The Time To Be Rich | TBR

The Time To Be Rich | TBR
TBR - Guru Vs Murid (1)



"Keluar kalian para guru-guru tidak berguna!" Teriak Seorang ibu-ibu datang dengan suara lantang didepan


Semua para Guru Biasanya menghadapi hari dengan cerah namun kecerahan itu sirna mendengar suara lantang dari seorang ibu-ibu


"orang gila mana yang berteriak-teriak pagi ini" kata seorang guru olahraga


Para Guru akhirnya keluar dan untuk melihat sekaligus menunaikan rasa penasaran nya


"Maaf Bu. ada apa ya kira-kira ibu teriak di pagi ini?" Tanya Seorang Guru bahasa Indonesia


"buta kah mata anda? Bu? lihat mata anak saya. LIHAT! mata anak Saya bengkak dan katanya dia dipukul oleh salah satu guru disini!" Jawab Ibu-ibu Itu dengan marah


"Maaf Bu. anak Ibu ini di kelas berapa dan walas nya siapa?" tanya Guru Bahasa Indonesia berusaha masih tetap tersenyum ramah


"Nak. cepat katakan kepada Ibu. siapa guru yang berani pukul kamu biar Ibu suruh kepsek sini pecat dia!" Ibu wali itu mengabaikan pertanyaan dari Guru Bahasa Indonesia dan bertanya kepada sang anak dengan nada mengancam pelaku penyebab mata anaknya biru bengkak


anak itu dengan takut menunjuk salah seorang pria


"APA HAK Kamu memukul anak saya?" kata wali murid tersebut


Pria itu bernama Andra Andreson Fabian. seorang Guru Bahasa Inggris yang berusia 30 tahun...


"Saya tidak memukul anak anda. sekolah ini dipenuhi oleh CCTV di setiap sudut dan Saya memiliki bukti atas kelakuan anak anda yang merokok jam istirahat!" kata Andra dengan tegas


"terus apa permasalahan anak saya merokok? Dia sudah Dewasa bahkan sudah memiliki KTP.. Lihat ini! kamu itu sebagai guru harusnya cukup memperingati! Kamu bilang tidak mempukul anak saya? lalu apa yang ada di mata anak saya? kamu kira ia dipukul oleh hantu?" Kata Ibu wali tersebut


"saya akan menuntut anda ke polisi dan anda akan menerima surat tuntutan atau beri kompensasi atas pemukulan anak saya sebesar 10 juta!" Kata Ibu Wali lanjut tersebut


Para Guru cukup tercengang mendengar pernyataan dari Ibu wali tersebut


"apakah anda Gila? siapa yang salah siapa yang dituntut.. tidak ingin anak anda ditegur? silahkan ajar dan buat sekolah versi anda sendiri!" balas Pak Andra dengan nada marah


"Lancang kamu memarahi saya!? Apakah kamu tidak tahu saya siapa? Suami saya Sekretaris Ketua Senator. Hasan Ferdi Derja. sekali telepon. suami saya bisa mempecat bahkan seluruh sekolah di Kerajaan Indonesia tidak akan menerima anda!" kata Ibu wali tersebut dengan lantang dan mengancam pak Andra


Para Guru itu termasuk Andra terdiam


"siapa yang lancang dan mengancam Para Guru Saya!" Kata seorang Perempuan dengan lantang


semua yang di TKP melihat Perempuan itu dan Para Guru bersyukur kedatangan nya. Dia Jessica. Kepala Sekolah sekaligus Presiden Dewan Direksi


Jessica mendatangi kerumpunan tersebut dengan jalan cantik dan siapapun melihat akan terpesona secara mili detik


"Maaf. saya Telat. semuanya saya telat. Terimakasih Bu Sarah sebelumnya udah kasih penjelasan selama saya menuju disini" kata jessica


Jessica beralih menatap tajam wali murid tersebut


'saya tidak menyangka bahwa pidato Tuan Rog belum berefek siapapun' Gumam Jessica dengan nada tidak percaya..


