ eh maaf bang “
“ maaf , maaf lo tau gak , si ichaa tuh gw udah lamar bulan kemaren , tanya tuh orangnya “
Icha langsung kedepan menghadapi kubil dengan tersinggung .
“ ( tersinggung dan marah ) ia bener abang udah ngelamar aku , tapi kan abang tau , lamaran abang aku tolak , aku tidak suka pada abang yang suka gonta-ganti perempuan ,perempuan bukan barang mainan bang “
Mendengar ucapan icha kubil marah bercampur malu.
“ ( marah ) diem lo perempuan gatel , entar gw tabok mulut lo nyang kaya kaleng rombeng. !“
Icha kian berani menantang kubil .
“ ( tantang icha ke kubil ) tabok bang , kalo merasa jadi lelaki tabok kalo berani, aku tidak takut !!! “
Kubil pemuda arogan yang tidak mau dilawan dia mulai tidak kuat menahan amarah maka kubil mengengkat tanganya menampar wajah icha . umar dengan cepat menangkap tangan kubil .
“ bang lawan saye , jangan lawan perempuan,( ejek ke kubil ) banci namenye “
“ ( kubil kian marah ) apa ? , bilang gw banci , nih lo liat ( memukul umar) “
Umar mengelak sambil menarik tangan icha kebelakang tubhnya .
“ ( icha berbisik mesra ) sayang , hati-hati “
Kubil mendengar ucapan icha ke umar .kemarahanya sudah tidak terbendung lagi maka kembali dia menyerang umar dengan pukulan bertubi-tubi di susul tendangan berantai .rahman doni dan gio tidak berdiam diri.ketiganya ikut menyerang bahkan gio mengambil sepotong kayu pagar untuk menyerang umar tetap melindungi icha dibelakang tubuhnya sambil terus mengelak dan menyerang lawan .datang lah sebuah mobil yang dikendarai kiki dan berhenti tidak jauh dari arena perkelahian .
“ teteh lihat didepan , empat pemuda mengerubuti pasangan kekasih , hebat pemuda itu ,dia melindungi pacarnya ( ujar kiki merasa kagum pada umar) andai saja aku ya teh , yang jadi pemuda itu .”
Teh irma mengamati umar dan jurus-jurusnya .
“ ( mengemati umar ) ki , kamu liat jurus pemuda itu , ko hampir sama ya dengan jurus yang kita pelajari “
“ ih teteh , ini kan indonesia ,aneka ragam jurus pencak silat dari berbagai aliran itu hampir sama teh ( matanya terus melihat perkelahian )
Teh irma penasaran dia turun dan membantu umar melayani kubil cs. Kubil cs. Marah pada teh irma yang ikut campur .
“ he siapa lo , “
“ aku tidak suka aja melihat orang berkelahi mainkerubutan , kalian tidak malu yah satu lawan empat orang , terdesak lagi .( ejek teh irma ke kubil )“
Teh irma menggunakan jurus yang dengan umar membuat kubil jungkir balik jatuh bangun menghadapi teh irma biar wanita cantik ber ilmu bela diri yang lumayan tinggi . gio terjungkal kena tendangan umar dan menabrak pagar pembatas jalan . rahman dan doni mula ragu mengendurkan seranganya maka tiba-tiba keduanya lari meninggalkan umar. Kubil merasa malu dikalahkan wanita maka dia nekat terus melawan teh irma . kubil tidak tau dia sudah di tinggal lari dua temanya. Teh irma terus mendesak kubil hingga tidak tau bahwa umar dan icha sudah pergi .kiki menghalangi langkah umar yang pergi dari arena perkelahian .
“ tau diri dong , sudah dibantu main tinggal aja,terimakasih ke ( dumel kiki pada umar ) tu kalian lihat kaka ku “
Umar icha melihat teh irma masih berkelahi dengan kubil. Umar kembali menarik tangan icha untuk pergi namun kiki menghalangi .
