UMAR MAYA

UMAR MAYA
Umar Maya -Eps. 04



U M A R M A Y A


Episode ; 04


 


Ke empat pemuda terkejut menyaksikan gerakan encang guru yang begitu refleks dan menghadang namun satu diantaranya berani .


 


“ bro tui.... mendingan bro mundur, banyakin aja berdoa ,jangan ikut campur urusan anak muda ( penuh ejekan ) kami kuatir broooo , nanti kekesepak tulang bro rontok semuah ....ya teman teman .”


“ ( pemuda lain ) yoi....coy....”


Kemudian mereka tertawa penuh ejekkan .kemudian satu diantara pemuda menelpon dengan hp keteman teman lainnya untuk datang . sang emmak melihat dari jendela rumah .


“ ( kuatir ) wad, duh...bise runyem inimah kalo mereka bekelahi , saye kaga boleh diem diri walaupun umar ame encang bisa ngatasin , tapi saye juga mao ikutan ah.... pasti seru ini ”


Encang guru sangat sabar mengadapi ejekan para pemuda didepannya .namun terus berusaha menahan jangan sampei mereka mendekati umar .


“ bro tui.... hayolaaah bro tui minggir ( mendorong encang guru ) “


Encang guru mengerahka tenaga dalamnya hingga pemuda tidak mampu mendorong tubuh encang guru “


“ ( minta bantuan teman ) teman teman bantu aku... aki aki ini kuat banget kaya batu “


Empat pemuda pria wanita tidak mampu mendorong tubuh encang guru hingga mereka kelelahan .


Sementara pemuda gondrong dan wanita cantik mengepung umar dari dua arah dengan gaya bertinju . sang emmak datang hanya menyaksikan anaknya dengan tenang .


“ umarrr... orang orang ini jangan sampe luka ya nak , emak kasian “


“ ( pemuda gondrong tersinggung ) he , jangan anggap remeh kami ya , kami sudah biasa berkelahi , kami orang orang bayaran tau “


“ ( agak terkejut ) Oh.... siape yang bayar ellu ellu pade , buat bikin onar di kampung enih hah “


“ (umar terpancing amarah )wooooo , luar biase ini pare jagoan yang dikirim,”


Umar langsung menyerang kedua lawan dengan mudah hanya dengan satu gerakan . namun tiba tiba datang lagi tiga buah sepeda motor berisikan sembilan orang dan mereka langsung menerjang dan menyerang terjadilah perkelahian tiga lawan lima belas orang . sang emmak mendapat lawan empat wanita encang guru mendapat dua satu wanita dua pria sedangkan umar delapan pemuda yang masing memegang benda kayu dua orang diantaranya memegang senjata tajam berupa clurit umar dengan lincah salto berkali kali sambil menyerang ke delapan orang dari berbagai arah . encang guru melihat umar jadi kuatir juga dilihatnya dua orang penyerang dengan clurit . mak.....


“ ( teriak panggil ke umar ) umar....nih ambil....( melempar sepotong bambu )”


Dengan bersalto umar menerima sepotong bambu yang lemparkan encang guru untuknya . kini umar lebih agresif menyerang lawan walau sesekali dia harus serangan lawan . sementara sang emmak melumpuhkan tiga lawan wanitanya dengan elmu pemupus sukma .


“ ( membaca mantra) nah.... anak manis...kalian betiga duduk aje yeh , jadi.. penonton ajeh , jangan ikutan berantem , emmak mo bantuan anak emmak dulu kasian tuh ... dia dikerubutin “


Lain halnya dengan encang guru yang mendapat tiga lawan semuahnya wanita encang guru tidak menyerang juga tidak diserang... sengaja ketiga lawanya dibuat menyerang kursi bambu yang dibacai mantra yang seolah olah kursi tersebut dirinya .encang guru hanya menyaksikan sambil duduk dikursi bambu lainnya .


Hari mulai gelap satu persatu para penyerang mulai kelelahan tidak dapat lagi bangkit , tersisa dua orang lawan umar yang juga sudah tidak berdaya para pemuda sengaja dibuat kelelahan tidak ada satupun yang terluka hanya pemuda gondrong yang masih kuat berdiri dan mohon ampun .


“ ( dengan nafas terputus putus kelelahan )... ampuuun....ampuuun jangan bunuh saya...saya minta ampun , saya kapok...saya kapok “


Pemuda gondrong merangkul kaki sang emmak dengan sisa tenaga . sang emmak dengan penuh kasih sayang tidak ada rasa marah atau dendam dia rendahkan tubuhnya dan membelai rambut pemuda gondrong dengan lembut dan tetap tersenyum .


“ emmak engga marah ko pada kalian , kalian anak anak baek , emmak maklum kalian masih muda, emmak juga punya anak masih muda , jadi emmak ngarti ,”


Pemuda gondrong kiat erat memegang kaki sang emmak sambil tersunguk sunguk menangis minta ampun .


“ ( menangis ) maafkan saya...”


Umar pulang kerumah encang guru mendekati sang emak .


“ iha , masaklah yang banyak kasihan anak anak ini pasti mereka lapar “


“ iye cang....”


Sang emmak langsung menuju kerumahnya untuk memasak nasi .


 


Hari sudah malam tapi jalan raya ditengah kota tetap padat oleh aneka jenis kendaraan toko kantor masih melayani pengunjung terlebih sebuah CAFE NYENTRIK begitu ramai pengujung disudut ruangan ARIPIN dan beberapa anak buahnya serius menyusun rencana . tidak jauh darinya wahyu dan ali memperhatikannya dengan serius . wahyu dan ali layaknya orang kaya... mengenakan pakaian mewah . CAFE NYENTRIK berada di hotel berbintang lima tempat pertemuan orang kaya dan para pejabat .


