The Time To Be Rich | TBR

The Time To Be Rich | TBR
TBR - Guru (5)



TingTong


TingTong


"well. Siapa orang beruntung telah menyelesaikan pekerjaan yang bapak berikan?" Kata Rog dengan membersihkan barang "special" nya


"I--i---Ini Pak" kata seorang remaja dengan berkacamata hitam menyerahkan buku yang telah ia kerjakan..


Rog lalu mengecek dan mencocokkan jawaban yang telah dia dapat dari para guru-guru yang telah mempercayai dirinya dan siswa berkacamata berhasil mendapatkan hasil yang sempurna..


"Nama mu. siapa?" Tanya Rog


"M--Muu--M--Muhammad Rama Mulya. Pak" Kata Rama dengan nada ketakutan


"Kartu pelajar atau KTP mu?" Tanya Rog


"Hanya Kartu pelajar pak tapi didalam tas" kata Rama


"APA kalian lihat-lihat? Kerjakan soal yang bapak berikan! Kalian beruntung karena full hari ini bapak ngajar di kelas kalian karena tidak ada satupun guru yang mau datang ke kalian. Apakah kalian paham itu!?" Tanya Rog dengan lantang dan keras..


Para siswa kelas XII-IPA dipaksa oleh Rog untuk mengerjakan materi dari seluruh materi (dari matematika hingga pelajaran umum) yang tertinggal selama 1 bulan penuh dan itu membuat para siswa kelimpungan


"P---pak B-beri kami istirahat ! sekarang jam istirahat" dengan gugup dan rasa takut. salah satu pelajar tersebut protes kepada Rog..


"Kalian bodoh atau bagaimana? Kalian tertinggal 1 bulan dan tidak peduli kedatangan guru manapun kecuali Guru MTK. Kalian tidak peduli guru itu pun datang kalian keluar. Dengar anak manja. Hidup kalian penuh akan keemasan dan barang mewah namun di masyarakat tidak ada mau menolong mu ketika kamu bertindak layaknya sampah!" Rog dengan tanpa ragu berkata demikian


Rog ingin menghancurkan sikap sombong dan angkuhnya para siswa


"Kalian terlalu sombong dan ingat lah kalian itu hanya manusia yang dilebihi oleh kekayaan dan itu bukan kekayaan kalian namun orang tua kalian yang telah berjuang setengah dari kehidupan dan sekarang? Kalian hanya bisa menghabiskannya. memalukan!" kata Rog..


Rama kembali setelah Rog menyuruhnya untuk menyerahkan kartu pelajar nya..


"tulis sesuatu. Jika tulisan mu berbeda dengan yang saya pegang... mungkin kamu tidak bisa melihat hari besok" Kata Rog dengan tersenyum..


Rama yang mendengar itu gemetar dan ketakutan namun dirinya tetap teguh dan harus mempercayai tulisannya karena kehidupannya kini bergantung hal tersebut...


"Well Done.. Kamu lulus. Kamu bisa kembali. Mainkan handphone dan gunakan headset mu karena saya tidak menyukai keributan" Kata Rog dengan nada tegas..


13:49


"baiklah. Saya beri kalian keringanan. Bapak sudah pesan makanan dari kantin dan akan segera dikirim ke kelas lain namun bapak tidak menjamin makanan mu akan selamat karena kamu tahu. Gedung lantai 3 adalah gedung para kelas 12. makanan mu selamat atau tidak itu diluar tanggungjawab bapak" kata Rog dengan nada acuh tak acuh..


Sontak para remaja yang awalnya bahagia kini kembali cemberut.


"dan yah. Kalian boleh keluar untuk menyelamatkan makanan kalian tapi kembali setelah 14:15. Seharusnya itu bisa membuat kalian kenyang" Kata Rog


Rog melakukan ini karena mengikuti misi tentang menyediakan makanan untuk para murid-murid yang dirinya ajarkan dan kebetulan XII - IPA di kelas ini dirinya mulai mengajar pertama kali..


...----------------...


...BYE ...


...----------------...


Question To Readers:


Enaknya ini para anak manja tempat Rog menjadi guru dikasih hukuman apa biar mereka jera untuk 1 bulan kemudian nantinya tidak mengulangi perbuatannya setelah Rog tidak menjadi guru?


pesan Author:


Maaf apabila akhir-akhir ini telat update. Karena HP saya ini tidak seperti hp kalian yang bagus dan mewah dan nyaman.



HP saya mengalami kembung (ini HP warisan dari kaka thor) dan saat ini saya harus berjibaku ngetik Sambil mempertahankan layar untuk tidak muda lepas..


Saya tidak menjual kesedihan apa yang saya alami.. Tapi saya mohon untuk semua teman-teman bersabar dan memaklumi saya sebagai author kecil yang saat ini pun belum bisa narik uang karena belum memenuhi syarat ketentuan..


dan saya berterimakasih atas dukungan kalian yang luas dan hebat ini. Sungguh saya terharu!