The Time To Be Rich | TBR

The Time To Be Rich | TBR
TBR - Keluarga campuran beda negara (Guru 9)



"Selamat Pagi Pak & Bu" kata Rog menyapa setiap Guru..


"astaga. Saya kira murid-murid ternyata pak rog" kata salah satu guru kaget


entah bagaimana mendeskripsikan apa yang rog lihat sekarang namun wajah dari guru-guru ketakutan ketika dirinya masuk..


"ada apa memangnya bu Erna?" Tanya Rog..


Bu Erna atau Guru Erna adalah Guru Fisika yang mengajar kelas 10 - 11 namun terkadang dia mengajar kelas 12 apabila Guru fisika untuk kelas 12 berhalangan hadir..


"ini bukan rahasia lagi sih. Pak. Tapi kami takut kalau ada murid-murid bandel yang coba bikin rusuh. Biasanya mereka gak akan kesini kalau sudah kedatangan Pak Kasuma" kata Bu Erna yang menjelaskan hingga tanpa kurang sedikitpun..


Rog yang mendengar situasi tersebut hanya bisa menggelengkan-geleng kepala


'gimana ya buat murid-murid nakal ini jera tapi sebelum waktu misi habis?' gumam Rog perpikir sejenak..


"Pak Rog!" Kata Seorang perempuan yang tiba-tiba memanggil


Rog melihat seorang perempuan yang bernampilan Guru dan Rog tahu siapa itu


"Eh Bu Mila. Ya ada apa ?" Tanya Rog bingung


"itu. Saya mau berterimakasih aja karena Pak Rog udah bantuin saya untuk anak-anak kelas 12 IPA kemarin" Kata Bu Mila


Rog hanya mengangguk tersenyum


"senang membantu. Bu Mila" kata Rog


Guru Mila ini adalah Guru IPA dan Bahasa Inggris. Namun Bu Mila hanya mengajar IPA akan tetapi sekolah tidak memiliki bahasa inggris setelah guru Bahasa inggris resign karena tidak kuat mengajar kelas XII walaupun sudah di hukum dalam bentuk apapun tapi Guru bahasa inggris itu pula yang hampir terkena teror oleh para wali murid yang pernah dihukum olehnya sehingga memaksa Guru Mila lah melakukan dua pekerjaan sekaligus.


kemudian terjadilah basa basi antara guru-guru dan Rog untuk menghabiskan beberapa waktu sebelum masuk


Triiiingggggg!


Bel Sekolah telah berbunyi hingga sampai ke ruangan para guru..


"eh maaf Bu Mila. Bu Erna. Seperti saya harus masuk ke kelas. Mungkin anak-anak menunggu saya" Kata Rog yang menyela dalam obrolan basa basi tersebut..


"Eh ya. silahkan Pak Rog. Hati-hati ya sama murid² disini" Kata Bu Mila yang sedikit khawatir kepada Rog..


Rog bisa merasakan kekhawatiran dari seorang perempuan namun dirinya hanya bisa mengangguk dan tersenyum..


Rog saat ini memiliki jadwal kelas menuju kelas 11 IPS di gedung timur atau gedungnya para beasiswa dan orang-orang pintar..


1 jam kemudian..


butuh 1 Jam perjalanan dari ruang Guru ke gedung Timur. karena kedua gedung tidak menyambung namun dipisah jaraknya sekitar 1 jam kalau berjalan kaki..


'tahu gini mending naik motor' gumam Rog sedikit mengeluh karena kecapean..


Tak lama Rog melihat gerbang Timur dan segera dirinya masuk namun setelah masuk dirinya terkejut..


'gak mungkin!' gumam Rog yang tak percaya apa yang lihat..


berbeda dengan gedung Barat. Gedung Timur ternyata lebih bersih bahkan tidak ada satupun kotoran atau coret-coretan dinding di lorong koridor..


"e--Eh Ya Pagi" Kata Rog yang gugup menyapa balik


"Hmmm?? Seperti bapak Guru baru ya? kami belum lihat bapak sebelumnya" Kata seorang murid perempuan yang melihat Rog dengan curiga..


"Eh ya benar. bapak guru baru. Nama bapak adalah Alexandre Rog Chips. Bapak disini sebagai Guru BK. ngomong-ngomong kelas 11 IPS dimana?" Kata Rog yang tak lupa untuk memperkenalkan diri


ekspresi kedua perempuan yang tadinya tersenyum tulus kini berubah dengan wajah yang menggelap


"apa yakin tidak salah jadwal. Pak?" Tanya seorang murid perempuan tersebut..


"enggak kok. Nak. Ini bapak punya jadwalnya di handphone. lagian emang ada apa di kelas 11 IPS? apa mereka nakal sama halnya dengan di gedung Barat?" Kata Rog bertanya


"Sebenarnya tidak nakal pak(sambil menggeleng-gelengkan kepala) namun sombongnya itu lho gak ketolong. Saya aja yang dari kelas 12 ikut merasakan kesombongan dari murid-murid kelas 11 IPS" Kata murid perempuan tersebut..


'hmm kalau gak nakal pasti sombong?' gumam Rog penasaran..


"sombong? Maksud kamu nak? dan maaf nama kamu siapa? dari tadi kita ngobrol bapak gak tahu nama kamu" kata Rog yang lupa untuk mempertanyakan nama dari kedua murid perempuan tersebut..


"perkenalkan. Nama saya adalah Dewi Sato Fernandez. Saya dari keluarga jepang-brazil namun saya memiliki darah Indonesia dari kakek saya" Kata Perempuan yang bernama Dewi memperkenalkan diri


"dan nama saya adalah Putri Laurentov Ivanova. Saya dari keluarga Russia-perancis. sama halnya dengan Dewi namun yang membedakan. Saya memiliki darah Indonesia adik dari Pihak Ibu saya" Kata Putri..



Ini visual dari Dewi)



ini visual dari Putri)


'anjir! Keluarga campuran ternyata' gumam Rog yang terkejut


"senang bertemu kalian ya. Bapak tanya sekali lagi. Dimana letak kelas 11 IPS?" Tanya Rog


"Bapak naik lift atau tangga menuju lantai 2. Dari lift atau tangga pasti sama. Jadi bapak pilih ke arah kanan. melewati 2 ruang Guru BK dan Toilet setelah juga bapak akan ketemu. Kalau Bapak kurang yakin.. Nantinya disetiap lantai ada map keseluruhan dari Gedung Timur ini" Kata Putri menjelaskan..


Tak hanya cantik dan imut namun bahasa Indonesia kedua perempuan ini sangat lah sempurna di telinga Rog..


"baiklah. Terimakasih.. kalian jangan lupa untuk masuk ke kelas!" Kata Rog sedikit memberikan peringatan.g


Putri & Dewi hanya mengangguk patuh dan kemudian mereka menunduk (ogiji gitu lah) sebelum pergi...


'mereka keluarga campuran beda keluarga. Seharusnya mereka kaya raya bukan? Tapi mengapa ada disini?' gumam Rog Bingung melihat Putri & Dewi yang sudah melenggang pergi dari tempatnya Rog...


...----------------...


...BYE...


...----------------...


Author:


menurut kalian. Putri & Dewi dari keluarga campuran beda negara kenapa bisa berada di gedung Timur atau gedung penuh murid-murid beasiswa prestasi? Coba diskusikan dibawah