UMAR MAYA

UMAR MAYA
Umar Maya -Eps. 15



U M A R M A Y A


Episode ; 15


 


Diam diam umar men standar kan motornya . teman anton menyerang denga sebuah pukulan ke arah wajah umar . namun umar dengan lincah dan tangkas menangkis dengan kaki dan terus berdiri disadel motor kemudian salto berputar putar diudara dan menyerang teman anton dengan sebuah sepakan dilanjut pukulan ke anton dan tendangan lingkar ke teman anton lain ketiganya nyaris jatuh . umar menjauh agar ke empat lawannya tidak dekat dengan motor miliknya sengaja umar lakukan bila ada kesempatan umar akan lari menjauh dari jalan al hidayah . perkelaahian kian seru tidak satu orang pun yang berani mendekat. tiba tiba hp anton berdering dia mundur menjauh dari umar dibiarkan ketiga teman temannya terus menyerang.


 


“ ( menelpon di hp ) bos , bos , anak si wahyu ada pada kami , kami sedang berusaha meringkusnya bos “


“ ( suara aripin di hp anton ) oke , usahakan dia jangan kabur , saya dengan yang lain akan datang , kamu serlok cepat “


“ baik bos ,( anton sibuk mencari aplicasi di hpnya “


Umar melihat anton sedang menilpon maka dengan cepat dan lincah berusaha melumpuhkan ketiga lawanya dengan mengerahakan kemampuannya maka denan singkat tiga lawanya ambuk mencium tanah umar mengabil kesempatan untuk kabur. Karuan anton marah marah ka tiga anak buanya .


“ ( marah marah dan kecewa ) guoooblog kalian , dasar kambing dungu bisanya makan doang , kabur tuh buruan kita , burengsek bodoh , cepat kejar .”


Anton dan ketiga anak bergegas menuju kemobilnya dan tancap gas membuat ban mobil berdenyit lanjut mengejar umar yang tertinggal agal jauh namun masih kelihatan . sesekali umar menoleh kebelakang dilihat mobil anton mengejar dengan cepat umar memutar otak .


“ ( kata hatinya umar ) hem saye ajak mereka kejalan sempit , iyeh jalan bagol sempit turun naik jalannya pasti mereka kaga bakalan nguber , saye terus kekampung sawah langsung balik”


Setelah merasa yakin umar membelokan motonnya kejalan bagol memang sempit harus bergantian bila pruis dengan mobil lain .anton tidak mau melepaskan umar begitu saja dia terus memacu mobilnya sekalipun jalan sempet hingga membuat penduduk marah dan melempari mobil anton dengan batu dan lain lain .disuatu jalan segi tiga agak menurun mobil anton terperosok keluar jalan namun tetap saja tidak memperdulikan gas terus saja ditancap dan nyaris menabrak mobil lain yang berada didepannya .


“ ( pengemudi mobil lain ) woi lo gila yah , kira kira dong bawa mobil “


“ ( lain menyambar ) liat tuh SIM nya bikin nya dimana , jangan jangan dibawah pohon singkong kale “


Anton tidak menggubris bahkan kian jadi menanap gas mobilnya melesat cepat kembali dia melihat umar sudah jauh. Namun tiba tiba aripin kembali menelpon anton .


“ ( menelpon di hp ) maaf bos kami sedang terus mengejar buruan , bos lanjut saja masuk kejalan sempit “


“ ( suara aripin di hp anton ) oke oke , kalian lanjut aku sama yang lain menyusul , terus aja kamu actipkan google maps biar aku bisa mengikuti “


“ oke bos “


Kini anton sibuk dikemudi belak belok turun naik hatinya menggrutu kesal .


“ ( hati anton menggrutu karna kesal ) kurang ajar anak itu kalau ketangkap kurejam kamu , cape aku dibuatnya jalan kaya gini , plengkak plengkok turun naik lagi jalan sempin , wad,duh ampuuun , ampuuun bener bener kurang ajar”


Tiba tiba nyaris masuk sungai kecil mobil anton yang kurang kosentrasi .hingga satu orang teman anton teriak .


“ ( teman anton . teriak mengingatkan ) awas bang sungai “


Mobil pun berhenti seketika .


“ ( teman lain ) hampir saja kita bang nyemplung kesungai .”


“ ( kesal ).. keluar keluar cepar angkat dorong mundur”


Ketiga teman anton mendorong mobil dari pinggir sungaI namun dalam waktu bersamaan mobil aripin dan mobil para preman datang . aripin hanya keluar setengah badan lewat jendela mobil untuk melihat dan empat orang preman turun dan membantu mendorong mobil anton setelah cukup tenaga mobilpun terangkan dan kembali kejalan tanpa bicara hanya sekilah memandang ke aripin anton kembali menancap kembali mobilnya dijalan menanjak dan membelok dikuti mobil aripin dan mobil para preman .


Umar sudah sangat jauh masih berputar puter dijalan tengah kampung sawah karna tidak tau jalan . hatinya mulai resah


“ ( umar resah ) waduh saye kaga tau jalan udeh tige kali saye lewat jalan ini , mendingan saye nanya kebeneran didepan ade orang “


Umar mendekati seseorang setelah mematikan mesin motornya dia bertanya arah jalan raya .


