The Time To Be Rich | TBR

The Time To Be Rich | TBR
TBR - Guru (3)



Semua penjelasan dari Jessica sudah membuat dirinya paham. Rog akan menjadi Guru BK dan akan masuk ke beberapa kelas yang bermasalah seperti kelas 11 - 12. Untuk kls 10 itu dapat dikendalikan oleh guru-guru lainnya sehingga tidak perlu ada perketat buat mereka..


"Baiklah Bu. apakah saya sudah boleh bertugas?" Tanya Rog


"Silahkan. Saya berharap. Kehadiran anda membuat lingkungan sekolah kami sedikit berubah" Kata Jessica


Rog hanya bisa mengangguk. Lalu keluar..


'kelas XII - IPA ya? Hmm.. Bagaimana aku bisa membuat murid-murid bandel itu bertekuk lutut pada ku?' gumam Rog


pekerjaan pertama adalah masuk ke XII - IPA. Dimana para Guru tidak mau masuk kecuali Guru Matematika. Guru tersebut memiliki latar belakang Sabuk Hitam Karate yang membuat para murid-murid Kelas XII cukup segan dengan nya..


Tring!


Lift terbuka dan rog menekan tombol 3..


TING!


Rog keluar dari lift dan dari situlah dirinya sudah ditatap langsung oleh para murid-murid kelas lain


"Siapa dia?. Guru baru?" Tanya salah satu murid perempuan


"mungkin tapi lumayan lah bisa ada bahan untuk meluapkan emosi" kata perempuan yang ditengah-tengah dengan mengemut permen lolipop nya..


Rog tetap acuh untuk kembali menuju kelas pertama nya..


Kelas XII - IPA berada di paling ujung...


saat hendak membuka pintu dirinya pun langsung diperingati oleh Sistem


[Terdeksi jebakkan! Tuan. Saya mendeteksi bahwa anda akan dijebak dengan balon air tepat diatas pintu masuk anda! Saya sarankan anda memberikan hal "special" kepada mereka untuk menunjukkan ekstensi anda! anda tidak perlu khawatir. ruangan kelas ini tidak ada CCTV dan kedap suara. Sangat cocok untuk melakukan hal tersebut...


Rog dengan tersenyum langsung membuka pintu dengan tangan kanannya mempegangi kantongnya


Dooooor


"Eehh anjir apaan tuh!" Kata salah satu murid yang tertidur itu terkejut..


Tak hanya murid yang tertidur itu terkejut melainkan seisi kelas ikut terkejut.


"Sungguh hadiah yang special. Bapak terharu untuk hal tersebut" Kata Rog dengan masih mempegang alat special tersebut...


"G--Gi--Gila! Itu pistol asli! hey lihat itu memiliki asap!" kata Pria tersebut yang kejut..


Dooooor


Semua murid-murid langsung bersikap sempurna dalam duduk mereka karena mereka sudah tahu bahwa pistol itu asli..


Rog menulis namanya di papan tulis


"Nama saya. Alexandre Rog Chips. Saya adalah Guru BK yang baru saja diterima oleh Sekolah kalian.. saya berharap pertemuan kita tidak ada satupun peluru yang menancap di otak kalian ini!" kata Rog dengan mengeluarkan sebuah bulir peluru berwarna kuning tersebut..


GLEGH!


'guru ini adalah orang gila! dia bukan Guru!' gumam salah satu murid..


"Keparat kau! lu berani-beraninya membawa pistol di sekolah! Berlutut atau gua akan lapor lu ke polisi" kata seorang remaja yang berdiri tiba-tiba


"Hahahaha. Lihatlah. Teman mu ini ingin menjadi contoh bagaimana panasnya benda kecil ini" kata Rog sambil tertawa..


Doooor


Peluru itu ditembakkan dan nyaris terkena kuping pemuda yang protes tersebut..


"oh maaf. apakah bapak lupa bilang. Kalau bapak adalah pensiunan Jendral dan sekaligus kerabat dekat dengan Panglima TANKI?.. Panggil polisi sebanyak yang kamu mau anak muda. Karena bagaimana saya adalah Jendral yang memiliki lisensi hak kepemilikan senjata dan saya adalah Guru BK yang akan menggunakan jalan kekerasan untuk menertibkan kalian! Tunggu! apakah kalian kecewa bertemu guru yang seimbang? Hahaha" kata Rog dengan nada sarkasme dan tertawa puas


Rog mengambil papan dari meja yang sedari lantai 1 sudah dirinya bawa..


"kalian telah membuat 20 Guru memiliki mental buruk dan enggan mengajar kalian. Kalian adalah anak yang paling bodoh. Manja. Dan haus perhatian. Jika saya bisa memilih maka saya lebih baik mengajarkan seorang pengemis daripada kalian yang hanya menggunakan kekuasaan orang tua. apa!? Kalian mau mengancam ku dengan kekuasaan orang tua kalian miliki? Silahkan. Sebut Alexandre Rog Chips. orang tua kalian akan terkencing-kencing mendengar nama saya. Hahaha!" kata Rog dengan tertawa puas..


"Ahemm. Selanjutnya ada yang mau memprotes? Tak perlu khawatir. persediaan benda kuning ini akan habis hingga pulang sekolah" Kata Rog dengan tersenyum..


....


.......


..........


"Well. Tidak ada yang mau memprotes. Baiklah.. Mari kita mulai pelajarannya!" Kata Rog dengan nada setegas-tegasnya..


Rog kemudian menyuruh mereka membuka Pelajaran IPA dan Rog akan menjelaskan materi yang sudah dititipkan oleh Jessica sekalu kepala sekolah apabila dirinnya sudah berhasil mengendalikan murid-murid tersebut..


"Kerjakan sekarang sampai selesai. Saya tidak peduli bahwa tidak ada yang tidak selesai maka bersiaplah untuk menemui bapak stalin diatas!" kata Rog dengan nada tegas!


...----------------...


...BYE ...


...----------------...