“ waduh ni orang ( kesal dan kecewa ) bener-bener tidak tau berterima kasih, kalian sekilah tidak sih ?”
Umar curuga pada teh irma. Karna menggunakan jurus yang sama denganya .
“ ( batain umar berkata ) siapa yang sebenarnya wanita itu ,memang dia membantu aku , tapi aku harus waspada , menurut encang guru ada banyak wanita yang menjadi muridnya dan berpihak membela ibu maya , tapi siapa ibu maya pun aku tidak tau ,mungkin wanita ini salah satunya , maka sebaiknya aku kabur dari pade nambah masaleh “
Umar mendorong kiki hinggal terperosok ke saluran air dan terus lari sambil menarik tangan icha .
Teh irma membiarkan kubil dan gio lari .kiki kesal pada umar .
“ ( kiki menggrutu tidak senang ) emang susah yah orang kampung , dibantu malah pergi gitu aja ,terima kasih tidak , di tanya tidak menjawab , dasar “
Kiki melangkah mendekati teh irma yang sudah menunggu .
“ kamu dari mana ki , kenapa kaki kamu berdarah ?”
“ ( kesal ) itu orang kampung yang tidak tau diri , aku didorong ke saluran air “
“ ( ingin tau ) emangnya kenapa , kamu ribut ?”
“ nah terus , kenapa sampe kaki kamu luka? “
“ (sejenak kiki berpikir malu kalau diceritakan ) sudah lupain aja , yu teh kita lanjut “
Kiki menuju ke mobilnya teh irma melangkah kakinya sambil terus berpikir .
“ ( teh irma berpikir tentang umar ) apa ia , guru sepuh punya murid di kampung ini, tapi bisa saja , sudah belasan tahun beliau menghilang ,( teh irma teringat foto keluarga wahyu ) bener, pasti benar pemda tadi ada hubungannya sama wahyu , wajahnya ( kembali teringat ) kang dirga... aku harus cepat mengejar dia “
Teh irma bergegas masuk mobil .
“ cepat kejar ke arah pemuda tadi ki , cepat teteh tidak mau kehilangan dia .”
Mobil baru saja bergerak .
“ tidak usah , kita jalan kaki saja “
Teh irma turun dari mobil membuat kiki heran dan bingung . kiki hanya mengikuti teh irma berjalan cepat mengikutijalan yang dilalui umar dan icha.
“ teh ada sih sebenarnya , kiki jadi bingung sendiri “
“ sudah jangan banyak tanya , ikuti saja nani kamu juga tau ”
Umar yang sudah curiga kehadiran teh irma maka dia bersembunyi mengintai dan mengikuti teh irma dan kiki jalan kemana saja .setelah dirasa aman umar mlanjutkan tujuannya ke taman nyi sorong bersama icha . mata hari mulai condong ke barat teh irma kiki tidak berhasil menemukan umar .
Juragan ji . tidak terima kubil anaknya dibuat babak belur oleh umar pengaduan kubil berbohong memfitnah umar, supaya juragan ji yang terkenal sebagai bandar kambing juga terkenal jawara .
“ (juragan ji ,tersinggung dan akan membuat perhitungan pada si kake yang sudah melindungi umar ) tenang kubil anaking biar tuh si kakek babeh yang urus , lo diem-diem aja di rumah obatin muka lo yang babak belur gitu , dia belon tau juragan ji siapa , nih jawara di kampung ini , mulut bicara tangan ikut juga bicara. Kaki melangkah golok juga melayang ke muka lo , hei kakak tua lo tunggu yah , ni juragan ji datang membuat peritungan “
Juragan ji melangkah lebar golok ditangan bak seorang pendekar jalan menuju rumah sikakek. Rani anak perempuannya mengejar agar babehnya kembali pulang .
