UMAR MAYA

UMAR MAYA
Umar Maya -Eps. 07



U M A R M A Y A


Episode ; 07


Encang guru mendekati Alek .yang sedang risau hatinya air mata menggenang dipelupuk matanya dia sedih mengingat kedua orang tuanya. ditepuk dan diusap usap bahunya dengan lembut penuh kasih sayang sebagaimana seorang kake terhadap cucunya. kemudian membimbing duduk bersebelahanya . setelah menghela nafas panjang encang guru .


“ alek , ada apa nak , apa yang kamu rasakan , kalau ada yang mengganjal cerita ke kake , supaya hati kamu lega....”


Alek diam membisu hanya air mata yang mengalir mambasahi pipi . encang guru menyeka air mata dipipi alek . kembali encang guru menghela nafas dalam dalam sambil matanya memandang wajah alek yang sembab . namun hati alek berkata .


“ ( hatinya menjerit ) aku harus kuat , aku harus kuat , aku harus pulang , harus ketemu papah mamah apapun yang terjadi , yah ... apapun yang terjadi aku sudah siap lahir batin .”


Hati alek mantap dia menyeka air mata wajahnya kembali cerah bibirnya tersenyum tipis .


“ ( tegar hatinya ) kake...ijinkan... aku mau pulang , aku mohon doa kake , agar aku baik baik saja “


Encang guru hanya menganggukan kepala sambil tersenyum . alek mencium tangan encang guru terus pergi . encang memanggil alek...


“ nak alek....( berjalan mendekati alek ) pergunakanlah uang ini , nak alek pasti membutuhkanya dijalan “


Alek menerima uang pemberian encang guru walau tidak seberapa . uang itu memang alek sangat butuhkan karna dikantong alek tidak ada serupiahpun . sepeninggalan alek .


“ kake doakan , alek apa yang kamu impikan terwujuk di jabah oleh allah subhana wata ala amin , pohon yang rusak engga semuah buahnya rusak , pasti ade buah baek juga , berjuanglah cucuku...alek “


Bersamaan dengan itu alek hendak keluar rumah dengan motornya yang di ikuti Adinda umar resti datang bersamaan sang emmak keluar dari dalam rumah .umar sinis melihat alek dan adinda terlebih resti dia lang teriak ke sang emmak...


“ ( teriak lantang )... maaak , emmak kaga boleh percaye ame orang orang ini..


( menunjuk ke alek dan adinda dengan nada marah )... mereka cuman pure pure doang “


Alek adinda dan sang emmak terkejut .


“ ( tidak mengerti )... restiiii ape yang ellu bilang , jage yeh omongan loh “


“ ( tidak senang dan marah )...mak temen temennye yang kemaren emmak kasih makan emmak urusin semuanye ampe nginep dirumah kita , tadi mereka ngerubutin bang umar di komlek sono , untung esti bisa lari terus ngumpet , kalo kaga esti pasti mati dah... mereka berantemnye pake piso lagi...”


Umar hanya sekilas menatap ke alek adinda sambil lewat menuju ke dalam rumah . alek adinda tertunduk wajahnya pucat pasi... takut bercampur malu disertai marah terhadap teman mereka sendiri .nampak sang emmak kecewa namun dapat dia kuasai hingga dibibirnya keluar tersenyum seolah tidak terjadi apa apa .


“ ( tersenyum menahan sabar ).. udeh ,udeh.... mendingan ellu masuk rumeh terus makan , ello pasti laperkan , noh emmak udeh siapin pepes ikan emas kesukaan lo , tadi emmak masaknye dibantuin neng dinda “


Resti melirik ke adinda dengan kebencian . sementara adinda tersenyum yang dipaksakan karna dipuji sang emmak didepan anaknya sendiri .


“ ( merasa malu dan bersalah ) ... maafkan kami mak , kami terima kami bersalah .... “


“ udeeeh , sekarang ello mo pulang ... pulanglah jangan punya pikiran macem macem , emak nggak papeh..bener ngga papeh , udeh enti kemaleman dijalan”


“ ( merunduk malu bercampursedih )... ma , a, alek minta maaf “


“ udeh ngga papeh , udeh jangan dipikirin ( menenangkan hati alek )... oh , iye sampein salam emmak buat ibu ame bapaknye alek “


“ ia mak... alek pergi dulu mak “


Adinda naik kemotor alek dengan hati yang sedih dan berat.karna Dia sudah merasa tertarik pada umar . motorpun meninggalkan sang emmak yang berdiri sambil memandangi kepergian alek dan dinda setelah itu dengan helaan nafas panjang dia melangkah masuk rumah .


