
U M A R M A Y A
Episode : 23
Resti terus meronta ronta membuat dormen kurang fokus nyetirnya hingga mobil berjalan agak oleng beberapa kali nyaris menyenggol kendaraan lain.petoy ibros mulai tidak sabar.
“ ( meronta dan teriak minta tolong ) lepas kaga lepaaas , tolong saye di cul ( terputus dibekap tangan ibros ) “
“ ( membekap mulut resti ) heeet dah, ni anak bawel bangat dah “
“ ( berusaha melepaskan tanga ibros.teriak ) lepassin , lepas “
Resti terus meronta ronta kakinya mendang nendang .namun petoy sangat kuat memegangi kaki resti . sedangkan ibros memelitir tangan kebelakang dan membekap mulunya resti sambil merayu .
“ sabar ya anak cakep , jangan rewel , diem , diem yaaa cep “
“ ibros lo kira dia anak bayi “
“ la ia kita kadu ngebae baein dia , kalo kaga kita kaga bakalan dapet duit ,tolil amat sih lo “
“ eh ia ya , kan kita lagi nyulik dia biar dapet duit “
Dormen membentak keduanya supaya diam .
“ ( membentak) diam !!! , kalian bisa diam tidak ?!!! “
Tiba tiba resti menggit tangan ibros hingga berteriak kesakitan .
“ wadouuu sakit , ( kesakitan terus marah ) cakep cakep kurang ajar lo nih rasain Plak ( menampar pipi hingga resti terpekiki ) “
“ ( petoy terkejut ) ibroos , ko lo tampar sih , kan sakit tau “
“ dia kurang ajar , masa tangan gw digiigit “
“ sudah sudah ,nanti jadi perhatian orang “
Dormen berujar pada kedua anak buahnya . dormen terus berpikir mau dibawa kemana resti ini .
“ ku sembunyikan dimana anak ini , kalau dimarkasku tidak mungkin disana terlalu ramai penduduk mereka pasti curiga , apa ( sejenak berpikir ) aku jual aja ke pak aripin pastia dia mau bayar mahal , yah kuhubungi dia sekarang langsung dapat uang banyak “
Dormen menepikan mobilnya kemudian menilpon ke aripin . namun dia mencari nomor tersebut tidah tersimpan di hp nya .
“ ibros kamu nyimpan nomor aripin tidak ?”
“ kaga bos “
“ kamu toy nyipan tidak ? “
“ nyipan bos , tapi nomor pacar saya yang janda bos “
“ ( kesal ) nomor pak aripin , bukan nomor pacar kamu “
“ eeeh ,”
Dengan rasa kesal dormen melihat dari kaca spion mobil wahyu melaju cepat mendekati mobilnya .
“ ( sambil melihat kaca spion ) mobil siwahyu sudah dekat gimana ini aku harus cari akal ( mIkir sejenak dan ) didepan ada jalan apa aku masuk aja kesana , tapi gimana kalau anak itu teriak teriak lagi , kacau balau ini “
Sementar di mobl wahyu . adinda sudah melihat mobil dormen dipinggir jalan .
“ mang ali , itu mobil mereka ,cepat mang ! “
“ ia , ia mamang juga sudah liat , tapi itu mobil didepan terus ngalangi “
Adinda sudah tidak sabar di tekan tombol klakson dalam dalam hingga bunyi klakson. tiiiid tidid tidid tidid .
Tiiiiid suara kalon terus menerus dibunyikan adinda .dilihat mobil dormen pergi dan membaur dengan kendaraan lain dijalan raya yang agak macet.
“ mang ambil kanan, masuk trotoir pembatas jalan , kita lawan arus “
“ bahaya itu dik dinda , tidak boleh lawan arus ( ujar ali ) “
“ mang ini darurat resti harus kita selamatkan, aku tidak mau resti kenapa kenapa, hayolah mang ,kita lawan arus saja apapun yang terjadi aku siap demi resti “
Adinda sudah nekat dan berani ambil resiko dia begitu cemas dan kuatir, mengikuti keinginan adinda maka dia arakhan mobilnya masuk jalur lain membuat kendaraan lain menghindar memberi jalan ke mobil wahyu dengan kecepata tinggi sambil menyalahkan lampu dim tanda bahaya .mobil dormen sudah sejajar dengan mobil wahyu namun terhalang ditengan ada saluran air.adinda sudah tidak sabar dia minta ke ali supaya mobilnya melompati saluran air .
“ mang aku yakin mobil ini mampu lompati saluran air itu , lakukan mang demi resti ( semangat )
“ baik dik dinda , bersiaplah “
Dengan serta merta ali menginjak pegal gas secara tiba tiba dan mobil wahyu bagai terbang melompati saluran air berdia meter lumayan luas. Wessss mobilpun mendarat dengan aman dan nyaman.dormen melihat itu dia mengerem mendadak hingga mobil berputarkearah balik.maka dengan nekat dormen melaju mobilnya melawan arus membuat kendaraan lain bertabrakan satu sama lainnya . ali merasa terkecoh tanpa pikir panjang dia memmutar balikan mobilnya secara tiba tiba membuat alek terguncang kepalanya sedikit luka .akan tetapi adinda tidak kenal takut dia terus minta supaya ali lebih cepat lagi memacu mobilnya . tiba tiba mobil dormen membelok kesuatu jalan ali adinda mencari cari dia kehilangan dormen . adinda kecewa dan marah
“ sial ( tangannya menepuk dasbort ) kemana mobil itu , cari terus sampe dapat aku tidak mau tau .”
Ali tidak memperdulikan kendaraan lain suara klakson saling sahut dan beberapa orang teriak teriak .