Jessica maju selangkah dan menatap tajam


"anak anda jelas-jelas Salah Dengan melanggar aturan yang tertulis dan sah diresmikan oleh sekolah dan dia tetap merokok digudang sekolah dan anda mengancam bawahan saya dengan anda membela anak yang salah! dimana otak.anda?" Tanya Jessica dengan marah yang penuh tenaga


"dan anda berani mengancam membawa nama suami anda yang menjabat sekretaris Ketua Senator? percaya atau Tidak. SBEI dibawah payung AFI Bank siap meladani anda!" Kata Jessica kembali mengancam


Ibu wali murid tersebut awalnya ketakutan namun entah kepercayaan datang darimana marena dirinya tetap percaya bahwa jabatan suaminya lebih dari sebuah Bank..


"anda berani menaikan nada didepan saya!? lihat saja saya akan memviralkan sekolah busuk ini" Kata Wali murid Tersebut


Wali Murid tersebut mulai mengambil handphone dan merekam semua nya dan tentunya narasi yang buruk


"teman-teman. lihatlah sekolah SBEI yang berkelas dan bertaraf internasional namun salah satu guru dengan keji memukul anak saya hingga mata anak saya bengkak biru seperti ini(kamera menunjuk ke anak nya) da teman-teman. lihat ini kepala sekolah yang membela guru tidak profesional dan keji itu" kata Ibu wali tersebut


Para Guru Termasuk andra dan Jessica hanya diam dengan tersenyum


'Lumayan promosi gratis setelah mengadakan konferensi dan lainnya bisa melihat sekolah ini' gumam Jessica


Entah apa yang dipikirkan oleh Jessica namun Jessica melihat hal yang berbeda dari aksi Ibu tersebut


sementara para guru hanya tersenyum dengan tenang karena sekolah ini dilengkapi CCTV yang dilengkapi dengan suara jernih..


10 menit kemudian


Ibu wali tersebut membuat banyak narasi yang buruk untuk sekolah SBEI yang Jessica kelola


"saya telah merekam video dan apabila anda tidak mau minta maaf 1x24 jam maka Saya akan menuntut anda ke polisi dengan kompensasi 10 Juta!" kata Ibu wali tersebut


"Saya tidak pernah melihat seorang wali murid datang dan memprotes sesuatu yang sebenarnya anak anda lah yang salah! Jika anda ingin menyebarkan apa yang anda buat. silahkan saja namun saya tidak menjamin bahwa kehidupan anda akan sama seperti kemarin-kemarin nya" kata Jessica dengan sikap tegas untuk tetap membela bawahannya


Mendengar itu membuat dia marah pitam dan langsung mengepost itu di sebuah Twitter.


tak berlangsung lama. hanya 1 jam Postingan Twitter tersebut dipenuhi oleh komentar beragam


"harusnya sekolah tempat aman Untuk semua pelajar!" komen pertama di postingan tersebut


"Tidak ada api tanpa sebab. pasti semua memiliki alasan" sebuah komentar dengan narasi bijak


Namun 90% komentar diisi oleh komentar-komemtar yang mendukung ibu wali tersebut dan hanya 10% manusia yang berotak senku yang berusaha bijaksana dan tetap netral


Jessica hanya santai melihat portal berita lokal langsung memberikan narasi yang melebih-lebihkan


"Pak Andra. apakah anda siap membersihkan nama baik anda dan sekolah?" Tanya Jessica


"Tentu tapi saya harap permasalahan ini jangan sampai ke telinga Pak Rog. kami para Guru takut jika anda akan dimarahi" kata Andra dengan nada keraguan


"bapak dan Ibu Guru. jangan khawatir. Ingat bukan? Setiap Guru-Guru disini akan memiliki pengacara bertaraf nasional bahkan internasional sehingga bapak dan ibu tidak perlu khawatir" kata Jessica


Jessica membujuk semua guru untuk tidak perlu mengkhawatirkan diri nya namun harus melakukan dengan tuntas apabila ada permasalahan


"Baiklah Bu. jika Ibu berkata demikian. Saya mewakili para guru-guru disini akan teguh bersama menyelesaikan permasalahan ini" kata Andra dengan disetujui para Guru


Jessica tersenyum lalu berbalik menatap


"setiap sekolah ini memiliki CCTV yang dipantau selama 1x24 jam dan CCTV ini tidak.mungkin akan sesuai harapan Ibu" Kata Jessica


"Sekolah akan mengugat atas nama baiknya yang tercemar dan sekarang lebih baik ibu pulang dan gunakan handphone untuk mencari sekolah SBEI dan AFI Bank tersebut" Kata Jessica tersenyum licik


Ibu wali murid punya muka langsung merah layaknya seseorang makan cabe rawit sekilo


Ibu Wali murid tersebut akhirnya pergi bersama Anaknya..