“ ALEK pemuda berusia 18 tahun.SMA.. .ADINDA 17 tahun SMA “


Dimalam hari seperti biasa umar selalu pergi ke mesjid berjalan kaki pulang hingga tengah malam melewati perkebunan yang rimbun dan gelap tiba tiba dia mendengar suara jeritan wanita minta tolong .umar mencari datangnya suara dan dengan gerakan lincah cepat umar menerobos kegelapam malam menuju arah suara tersebut yang datangnya dari sebuah rumah besar namun sepi...tanpa pikir panjang umar menerobos kedalam rumah didapatinya ada tiga orang satu diantaranya ICHA gadis muda cantik dan dua orang tua kake dan nenek .... Icha ketakutan dan tidak bisa berbuat apa apa untuk menolong neneknya yang dililit ular besar, sang kake berusaha keras tetap memegangi kepala ular agar tidak mematuk nenek. Tanpa ada rasa takut umar langsung mengambilalih dari tangan si kake dan langsung memukul kepala ular dengan tinjunya kelantai hingga ularpun mati . nenek terkulai lemas kelantai...icha gadis cantik langsung memeluk tubuh neneknya sambil menagis tersedu sedu. Umar menarik ular dan membuang ke dalam lobang yang jauh dari rumah atas petunjuk si kake .setelah kembali...kake...


“( dengan suaraterbata bata.bahasa sunda pinggiran)..nuhuuuun ujang nuhun, kalau tidak ada ujang , ninik pasti maot .”


Icha melirik umar hatinya bergetar hebat .


Izin sejenak ; kepada yang terhormat pembaca yang budiman


Ini hanya sebuah cerita fiktip .bila ada nama dan


Tempat kejadian yang sama itu suatu kebetulan


Tidak ada unsur disengaja apa mempermainkan.


“ kake... kakek lupain aje yeh , yang penting nenek udeh selamet kake juge selamet ( umar melirik ke icha ) kite semueh selamet “


Umar kembali melirik ke icha demikian juga icha keduanya saling beradu pandang dan masing masing merasakan gemuruh dihati masing masing . dalam kegugupan keduanya diperkenaalkan oleh sikake .


“ ujang...ari ujang saha “


“ ( gugup salah tingkah )... nghhh sa...saye umar ke..”


“ icha kemari neng ... yeeuh kenalken ka ujang umar...haturken nuhun “


Umar icha saling berjabat tangan dengan tersipu sipu malu . dengan membawa perasaan masing masing kebawa tidur . icha 16 tahun cantik pintar dan pemalu kelas dua SMA .


Dipagi hari sang mentari mulai manempakan diri dengan malu malu menyinari bumi. umar dengan sepeda motor seorang diri mengenakan lengkap seragam sekolah. melaju motornya dengan perlahan menghindari batu dan lubang lubang dijalan kampung cangkung yang memang berada dipedalaman jauh dari keramaian kota . didepan dilihat icha berjalan kaki seorang diri mengenakan seragam sekolahnya . umar ragu dan malu untuk berhenti namun hatinya berdetak ....


“ kenape yeeh ,perasaan ko saye begini , biasenye juga engga papeh... tapi ngeliat ic..(ragu menyebut nama icha) icha..saye jadi deg deggan kaga karuan, ngga papeh ,lagian niat saye baek, dari pade die jalan kaki kasiankan”


Tanpa dia sadari umar menghentikan motornya disisi icha . dengan gugup umar mengajak naik icha .


“ ( gugup dan salah tingkah ) ... n...neng , n..neng ichaaa , hayo n..naik “


Icha menoleh dan melihat umar tersipu malu wajahnya merona merah namun hatinya senang .