“ woi ini jalan umum bukan jalan bapak moyang lo ( kata seseorang )“
“ gilla lo “
Ali tetap saja cuek dia terus melaju mobilnya mulai agak perlahan dan menepi dipinggir jalan beberapa mengendara lain turun dari mobil mereka mendatangi ali adinda dan alek yang sudah diluar mobil .Plak seseorang pengendara lain menampar wajah ali sambil marah marah.
“ kamu pikir ini jalan arena balapan, ini jalan umum kira kira dong ,pake otak
Adinda terkejut dan segera menjelaskan pada pengendara lain .
“ stop stop , maaf kami terpaksa lakukan, kami tidak mau kehilang penculik
“ ia , tetap saja kalian salah, bisa mencelakan orang lain “
“ sudahlah pak kami minta maaf , kami harus segera pergi ( ujar ali “
Ali masuk mobil diikuti adinda ali. Mobilpun berjalan pelan mencari cari dormen . jalan raya pun kembali tenang seperti sedia kala. Ali kembali menghentikan mobilnya dimulut jalan kecil tempat dimana mobil dormen masuk.
Setelah mem PHK aripin. Pergi meninggalkan kantor melalui lif rahasia yang tembus ke salah satu toilet area parkir belakang gedung wahyu terus naik kemobil pic up terbuka memakai helm kuning berkaos kusam. bersama seseorang pengemudi terus pergi lewat jalan darurat. Jalan tersebut hanya dilalui oleh kendaraan yang mengengkat sampai atau logistik kebutuhan kantor yang dijaga empat tenaga securiti.mereka tidak kenal wahyu maka dibiarkan terus lewat tanpa pemeiksaan terlebih dahulu karna dibak mobil pic up tersebut mengangkut bak bak berisi sampah . sebelum mobil yang ditumpangi wahyu kejalan raya dia memberikan jalan pada mobil dormen yang melaju cepat membawa resti didalamnya . setelah itu mobil masuk jalan raya dan melaju perlahan kearah datangnya mobil dormen disuatu rumah cukup besar mobil pic up masuk. Tidak terlalu lama sebuah mobil jenis sedan mewah keluar dikemudikan oleh wahyu yang sudah berganti pakaian kemeja berdasi .meluncur lanjut jalan menuju tembus kejalan dimana ali adinda dan alek berada . wahyu melihat ketiganya didepan .
“ ( heran dan tanda tanya ) ali, adinda ,alek , mereka ngapain disitu ,? “
Wahyu bergegas dan behenti didepan mobil ali . ali cs. Terkejut melihat wahyu turun dari mobil .
“ bapak wahyu “
“ om selamat siang om ( alek adinda bersamaan )“
Wahyu tidak langsung menjawab sapaan ali cs. Tapi wahyu menatap ketiganya dengan rasa ingin tau apa yang terjadi . ali memnundukan kepala merasa bersalah . tiba tiba adinda merangkul kaki wahyu sambil menangis .
“ ( merangkul kaki wahyu sambil menangis ) maafpin dinda om , dinda bersalah dinda siap menerima segala hukuman dari om “
“ ( heran ) ada ape ini , ali , ade ape , ape yang terjadi ? “
Dengan ragu ragu ali menjelaskan kejadian resti diculik wajah wayu tegang dengan amarah sejenak dia pandang adinda yang menangis kemudian dia mengangkat tangan adinda supaya berdiri .
“ adinda kamu tidak sepenuhnya bersalah , sekarang kita cari penculik itu , kemana mereka pergi “
“ kalau tidak salah kejalan ini bapak ( kata ali menjelaskan ) ”
“ baik ali , Cuma saye minte emak jangan sampe tau, sebelum emak pulang dari rumeh sakit, resti harus sudah kita bawa pulang , “
Sejenak wahyu berpikir dan .
“ Hm , ali bersama alek, kalian kan sudah tau ciri ciri mobilnya “
“ ia bapak “
“ ia om alek siap “
“ bagus , saye sama adinda ,
Kemudian wahyu mengeluarkan uang dari dalam dompetnya memberikan ke ali beberapa lembar pecahan ratusan ribu .
“ ali pegang uang ini , untuk bensin dan makan kalian kalau nanti kita harus berpencar , sekarang ali terus ikuti jalan ini , saya ke jalan lain , oke “
Kedua mobil meninggalkan tempat itu menuju kearah berlainan mencariresti yang diculik .
bertemu di suatu tempat pertukaran antara resti dan sejumlah uang yang diminta dormen . aripin yang sudah terbakar api dendam pada wahyu tanpa ada penawaran. Dormen merasa senang akan mendapat uang banyak dia tertawa tawa didalam mobilnya yang melaju pelan sambil mendengarkan alunan lagu pop klasik .
Resti lelap tertidur dipangkuan petoy dan ibros . ibros merasa pegal .
“ toy , gw pegel bangat dah mangku nih anak berat bangat “
Petoy mendengar kurang jelas karna berisik dengan suara musik pop .
“ (teriak teriak.kurang jelas pendengaran) hah apa, apa bros, lo ngomong apaan yang jelas kalo ngomong”
“ ( dengan suara keras ) gw bilang gw pegel , pengen pipis lagi , bilang bos gw turun dulu “
“ ( dengan suara keras ) sama gw juga , malah udah basah celana gw dikit “
“ ( suara keras ) IIIIh , lo jorok ngompol udah bangkotan juga amit amit dah “
Dormen merasa terganggu oleh suara teriakan kedua anak buahnya .
“ kalian yah,kalau ngomong jangan teriak teriak dong,bos lagi dengerin musik “
“ kenapa bos ,nggak kedengeran “
“ ( suara keras ) kalau ngomong jangan keras keras , “
“ ( suara keras ) ia bos ,”
bersambung
mohon bantuan nya.
Tolong bantu share, Like, dan follow