 


“ bapak , ali mengerti , ali menunggu perintah bapak ,”


“baik , buat malam ini kita istirahat di afartemen “


“ baik bapak “


“ besok kira kira jam sebelas ,menjelang makan siang ali datang dan pantau tempat ini , tunggu mereka datang dan cari tau , apa yang mereka rencanakan ali paham ,”


“ paham bapak “


“ bagus , mobil dan alat untuk menyadap pembicaraan mereka sudah disiapkan , usahakan , ali tidak dikenali mereka dan hindarkan gerak mencurigakan pihak lain , bila terjadi sesuatu terhadap ali cepat hubungi saye”


“ baik bapak , ali akan hati hati ,”


arifin dan anak buahnya keluar dan meninggalkan cafe wahyu ali mengikuti dari jarak agak jauh hingga ke jalan raya . namun disebuah tikungan wahyu membelokan mobilnya menuju ke arah lain dan berpapasan dengan mobil dormen . dormen dan dua temanya mengenali kemudian kembali arah mengikuti mobil wahyu .wahyu menyadari bahwa ada yang mengikuti dia tancap gas dan mobilnya melesat .


“ ( dengan sinis dormen ) gila men....sikampret itu tau kita ikutin .”


“ jangan kasih kendor bos , tancap terus ( petoy memberi semangat)”


Maka terjadilah kebut kebutan...keduanya diantara jalan yang padat dengan kendaraan lain silang sana silang sini potong sana potong sini keduanya tidak memperdulikan keselamatan diri sendiri dan pihak lain namun tiba tiba mobil yang dikendarai dormen mulai tersendat sendat dan akhirnya menepi......


“ ( jengkel ) anjiing kurap....anjing kuraaap , ini mobil nggak bisa diajak senang,kutu kupret bangat “


Ketiganya keluar dari dalam mobil ibros membuka kap mesin mobil dan mengepul tebal...


“ bos , mesinya panas lihat nih ngebul..( ibros lugu )”


“ he bros...punya otak dipake ngapah , nama aja keren ibros , yang namanya mesin yaa.. pasti panah “


“ coba bensin barang kali bos habis ( petoy mengingatkan ) “


Dormen sekilas memandang petoy .


“ kayanya kemarin kita isi lima puluh ribu , masasih sudah habis lagi “


“ bos , kita sudah putar puter keliling kota ya pasti habis bos “


“ ( sambil bertulak pinggang ) boros juga nih mobil... masak bensin lima puluh ribu baru dipake dua hari sudah habis , ibros cari bensin “


“ oke bos....”


Dormen memberikan uang ke ibros dengan pecahan receh .


“ bos , ko receh semuah “


“ yang penting uang , sudah sana , huh....payah ni malam apes deh...aturan kita dapat uang banyak gagal .”


Petoy masuk mobil diikuti dormen .


Kita kembali kekampung cakung . rumah yang ditinggali keluarga wahyu terang menderang dihalaman ada lima motor terparkir digarace ada sebuah mobil mewah dan sebuah sepeda motor yang dipakai umah sekolah . rumah itu amat besar dan luas diruang tengah yang lumayan luas lima belas orang pria wanita yang tidak dikenal berbaring setelah makan malam encang guru sang emmak dan resti berada diantaranya .hanya pemuda gondrong dan wanita cantik yang duduk dekat encang guru .( pemuda gondrong bernama ALEK wanita cantik bernama DINDA)


“ emmak mah senang banget kalo emang elu pade nganggap keluarge ame keluarge emmak , tapi ellu kudu pade maklum keadean emmak kaya gini “


“ ia ma , dinda senang sekali bisa berkenalan sama ema , ema dimata dinda seorang ibu yang bijaksana ( diklopak mata berlinang air mata dan suara tersendat haru ) mengerti keinginan anak berbeda ....( terputus karna tangis )”


Sang emmak merangkul tubuh dinda. Dinda membalas terasa hangat hatinya tentram dan nyaman belum perna dia dapatkan dari ibunya sendiri yang slalu sibuk .


“ ( memeluk dinda ) menangislah dinda....menangislah biar ati lu lega “


Kian erat dinda memeluk dibenamkan wajahnya ketubuh sang emmak dan menangis seorang emmak membiarkan dinda menangis . Alek hatinya tergugah menyaksikan adegan tersebut hatinya menjadi gundah .


“ sungguh sangat luar biasa keluarga ini , padahal mereka belum mengenal siapa aku dan teman temanku , bahkan tadi siang aku dan teman temanku sudah membuat kacau mereka , bahkan aku sendiri berlaku kurang ajar ...malu aku , ini sangat langka terjadi ,... benar benar luar biasa mereka tidak marah apa lagi dendam , malah sebaliknya, mereka malah menerima aku selayaknya keluarga , sebuas buasnya kelakuanku tapi kali ini, aku tidak menyerah , untuk menahan air mataku tidak keluar saja aku tidak mampu ( alek membatin hingga mengeluarka air mata ) apa lagi berbuat kurang ajar ...tobaaat tobaat “


Ucapan katanya alek keluar tanpa dia sadari .membuat encang guru sang emmak resti dan dinda terkejut hingga umarpun melompat dari dalam kamarnya.


“ ( alek teriak ) ... tobaaat ...tobaaat “


Alek terus teriak dan menangis hingga membangunkan teman temanya yang sedang tidur didekatnya .


bersambung