“ ( gugup tertunduk malu )... a a ...,”


“ hmmm..., hayo naik , udeh siang ( umar merasakan berat berkata kata )”


Sejenak keduanya saling pandang dan tersipu terlebih icha... seolah hatinya terbang ke angkasa ...


( duh....gustiii nu aaagung...terasa indah tubuh ieu seperti hiber... kenapa atuh begini yaah , abdi belum pernah ngeraken, rasa seperti ieu seumur hidup abdi, ya gusti allah nu agung junjunan abdi , ieu kumaha atuh “


Tanpa dia sadari icha naik keatas sepeda motor entah apa lagi yang dirasakan icha . motor mulai bergerak perlahan keduanya membisu masing masing merasakan getaran dihatinya....


Kita beralih kedalam kota dimana tinggal wahyu dan ali . mereka menempati sebuah rumah mewah bagai istana diklilingi petugas keamanan dilayani para juru masak terkemuka ( wahyu sebagai orang yang sangat dipercaya seorang milyouner terkemuka semasa hidupnya .hingga kini dan dia juga yang memegang kendali semuah perusahaan milik almarhum untuk dilanjutkan ke ahli warisnya kelak . tentu wahyu menjadi orang nomor satu diperusaan tersebut hidup mewah bergelimang harta . namun wahyu bukan manusia yang haus akan harta dan kedudukan dia tetap sederhana terlebih bila berada diantara keluarganya di kampung cakung nyaris tidak nampak dia sebagai pembesar)...wahyu memberi tugas ke ali setelah para pelayan pergi setelah menyiapkan menu sarapan pagi .tidak seorang yang berada dirungan itu kecuali dirinya dan ali .


“ ali , hari ini tugas kamu datang kekantor pt . U.W .dijalan surilang , kamu temui ibu TITA , beliau direktur diperusahaan itu , itu perusahaan orsosing kantor , jadi kamu menyemar jadi pengentar surat , atau pak pos...nanti kamu berikan ini ke beliau ,(wahyu memberikan amplop besar layaknya surat lamaran kerja )... kamu tunggu sampei mendapat balasan .”


“ ali paham bapak , bapak ali harus mencarai seragam pak pos dimana ?”


“ tenang saja ... semuah sudah ada yang atur “


“ baik bapak ali paham, kapan ali harus bergerak “


“ oke... , itu juga kamu tunggu sudah ada yang atur , sekarang selesaikan dulu sarapan kita “


“ baik bapak , tapi bapak , soal yang kemarin bagai mana bapak, ali tidak melihat bapak aripin, anak buahnya juga tidak , apakah ali nanti harus kesana lagi , ali tunggu perintah bapak “


“ (tersenyum ).. tidak papah , hari ini ali tidak perlu kesana , nanti setelah ali menyelesaikan tugas hari ini , ali kembali ke apartemen tunggu saye disane ,”


“ baik bapak ‘


“ ali.., kamu pake mobil yang kemarin , semuah keperluan kamu sudah disiapkan


” baiklah bapak kalau begitu “


Sarapanpun selesai para pelayan datang . wahyu ali pergi kekamar masing masing untuk bersiap siap . sementara di halaman rumah para pekerja sibuk dengan tugas masing masing tidak lama kemudian sebuah mobil mewah yang dikemudikan ali seorang diri keluar pintu gerbang kembali ditutup dua orang penjaga .mobil ali pun meluncur dan membaur dengan kendaraan lain dijalan raya yang mulus .rupanya ada mobil lain yang mengikuti ali . ali tidak menyedari bahwa dirinya dikuntit .Kembali kedalam rumah . wahyu mendapat telpon di hapenya dari orang yang dia sebar .


“ ( menelpon di hp ) ... ya...halo kenapa...? “


“ ( suara OW di hp wahyu ).selamat pagi pak , mobil pak ali dibuntuti mobil lain berisi empat orang , bagai mana pak “


“ oke , kalian alihkan mereka , pak ali tidak boleh terganggu ‘ kamu kerahkan orang orang kamu untuk mengewal pak ali , jangan biarkan pak ali tersentuh oleh orang lain , caranya terserah kalian , tapi ingat jangan bersinggungan dengan aparat “


“ ( suara OW di hp wahyu ) baik pak saya mengerti “


bersambung