“ ( dengan sopan bertanya ) maaf bapak , kalo jalan kejalan raye lewat maneh yeh , saye udeh tige kali balik lewat jalan ini “


“ ( seseorang ) jalan raya terus aja, ikutin jalan ini, nanti mentok ambil kanan , emangnya adek mau kemana “


“ ( tersipu malu ) saye mao kekampung cakung , mao pulang eh keder “


“ ( seseorang ) kalo mo ke cakung , nanti keluar dari jalan ini kira kira seratus meter dah , adek ambil kiri nanti ada nama gang mesjid 1, udah adek terus aja nanti ada komlek , nah itu diatasnya “


“ ( tesenyum senang ) terima kasih pak , permisi “


“ ( memaskasa ) anton ( hardik ) kerja yang bener , cepat kamu kejar aku tidak mau tau , bawa tuh semuah para preman, aku mau sipemuda itu hari ini juga “


“ ( gugup bercampur marah ) tapi bos “


“ aku tidak mau alasan apapun dari kamu , cepat tangkap “


Aripin masuk mobil dan menutup kac jendelanya .para preman marah marah pada kengemudi mobil lain .akan tetapi sebagian besar mereka diam tidak mau menjalankan mobilnya .


dengan hp ke sang emak .


“ ( menilpon dengan hp ) salam mualaikum mak , mak umar diuber uber orang yang waktu itu nyerang kerumah kita dijatai cempaka “


“ ( suara sang emak di hp umar ) ya allah umar , tapi umar nggak kena ditangkep kan “


“ ( menelpon hp ) kaga mak , tapi orangnya banyak maak “


“ (suara sang emak di hp umar yang hawatir dan cemas ) umar cepetan pulang yeh nak pulang , tinggal aje ntuh motor, umar jalannye nerobosajeh ke kebon kebon ajeh biar kaga katauan , yeh nak yeh , nurut ka emak , emak watir banget dah ah , takut lo ngapah ngapah ,”


“ iyeeh mak ini juga udeh deket rumeh mak , paling juge semenit lagi nyampe “


Umar kembali keluar dari persembunyiannya di suatu gang dan terus masuk ke area komplek lanjut jalan menanjak tepat dibelakang rumahnya , dilihat sang emak menunggu dengan gelisah bersama wahyu resti adinda dan ali mereka sudah bersiap akan pergi mobil sudah stan bay . kemudian muncul dari arah kebun belakang encang guru bersama ali .setibanya umar agak heran ...


“ ( heran dan tanda tanya ) abah , emak pade mao kemaneh ko udeh siap siap “


“ umar , sekarang juga umar emak abah resti juga dinda ikut bersama kalian ke jati cempaka , alek menemanin encang disini “


“ ( umar tidak mengerti ) kenape emangnye kite pindah lagi kesono , lagian ngedadak gini “


“ nanti abah umar nyang ngejelasin “


Satu persatu naik kemobil namun umar agak berat dan ingat dengan icha .


“ umar hayo naik nak , enti keburu malem , enti juge kita kesini lagi ko “


Umar amat sedih dan terpukul hatinya .


“ ( hati umar tentang icha ) icha , “


Mobil sudah dihidup oleh ali sang pengemudi . dengan berat hati umar naik juga kemobil tetapi pandangan matanya jauh ke jalan barangkali ada icha disana pikir hatinya .mobilpun bergerak pergi meninggalkan rumah menuju jalan kampung sawah .umar tidak menyadari bahwa mobil yang ditumpanginya lewat kampung sawah yang sesunggunya disana ada aripin cs. Setelah masuk jalan raya umar baru menyadari .


“ ( terkejut dan memperingatkan ke wahyu ) abah kenape kite jalan kesini ,ini bahaye abah , mereka ada dijalan ini juga ada tiga mobil lagi “


Wahyu sang emak terkejut mendengar keterangan umar tentang para pemburunya .


“ kenape lo baru ngomong sekarang umaar “


“ bagai mana bapak , ibu emak ,sekarang kita lanjutkan atau bagai mana “


Sejenak wahyu berpikir sementara mobil terus bejalan .wahyu melihat resti dan adinda terlihat tenang seolah tidak tau apa yang terjadi .


“ jalan aje terus ali, tapi lebih cepat yah biar cepat masuk jalan tol “


“ baik bapak “


Ali menancam mobilnya melesat bagai anak panah terlepas dari busurnya dan tepan disebuah lampu merah ada disana anatara mobil anton aripin dan para preman . wahyu minta ali menekan tombol camera layar kaca untuk menipu orang diluar mobilnya . benar saja orang orang tidak mengenali penumpang didalam mobil wahyu walau mobil wahyu berada ditengah antara mobil anton dan aripin . dilihat aripin anton melihat ke arah mobil wahyu tapi mereka diam seolah tidak kenal . tentu saja hati sang amak wahyu umar dan yang lain menjadi tegang karna jumlah mereka tidak sedikit lebih dari sepuluh orang terlebih para preman dengan wajah yang rata rata garang . namun ternyata dimobil aripin memiliki sensor electro . aripin meneliti dengan seksama aripin minta ke rifat sebagai supir .


“ rifat coba kamu aktifkan sensor electro ke mobil disebelah kita , ko rasanya aku kenal bangat “


“ baik bos “


Rifat mengakses data pada sensor electro terlihat gambar ali umar yang kebetulan duduk didepan sementara yang tidak jelas .


“ ( senang ) jelas ini . mobil yang tengah itu mobil siwahyu bersama keluarganya , ruci cepat beri tau anton , kau tidak mau kehilangan yang kesekian kalinya , aku harus dapat “


Anton turun dari mobilnya mendekati mobil wahyu namun lampu keburu hijau mobil wahyu melesat jauh. Dengan cepat anton naik kemobilnya dan mengejar diikuti mobil para preman .


bersambung