“ beh babeh ,( teriak rani ) jangan ke sonoh beeeh ,rani takut babeh berkelahi lagi , udah beh biarain aja ( terisak tangis ) “
“ rani lo anak perempuan tau apa soal harga diri , babeh ini jawara pantang ditantang ,pulang kalo lawan udah ilang nyawanya ,”
“ tapi beeh , rani kaga mao babeh kenapa-napa “
“ nah iya , lo tau , babeh jagoan kaga terkalahken di kampung ini , lo jangan kuatir babeh pasti pulang , sono gih pulang ,urus abang lo “
Juragan ji. Melanjutkan langkahnya .herman doni dan gio mengikuti secara diam-diam . tepat di sebuah persimpangan jalan juragan ji bertemu dengan teh irma yang sudah saling kenal .teh irma turun dari mobil .
“ babeh mau kemana ko bawa golok segala kaya mau perang aja (tanya irma)”
“bener babeh mao perang, sebagai jawara pantang menolak kalo ditantang, orang ini belon tau siapa babeh. ( penuh kemarahan ) “
“ siapa yang nantang babeh ?”
“ udah lamaran babeh di tolak , eh tadi, dia ngebikin anak babeh babak-belur, orang tua manah yang kaga sakit ati coba, ( berkata lantang )”
Rahman doni dan gio yang bersembunyi mulai ragu melihat teh irma ada bersama juragan ji .
“ doni gio ini bisa berabe lo , si kubil ngadu ke babehnya lebih banget, padahal yang bikin dia babak belur bukan anak muda itu kan, lo pada liat kan tadi , tapi si ibu itu ( rahman menunjuk ke teh irma ) babeh malah ngobrol ama dia “
“ ( doni kuatir ) kubil bener- bener kelewatan , bisa-bisa babeh di kerubutin orang sekampung karna salah paham, babehkan orangnya gitu maen tabrak aja, kaga tau bener apa salah “
“ rahman,doni jalan satu-stunya sekarang, kita keluar dari persembunyian , kita bilang terus terang , yang ngebikin kubil babak belur bukan anak muda tadi, tapi si ibu yang di depan babeh .( gio memberi solusi )“
Rahman dan doni sejenak berpikr .
“ ( doni setuju ) bener itu gw setuju , dari pada tauran antar Rt, mending kita bilang ke babeh , paling babeh berantem sama si ibu itu, biarin aja “
Tanpa pikir panjang lagi rahman keluar dari persembunyiannya diikuti doni dan gio menemui juragan ji . teh irma terkejut melihat kemunculan rahman cs.
“ ( dalam keterkejutanya ) oh kalian , belum jera , mau lagi “
“ ( doni langsung lapor ke juragan ji ) beh, sebenerya yang bikin babak-belur kubil ibu ini ( nunjuk ke irma ) bukan orang laen , dia ikut campur ngebelain anak muda yang ngedeketin icha gebetannya kubil “
Teh irma terkejut . juragan ji pun terkejut dipandanginya wajah teh irma dengan rasa marah dan tidak percaya .
“ ( membatin juragan ji ) apa iya bu irma , gw kaga percaya banget, orang secantik dia, masak bisa bikin anak gw babak-belur,kalo w liat tangannya aja alus banget, apa iya dia bisa silat , orang maen silat itu kudu bertenaga urat-urat tangannya juga pasti kasar, tapi bu irma.... begitu lembut canti wangi lagi badannya , kaga bau keringet , gw kaga percaya dah ama omongan anak-anak”
Lamunan juragan ji buyar ketika teh irma mengakui .
“ maaf beh , aku tidak tau itu anak babeh, aku terpaksa berpihak ke pemuda itu, dia sendiri di kerubuti empat orang termasuk orang-orang ini .( menujuk ke rahman doni dan gio )
“ ( juragan ji. Kecewa dan marah ) oooooh , jadi ibu yang nantangin gw “
“ ( berusaha menjelaskan ) maaf beh jangan salah paham maksud...(terpotong)
“ ( tidak terima alasan ) bu , apa juga alesan ibu , udah jelas ibu menghina martabat leluhur gw, nih kenalin ji jawara kampung cakung yang kaga ada duanya “
bersambung