"Tomi. Siapkan Konferensi media dan panggil Semua media baik lokal dan media yang udah Bekerjasama dengan kita" Titah Jessica kepada sang asisten


"Baik Bu!" kata Tomi mengangguk patuh


1 Jam kemudian


para awak media telah didatangkan dan semua pihak telah ditempat kini acara itu dimulai dengan Jessica naik ke podium mimbar


"di pagi cerah ini. Sekolah SBEI mendapatkan fitnah yang tak beralasan oleh salah satu murid dan murid tersebut dari kelas XIII 2 IPS dan wali murid dari anak tersebut menuduh dan memfitnah atas yang terjadi pada anaknya disebabkan oleh Salah satu Guru kami" kata Jessica


Tomi lalu menurunkan layar besar dan menampilkan Video CCTV


(Isi video tersebut)


Senin. 10:30


Pria yang berada di CCTV tersebut adalah Pak Andra dengan tampilan sempurna menuju salah satu kelas


"Huffft hufft.. bau apaan ini?" Celetuk Pak Andra


sebuah bau yang mirip asap rokok namun pak andra mencoba mencium bau mulutnya sendiri tetapi tidak ada bau asap rokok dari mulut dan bernafasanya..


Pak Andra itu pun mengikuti bau asap tersebut dan sampai disebuah gudang tak terpakai


"apa ada guru yang ngrokok ya?" kata Pak Andra tanpa ada seorangpun yang menjawab pertanyaannya..


"tapi gak mungkin ah. guru-guru difasilitasi ruangan buat ngrokok" kata Pak Andra mulai sedikit yakin bahwa asap ini bukan dari seorang guru yang Ngrokok


Pak Andra pun mengikuti secara perlahan agar tidak memunculkan suara dan benar dugaan oleh guru tersebut


"oh jadi kamu biang keroknya. Renaldi. ngrokok di sekolah apa kamu kira itu hebat?" Tanya Pak Andra tiba-tiba dengan langsung membuang rokoknya tersebut ke selokkan


Renaldi yang asik-asik ngerokok tiba-tiba rokoknya diambil oleh seorang guru dan membuat murid bernama renaldi tersebut marah


"apa hak lo ganggu gua? Seterah gua dong mau ngapain aja. inget ya bapak itu cuman jadi babu di sekolah ini dan jangan pernah songong didepan gua atau gua pukul bapak dan Ayah saya sekretaris Ketua Senator. saya bisa pecat sekali saya adukkan kepada ayah gua!" kata renaldi dengan nada marah dan mengancam


"apa kamu pikir saya takut? panggil bapak kamu kesini dan saya buktikan bahwa kamu yang mungkin akan dipukul oleh bapak mu sendiri" Kata Pak Andra dengan nada tak gentar melawan ocehan sampah dari murid nakal tersebut


"Sekarang kamu masuk kelas sebelum say" Pak Andra ingin menyelesaikan perkataannya namun dirinya mulai diserang oleh Renaldi


Renaldi memukul Guru tersebut dengan teknik kaki nya namun Guru itu menghindar secepatnya kilat


"jangan buat bapak marah renaldi. kamu sudah merokok kini lancang menyerang bapak? apa kamu pikir saya melawan kalian tidak ada bekal?" Kata Pak Andra dengan marah


Guru tersebut tetap diserang oleh Renaldi dengan wajah yang sudah marah pitam


"mati aja lo!" kata Renaldi langsung menendang kearah kepala guru tersebut


Namun sialnya Renaldi terjatuh saat kaki mengudara karena ketidakseimbangan yang dimiliki nya


BRAK


"Aarrrgghh" kata Renaldi berteriak


Renaldi jatuh ke lantai yang keras namun beruntung Pak Andra menyelamatkan dari benturan otak dan yang sakit hanya mata sebelah kirinya..


"Sudah puas? inilah akibat dari kesombongan mu" kata Pak Andra


Pak Andra melihat sekeliling nya dan ternyata pikiran guru tersebut tepat karena selama awal diri menemukan renaldi merokok ternyata sudah terekam jelas oleh CCTV


"Aarrgggghh.. guru sialan lo. gua bilangin bokap gua buat pecat lu karena lu udah pukul gua!" kata Renaldi dengan marah


"Silahkan" kata Pak Andra dengan tenang


(Video berakhir)


"Kami tidak akan menerima permintaan maaf dari manapun dan kami akan melanjutkan kasus fitnah ini ke jalur hukum!" Kata Jessica dengan tegas


Video CCTV itu dibagikan keawak media dan sosial media lainnya agar warga internet bisa menilai bahwa guru-guru SBEI memiliki integritas yang tinggi..


Video CCTV tersebut mengundang banyak opini namun opini kali ini berbalik menyerang postingan heboh milik Ibu wali murid tersebut


Sementara itu..


Pihak AFI Bank tepatnya cabang Trliya juga mengadakan konferensi pers yang dimana akan mendukung segala tindakan yang diambil oleh sekolah SBEI yang mereka payungi tersebut


"Saya Sebagai Direktur AFI Bank Cabang Trliya menegaskan bahwa kami akan mendukung Sekolah SBEI dalam membersihkan nama baik dan sebagai bentuk dukungan kami. kami telah menurunkan Pengacara terbaik dan kami akan memantau kasus ini dengan akhir" kata Aulia dengan tegas di podium mimbar


Setelah itu Aulia keluar dari jepratan dan pertanyaan awak media namun Aulia keluar untuk menghindari semua itu.


Aulia bersama sang asisten berjalan menuju ruang direktur


"Sasa. apakah kita memiliki nasabah yang bernama Reno Muldi Cahyanto?" Kata Aulia bertanya


Sasa tidak menjawab namun dirinya mencari sesuatu di tablet nya..


"dia adalah nasabah prioritas kelas 1 kita. apa yang anda ingin saya lakukan. Nona?" Tanya Sasa


"Jelaskan lebih rinci" titah Aulia


"Nasabah bernama Reno memiliki tabungan sebesar 155.7 Miliar Rupiah dengan deposito sebesar 5.3 Miliar Rupiah setiap Bulannya" Kata Sasa


"Nasabah Reno juga pernah meminjam dana kepada AFI Bank pada 3 Agustus 2022 sebesar 31 Miliar Rupiah" melanjutkan Sasa


"Berapa Gaji seorang Sekretaris Ketua senator?" Tanya Aulia


"Menurut ToonNews. Gaji Seorang Sekretaris Ketua Senator paling besar. sebesar 7.8 Juta dengan tunjangan sebesar 3.7 Juta" kata Sasa


"peminjaman sebesar 31 Miliar sudah terbayar berapa?" Tanya Aulia


"0.3% yang artinya. baru dibayar sebesar 300 ribu rupiah" Kata Sasa dengan tegas


BRAK


"APA! dari hutang 31 miliar hanya 300 ribu rupiah yang dibayar?" Kata Aulia dengan marah


Sasa hanya terdiam ketika bosnya marah..


"maksud saya. siapa menyetujui peminjaman tersebut" Kata Aulia


"Manajer Harfan Timo" Kata Sasa


"Manajer Harfan Timo menjabat di salah satu Bank kita yang berlokasi Trliya Selatan tepatnya tak jauh dari Kantor anggota Senat. mungkin 1 am perjalanan menggunakan kendaraan" kata Sasa


"panggil manajer Timo dan apakah CCTV kita meliput setiap ruangan di Bank tersebut?" Titah Aulia dan bertanya


"saya akan panggil Manajer Timo segera" kata Sasa dengan patuh


"ya benar. setiap bangunan AFI Bank tepatnya kawasan IbuKota Trliya akan dilengkapi cctv dan semua dapat anda monetering langsung" kata Sasa


...----------------...


...BYE...


...----------------...